Amrozy cs Ketakutan Mati Dan Minta Keluarga Minta Grasi !!!
                                         
Selama sidang pengadilan Amrozy cs menyatakan "tidak menyesalkan
perbuatannya", bahkan mereka menyatakan apabila mereka berhasil lepas
dari penjara akan membuat terror yang lebih dahsyat lagi karena hal
ini adalah perintah Allah, kafir harus musnah dari bumi Allah.

Para terdakwa tidak menyesalkan perbuatannya bahkan sangat bangga dan
tidak takut mati padahal mereka membomb Caffe dengan menipu
gelandangan idiot yang dibayar untuk menggendong ransel yang berisi
bomb dan kemudian disuruh membeli rokok masuk ke caffe sementara
Amrozy cs menunggu dari luar.  Mereka menganggap mereka adalah pasukan
jihad yang berkorban nyawa untuk membantai musuh2 Islam yaitu para
turis Australia.

Para terdakwa menolak meminta maaf kepada para korban, bahkan
mengancam akan meledakkan lebih banyak tempat2 kafir lainnya.

Waktu vonis dijatuhkan, mereka Amrozy cs ditanyakan apakah mau minta
grasi, dan dijawab dengan gagah "kami tidak akan minta grasi".

Hakim menawarkan apakah mau mengajukan PK, oleh terdakwa ditolak,
namun setelah pelaksanaan eksekusi mau dilaksanakan sang pembela
meminta kesempatan mengajukan PK, dan setelah PK diajukan ternyata
ditolak karena isinya tidak ada hal2 yang baru.  Terdakwa menyatakan
bersedia jadi martyr sebagai syuhada yang akan masuk kesorga.

Makin dekat saat eksekusi, mendadak para terdakwa kembali mengajukan
PK namun ditolak karena PK hanya bisa diajukan satu kali saja.

Demo2 dan ancaman2 ditebarkan apabila eksekusi dilakukan, namun
pemerintah tetap berjalan direl hukum yang berlaku dan persiapan
eksekusi berlangsung sesuai yang direncanakan, dan disaat terakhir ini
para terdakwa diisolasi diberi tahu akan segera ditembak mati,
ketiganya pucat pias mukanya, sambil meneriakkan Allahuakbar mereka
minta bertemu dengan keluarganya tapi ditolak karena kesempatan
keluarga sudah dilakukan.  Amozy mengirim surat rahasia kepada
keluarganya yang isinya agar meminta grasi kepada presiden.

Amrozy cs stress dan mengharapkan keluarganya berhasil meminta grasi
kepada presiden SBY, tentunya SBY harus berkonsultasi dengan assistent
hukum pidana-nya yang mengumpulkan data2 untuk pertimbangan keputusan SBY:

Terdakwa tidak menyesalkan perbuatannya, tidak merasa bersalah, tidak
meminta maaf kepada korban, bila bebas akan mengulangi perbuatannya,
mengancam para hakim, jaksa, dan presiden apabila dieksekusi, dan
menolak permohonan grasi pada kesempatan yang diberikan.  Bahkan
ketiga terdakwa ini mengirim pesan kepada para muslimin untuk angkat
pedang membasmi kafir dari muka bumi ini.

Namun pada saat2 akhir hidupnya, dia sangat ketakutan sewaktu semua
persiapan eksekusi berlangsung didepan matanya.  Saat inilah dia
menyadari telah men-sia2kan grasi yang seharusnya dimanfaatkan jauh
sebelumnya.  Untuk menunda eksekusinya, mereka meminta kesempatan
untuk meminta grasi melalui surat yang dikirim ke orang tuanya.

Sambil meminta orang tuanya untuk meminta grasi, mereka menitipkan
surat kedua yang apabila grasi ditolak, agar seluruh umat Islam
membunuh SBY, Hakim, Polisi dan Jaksa yang mengeksekusinya.

Dengan kenyataan diatas, APAKAH SBY AKAN MEMBERIKAN GRASI-NYA ??? 
Kita hanya bisa menunggu beritanya !!!

Amrozy benar2 dicekam rasa takut mati, dia tidak lagi merasa akan
masuk kesorga, dan dia menyadari perbuatannya sama sekali bukan jihad
melainkan kriminal yang mengorbankan nyawa orang lain yang tidak
berdosa sambil berusaha memfitnah CIA sebagai pelakunya.  Dia membomb
wilayah turisme Bali yang beragama Hindu agar masyarakat Hindu mau
menyembah Allah masuk Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke