Pria Aljazair di London bunuh & penggal kepala orang krn cemburu!
Perempuan yg dia gandrungi, seorang Philipina juga dia ancam bunuh,
bahkan sempat dia gunduli. Si perempuan itu selamat krn janji mau kawin
dg si pembunuh dan pindah agama!

Psikiater menyatakan bhw si pembunuh tidak menderita gangguan jiwa - yg
jelas dia menderita gangguan agama!

Gabriela Rantau

Tertangkap Kamera saat Jinjing Potongan Kepala
Dari rekaman sebuah kamera CCTV terlihat Mohamed Boudjenane berjalan
menjinjing sebuah tas plastik berisi potongan kepala korbannya
/
<http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/08/02584891/Tertangkap.Kamera.sa\
at.Jinjing.Potongan.Kepala>
Sabtu, 8 November 2008 | 02:58 WIB     Akibat dibakar cemburu, pria
Aljazair yang menjadi imigran gelap di Inggris membunuh dan memenggal
kepala salah seorang tetangganya yang dimuat di sebuah tas plastik. Tas
berisi potongan kepala yang dijinjing oleh Mohamed Boudjenane itu
terekam oleh kamera CCTV sebuah bus saat pria berusia 45 tahun ini
menumpangi bus yang mengarah ke Regents Canal, Maida Vale, London barat.

Boudjenane membunuh Lakhdar Ouyahia 2 hari sebelumnya, tepat beberapa
jam setelah ia memperkosa kenalan perempuan di flatnya. Pria Aljazair
ini terobsesi dengan perempuan tersebut dan mencukur rambut korbannya
setelah terlebih dahulu menyerangnya.  Boudjenane membunuh Ouyahia yang
menetap 1 lantai di atas flatnya setelah mencurigai pria tersebut
terlibat skandal dengan wanita yang membuatnya terobsesi itu.

Boudjenane bertemu dengan perempuan Filipina yang berusia 42 tahun itu
pada sebuah pesta beberapa bulan sebelum mengadakan pembunuhan itu.
Perempuan yang tak disebutkan namanya itu bekerja sebagai pengasuh di
Oxford. Namun, wanita itu pada 3 Februari lalu bertemu kembali
Boudjenane dan sempat ragu-ragu menerima ajakan pria itu untuk menetap
di flatnya.

Boudjenane menggandakan kunci pada pintu depan flatnya serta mengikat
perempuan itu dengan tali sepatu dan menggunduli serta memperkosanya 2
kali. Boudjenane mengancam akan membunuh perempuan itu dengan
menjebloskannya ke dalam bak berisi air mendidih.

Boudjenane juga menuduh perempuan itu menjadi pekerja seks komersil
serta berhubungan badan dengan  Ouyahia. Namun, Boudjenane
memperkenankan perempuan itu keesokan harinya pergi setelah perempuan
itu berulangkali berjanji akan beralih agama untuk menikahinya.

Boudjenane kemudian pergi ke Sainsbury pada sekitar pukul 20.00 untuk
membeli pemutih dan tongkat pel saat menyusun rencana membunuh Ouyahia.
Boudjenane kemudian terlihat menaiki sebuah bus dan menjinjing sebuah
plastik dengan "tonjolan menyerupai potongan kepala" pada 5 Februari
lalu.

Boudjenane menunjukkan ke polisi lokasi potongan kepala yang dibuangnya
ke sebuah kanal dan polisi kemudian berhasil menemukannya setelah
mengadakan penyelaman. Namun, Boudjenane mengaku tak dapat mengingat
telah memukul Ouyahia dengan sebuah palu dan memenggal kepalanya dengan
pisau pemotong daging.

Jazad Ouyahia yang sudah tak berkepala ditemukan oleh seseorang di
belakang supermarket Somerfield di Kingsgate Place pada 6 Februari tahun
ini.  Boudjenane mengakui telah membunuh Ouyahia tetapi tak dapat
mengingat apapun tentang serangan itu atau apa yang telah dilakukannya
sampai ia diringkus.

Boudjenane sempat mengeluhkan pikiran bunuh diri yang membayangi dirinya
selain mendengar suara aneh yang tak dapat dipahami. Namun, tenaga
psikiater yang telah memeriksanya menjelaskan pria ini tak mengalami
gangguan kejiwaan.


Kirim email ke