Harian Komentar
8 Nopember 2008

      Jadwal Sempat Molor, Amrozi Cs Dieksekusi 
     


Jakarta, KOMENTAR
Eksekusi mati terhadap tiga terpidana mati Bom Bali pada pukul 03.00 WIB, Jumat 
(07/11) kemarin, memang sudah dipu-tuskan. Namun, ternyata ekse-kusi ditunda 
lagi. Selain hujan deras dan petir menggelegar, ternyata masih ada permintaan 
Amrozi cs yang belum bisa dipenuhi. Sehingga jadwalnya diundur malam Jumat, 
atau Sabtu dini hari (08/11) tadi. 


Sumber memastikan, ekseku-si Amrozi paling lambat Sabtu dini hari. Indikasinya, 
helikopter dengan registrasi 4018 ETA su-dah disiapkan untuk me-ngangkat 
jenazah terpidana Bom Bali itu. Sumber me-nambahkan, Amrozi cs telah 
menyampaikan sejumlah per-mintaan sebelum eksekusi mati dilakukan. Antara lain 
Amrozi cs meminta pengajuan Peninjauan Kembali (PK). "Hal-hal yang melanggar 
peraturan seperti ini, tentu tidak akan kejaksaan kabulkan," ujar dia.


Sementara sejumlah per-mintaan lain masih terus di-upayakan dipenuhi oleh 
kejak-saan sebagai eksekutor. "Salah satu permintaan Amrozi cs yang belum 
terpenuhi adalah berkumpulnya istri-istri me-reka sebelum eksekusi dila-kukan," 
kata dia. 


Sebenarnya, Amrozi cs ber-keinginan bisa bertemu ke-luarganya terakhir kali 
se-belum dieksekusi. Namun, permintaan ini sulit dika-bulkan, dengan alasan 
ke-amanan. Besar kemungkinan para istri dan keluarga hanya menunggu jenazah 
para ter-pidana mati itu di rumah me-reka masing-masing.
Sementara itu, kendala tek-nis yang ditemui oleh tim eksekutor adalah cuaca 
yang tidak bersahabat sejak Rabu malam lalu. Kondisi alam ini memang tidak 
menguntung-kan eksekutor. Hujan deras mengguyur, sementara petir 
bersahut-sahutan, akan bisa mengganggu konsentrasi jalan-nya eksekusi. "Seperti 
tadi malam, petirnya memang gak tahan, meski hujannya tidak sederas sehari 
sebelumnya," kata sumber yang berada di LP Nusakambangan. 


Kejagung sampai kemarin berita ini ditulis, tetap menutup rapat kapan waktu 
Amrozi cs akan dieksekusi. Meski banyak spekulasi yang menyebut terpi-dana Bom 
Bali I itu akan diek-sekusi Sabtu (08/11) ini, Keja-gung tetap menolak memberi 
kepastian. "Belum. Belum ada kepastian. Waktunya kan juga belum," ujar Kepala 
Pusat Pene-rangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Jasman Panjaitan.  Jasman 
mengatakan, yang mengetahui pasti eksekusi mati Amrozi cs hanya orang-orang di 
lapangan. "Ya kita tunggu saja. Yang tahu itu kan yang di lapangan. Kita 
menunggu," tegasnya.(dtc/

Kirim email ke