Jawa Pos
Sabtu, 08 November 2008 ] 

Jusuf Kalla Bantah Somasi Wiranto 

Somasi Wiranto kepada Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla bakal menjadi 
perseteruan panjang. Sebab, Kalla membantah materi somasi yang dilayangkan 
ketua umum Partai Hanura itu. 

Kalla menjelaskan, dirinya tak pernah menyebut Jenderal TNI (pur) Wiranto 
sebagai penumpang gelap di Golkar pada Pemilu 2004. Menurut dia, dalam 
pengarahan di rapimnas Partai Golkar, dirinya tidak pernah menyebut nama mantan 
calon presiden Partai Golkar itu. 

"Saya kan tidak menyebut nama. Seharusnya, tidak ada yang tersinggung," ujar 
Kalla dalam keterangan pers di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin (7/11).

Sebelumnya, kuasa hukum Wiranto menyebut, kliennya keberatan dengan pernyataan 
Jusuf Kalla di forum rapimnas Partai Golkar yang dikutip sejumlah media massa 
nasional. Wiranto juga memberi waktu delapan hari kepada Kalla untuk menjawab 
somasinya. Bila tidak, Wiranto akan memperkarakan lewat jalur hukum. 

Tanpa menyebut nama, Kalla memang mengatakan bahwa sistem konvensi untuk 
memilih calon presiden dari Partai Golkar tidak akan digunakan lagi di Pemilu 
2009 karena tidak ingin ada penumpang gelap seperti yang terjadi pada Pemilu 
2004. "Saya hanya memberi contoh bahwa konvensi terbukti gagal karena yang 
bukan anggota Golkar pun boleh ikut konvensi. Pada akhirnya, yang dicalonkan 
juga bukan kader Golkar," katanya.

Kalla menuturkan, sebagai panglima TNI, Wiranto memang pernah menjadi pembina 
Golongan Karya. Namun, karena telah pensiun sehingga tidak terafiliasi lagi 
dengan Golkar, Wiranto tidak bisa disebut kader Golkar

Kirim email ke