Coment Tawang:
Jadi 627 - 622 = 5 tahun.
Berarti Ramalan nabi bahwa akan ada perang lagi antara Persi dan
Romawi BENAR.Sesuatu yang tdk disangka sama sekali oleh wong Kafir Qurays.
  ----
   
  saya juga copykan tulisan anda yang mengatakan:
   
  Tawang: 
  surat Ar-Rum yang turun pada th kira2 th 610 yang memberitakan nanti Romawi 
akan bisa menebus kekalahannya thd Persi.Saat tsb kekalahan Romawi yang pembawa 
kitab telah menyebabkan muslim diejek oleh Kafir Makah yang bersukaria atas 
kemenangan Persi yang sama2 penyembah berhala dan tdk punya kitab.Nah betul 
kata surat Ar-Rum lalu 7 tahun kemudian sekitar th 617 terjadi perang lagi dan 
Persi dikalahkan Romawi
  --
   
  Allah (Baca: Muhammad) tidak meramalkan ada perang lagi..karena...orang kafir 
itu JUGA sudah tahu bakal ada perang lagi..tidak perlu allah untuk mengatahui 
ini...buktinya?
   
  mereka bertaruh!..
   
  Obyek pertaruhan mereka adalah kapan romawi menang!
   
  Om tawang sendiri menghitung dengan hasil 7 tahun dimulai dari tahun turunnya 
surat yaitu di tahun  610 M! dan bukan dari saatnya perang (622)..Koq PLIN-PLAN?
   
  hadis tarmizi mengatakan:....Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu 
kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat 
kemenangan. 
   
  Jadi di 622 (enam tahun kemudian dari tahun 616)...tidak juga kalah2 Persia!
   
  Allah, Muhammad dan Abu bakar sudah kalah!
   
  Oke, bisa saja ada yang katakan lha itukan ucapan Abu bakar bukan 
Muhammad..hehehe..lihat di hadis..bulak balik melaporkan ke Muhammad artinya Ia 
juga sepakat...kalo muhammad sepakat maka Allah sepakat!
   
  tapi okelah....kita ikuti batas 9 tahun di hadis yang berikutnya 
   
  Karena kekalahan Romawi terhadap persia di tahun 614/615 M, Saya koreksi dulu 
tulisan anda yaitu saat turunnya surat yaitu di 616 M,  saat itu ada 
pertaruhan..pertaruhan yang DI RIHDAI ALLAH!
   
  Saat turunnya surat itu dijadikan dasar untuk menghitung mulai taruhan (lihat 
riwayat hadis)...
   
  Selisih jarak itu sudah saya koreksi dari 627/628-616 = 11/12 tahun bukan 
627-610..kalo pake versimu maka selisihnya 17 tahun....ya walaupun ada angka 7 
juga cuman jadi tidak nyambung dengan ramalan.
   
  Dengan itungan tahun saat mulai perang mu maka 627/628-616 = 11 tahun..tidak 
pernah = 3,5,9 tahun...dan telak2 diatas 10 tahun! jadi disamping tidak dekat 
sama sekali..juga jelas telak=telak suatu KEKALAHAN Allah dan  Muhammad
   
  mengapa?
   
  karena Muhammad (Baca: Allah) sudah meminta dikoreksi sendiri menjadi dibawah 
10 tahun (ibn abbas) dan juga hadis Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim dan Ibn Baihaqi 
mengatakan 9 tahun!
   
  Saya saja...dapat meramalkan anak pertama saya laki2 dan kapan lahirnya tidak 
meleset seharipun...masa Allah dan Muhammad juga kalah dari saya.
   
  Veda ada ke dunia ini tidak untuk masalah2 senteng itu yaitu masalah 
meramalkan..
   
  nah, kalo untuk ramal2an, maka cocoknya kitab yang kelasnya dibawahnya yaitu 
PURANA (Dongeng) untuk itu silakan lihat link dibawah ini:
   
  Bhavisya Purana: Purana Hindu Yang Meramalkan Kedatangan Muhammad..
   
   
  tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          OK saya copy tulisan Wirajhana bahwa:

Perang mulai 622/623
Desember 627 perang terakhir, surat permintaan damai 628 (maret)

Coment Tawang:
Jadi 627 - 622 = 5 tahun.
Berarti Ramalan nabi bahwa akan ada perang lagi antara Persi dan
Romawi BENAR.Sesuatu yang tdk disangka sama sekali oleh wong Kafir Qurays.

Kata Nabi bahwa nanti Persi akan dikalahkan benar.
Kata Nabi yang nyuruh Abu Bakar agar waktu terjadinya kekalahan
ditambah ternyata jitu,sebab tulisan Wiraj saya copy dibawah ini:

Abu Bakar menjawab: "Engkaulah yang paling berdusta hai musuh Allah.
Maukah kamu bertaruh denganku sepuluh ekor unta muda. Jika bangsa
Romawi menang dalam waktu tiga tahun yang akan datang, engkau berutang
kepadaku sepuluh ekor unta muda, sebaliknya jika bangsa Romawi kalah,
maka aku berutang kepadamu sebanyak itu pula". 

Maka Abu Bakarpun pergi, lalu bertemu dengan Ubay. Maka Ubay
berkata kepadanya: "Barangkali engkau menyesal dengan taruhan itu".
Abu Bakar menjawab: "Aku tidak menyesal sedikitpun, marilah kita
tambah jumlahnya dan diperpanjang waktunya sehingga menjadi seratus
ekor unta muda, dan waktunya sampai sembilan tahun". 

Coment Tawang:
Nabi tahu bahwa Abu Bakar timing 3 tahun itu terlalu cepat, lalu Abu
Bakar disuruh menambah hingga 9 tahun.Nah rupanya cukup akurat kan?
Perlu anda ketahui bahwa ketika masih perang Khandaq kekuatan Islam
masih kecil sekali,tapi Nabi sudah bisa melihat bahwa kelak
Yaman,Persi dan Bizantyum (Romawi Timur) akan bisa dikalahkan.

Tentunya gak adil kalau Wirajhana gak menyajikan kitabnya yang ada
ramalan serupa atau Ketut tdk memaparkan kebolehan Wedhanya.Nah saya
tunggu.

Shalom,
Tawangalun. 

- In zamanku@yahoogroups.com, "Ketut" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Bung wira, posting buat mbah tawang jangan panjang2. kesian ntar
beliau bingung. pas baca paragraf terakhir, udah lupa ama isi paragraf
awal. nanti jawabannya pendek, dan ngga nyambung. 
> 
> Bung wira, ngga boleh begitu ama orang tua...
> ya kan mbah ?
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: Wirajhana 
> To: zamanku@yahoogroups.com 
> Sent: Friday, November 07, 2008 12:51 AM
> Subject: [zamanku] Joko Bodo Lebih jago dari Muhammad (re: Yaman,
Persia dan Bizantium)
> 
> 
> 
> Om Tawang,
> 
> Sebelum mulai, coba kita lihat dulu surat Al Ruum:
> 
> 2. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, 
> 
> 3. di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan
menang, 
  4 dalam beberapa tahun lagi, Bagi Allah-lah urusan sebelum
dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi)
itu bergembiralah orang-orang yang beriman, 
> 
> 5. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang
dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. 
> 
> 6. (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan
menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui...
> 
 Hadis Imam Tirmidzi:
 
 Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra 
tentang firman Allah yang berbunyi :
 
"Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang
dekat".  (Ar-Ruum 1-3).
 
 Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu ; mengalahkan dan
dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa
Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan 
kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab. Dan 
oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian 
menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Lalu beliau saw  bersabda :
 "Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya". Maka Abu Bakar ra 
pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata :
  " Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami
menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan
mendapatkan ini dan itu". Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada 
mereka yakni lima tahun. 
  Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat kemenangan. 
  Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw dan bersabda 
; "Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?" 
  Ibnu Abbas berkata ; "Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau saw 
adalah di bawah sepuluh tahun".
 
Hadis H.R. Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Baihaqi:

Diriwayatkan bahwa tatkala sampai berita kekalahan bangsa Romawi oleh bangsa 
Persia itu kepada Rasulullah saw dan para sahabatnya di Mekah, maka merekapun 
merasa sedih, karena kekalahan itu berarti kekalahan bangsa Romawi yang 
menganut agama Nasrani yang termasuk agama Samawi dan kemenangan bangsa Persia 
yang beragama Majusi yang termasuk agama syirik. 
  Orang-orang musyrik Mekah yang dalam keadaan bergembira itu menemui para 
sahabat Nabi dan berkata: "Sesungguhnya kamu adalah ahli kitab dan orang 
Nasrani juga ahli kitab, sesungguhnya saudara kami bangsa Persia yang 
bersama-sama menyembah berhala dengan kami telah mengalahkan saudara kamu itu. 
Sesungguhnya jika kamu memerangi kami tentu kami akan mengalahkan kamu juga. 
  Maka turunlah ayat. Maka keluarlah Abu Bakar menemui orang-orang musyrik, ia 
berkata: "Bergembirakah kamu karena kemenangan saudara-saudara kamu atas 
saudara saudara kami? Janganlah kamu terlalu bergembira, demi Allah bangsa 
Romawi benar-benar akan mengalahkan bangsa Persia, sebagaimana yang telah 
dikabarkan oleh Nabi kami". Maka berdirilah Ubay bin Khalaf menghadap Abu Bakar 
dan ia berkata: "Engkau berdusta". 
  Abu Bakar menjawab: "Engkaulah yang paling berdusta hai musuh Allah. Maukah 
kamu bertaruh denganku sepuluh ekor unta muda. Jika bangsa Romawi menang dalam 
waktu tiga tahun yang akan datang, engkau berutang kepadaku sepuluh ekor unta 
muda, sebaliknya jika bangsa Romawi kalah, maka aku berutang kepadamu sebanyak 
itu pula". 
  Tantangan bertaruh itu diterima oleh Ubay. 
  Kemudian Abu Bakar menyampaikan hal tersebut kepada Rasulullah saw. 
Rasulullah saw menjawab : "Tambahlah jumlah taruhan itu dan perpanjanglah waktu 
menunggu". 
  Maka Abu Bakarpun pergi, lalu bertemu dengan Ubay. Maka Ubay berkata 
kepadanya: "Barangkali engkau menyesal dengan taruhan itu". Abu Bakar menjawab: 
"Aku tidak menyesal sedikitpun, marilah kita tambah jumlahnya dan diperpanjang 
waktunya sehingga menjadi seratus ekor unta muda, dan waktunya sampai sembilan 
tahun". 
  Ubay menerima tantangan Abu Bakar, sesuai dengan anjuran Rasulullah kepada 
Abu Bakar. Tatkala Abu Bakar akan hijrah ke Madinah, Ubay minta jaminan atas 
taruhan itu, seandainya bangsa Romawi dikalahkan nanti. Maka Abdurrahman putra 
Abu Bakar menjaminnya. Tatkala Ubay akan berangkat ke perang Uhud, Abdurrahman 
minta jaminan kepadanya, seandainya bangsa Persia dikalahkan nanti, maka 
Abdullah putra Ubay menjaminnya. 
  
  Tujuh tahun setelah pertaruhan itu bangsa Romawi mengalahkan bangsa Persia 
dan Abu Bakar menerima kemenangan taruhannya dari ahli warisnya Ubay karena dia 
mati dalam peperangan Uhud tersebut. Kemudian beliau pergi menyampaikan hal itu 
kepada Rasulullah saw". 
 
 
 Persia menang lawan Romawi: 614-615, jadi turun surat di tahun 616
(6 tahun sebelum Hijrah, hijrah medinah 622, hijrah habsyah
615)...bukan di tahun 610
  Surat 30 2 adalah past tense
surat 30-3 adalah past dan harapan
 surat 30-4 adalah ramalan tahun kemenangan `dalam berapa tahun lagi'
 
beberapa tahun? (<10 tahun atau 10, 100, 200 tahun)
 
 Abubakar katakan 3 tahun, di hadis yang lain 5 tahun
 Definisi beberapa tahun dalam khazanah islam untuk definisi tahun
adalah 7 tahun...
 
 Nabi katakan s/d 9 tahun
 
 Yang menarik adalah kalimat abstrak Allah? "dalam beberapa tahun
lagi", ternyata untuk level sebagai allah, ternyata ia adalah mahluk
yang safety player...lihat-lihat sikon..jadi 'beberapa tahun yang
TIDAK JELAS adalah perkiraan tahun ajaibnya!!!!
 
 Perang mulai 622/623
 Desember 627 perang terakhir, surat permintaan damai 628 (maret)
  Jadi,
 tahun 628 atau 627 dikurangi tahun 616 = 11/12 tahun
 tahun 628 atau 627 dikurangi tahun 614/615=13/14 tahun

  Kesimpulannya: TIDAK benar kekalahan tersebut dalam waktu 7 tahun. 
 
 
 Apa yang hebat dari allah? Tidak berani menentukan tahun pastinya.
Apa yang hebat dari Muhammad? Sudah minta di ubah taruhan judinya
dari 3 menjadi 9 tahun..itupun masih meleset 
 
 Kalo ini adalah Nubuat hebat...maka jelas lebih hebat Ki JOKO BODO...
 ---
 
> 
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> >
> > Bagimu dongeng tapi bagi muslim semua hadis itu betul2 terjadi.
> > Dalam surat Ar-Rum yang turun pada th kira2 th 610 yang memberitakan
> > nanti Romawi akan bisa menebus kekalahannya thd Persi.Saat tsb
> > kekalahan Romawi yang pembawa kitab telah menyebabkan muslim diejek
> > oleh Kafir Makah yang bersukaria atas kemenangan Persi yang sama2
> > penyembah berhala dan tdk punya kitab.Nah betul kata surat
Ar-Rum lalu
> > 7 tahun kemudian sekitar th 617 terjadi perang lagi dan Persi
> > dikalahkan Romawi.Ganti pada saat tsb muslim bersukaria karena si
> > penyembah api kalah oleh pemegang kitab (Romawi).
> > 
> > Shalom,
> > Tawangalun.



                           

       

Kirim email ke