Jhon ardian, saya sanagt setuju kalau yang menentang harus ditumpas, tapi itu 
kalau saya hidup di negeri arab kebanggaan anda, tapi kalau disini inilah 
demokrasi bos...... apa yang kami lakukan di bali dengan menolak dan tidak 
ingin menerapkan UU pornografi dibali, bukan berati kami suka membuat dan 
menyebarkan film porno, atau kami memelihara prostitusi disana, tapi kami masih 
bisa berfikir waras yang mana urusan moral dan yang mana urusan hukum..

bung hukum moral bukanlah hukum positif yang lalu bisa seenaknya dijatuhi 
sanksi pidana.

dan kalau pemerintah mengamini saran anda, mereka mengirim pasukan untuk 
menumpas papua dan bali, tentu kami khsusnya saya yang ada dibali akan 
menyambutnya, tapi saya ragu hari gini apakah masih ada tentara dan polisi yang 
bodoh yang mau membantai saudaranya sendiri.

atau mungkin anda usulkan saja pada pemerintah untuk menjadikan FPI sebagai 
angkatan perang untuk menyerang kami.

kan kalian sudah punya ahli bom yang belum juga mati, da




________________________________
Dari: jhon ardian <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Terkirim: Kamis, 6 November, 2008 13:56:02
Topik: [zamanku] Membedah Agenda Penolak UU Pornografi


Jika ancaman separatisme tetap juga diteriak-teriakkan, maka 
sudah waktunya bagi pemerintah pusat mengirim batalyon Raiders atau Baret Merah 
ke daerah tersebut untuk menjaga keutuhan NKRI dari separatisme. 
Alhamdulillah. RUU Pornografi akhirnya disetujui DPR untuk disahkan 
menjadi UU lewat pleno akhir Oktober 2008 ini. Fraksi Partai Damai Sejahtera 
(F-PDS) dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) tetap 
bersikeras menolak dan akhirnya walk-out dari ruangan pleno. Bahkan suara dari 
Bali, salah satu daerah yang paling keras menolak RUU ini sedari awal, 
menyatakan pemerintah daerah dan masyarakatnya tetap akan melakukan 
pembangkangan sipil dan mengajukan uji materil peraturan ini ke Mahmakah Agung. 
Sejumlah tokoh yang dikenal penolak RUU Pornografi juga senada, tetap pada 
pendiriannya dan menyatakan tidak mengakui produk hukum yang telah disahkan 
tersebut. 
Dalam kacamata demokrasi, mereka 
yang menyatakan diri tetap menolak atau membangkang terhadap produk hukum yang 
telah disahkan lewat jalan demokratis ini sesungguhnya bersikap anti demokrasi. 
Dan jika mereka tetap menolak, ini sudah menjadi tugas aparat negara agar 
menertibkannya. 
Jika ancaman separatisme tetap 
juga diteriak-teriakkan, maka mungkin sudah waktunya bagi pemerintah pusat 
mengirimkan beberapa batalyon Raiders atau Baret Merah ke daerah tersebut 
dengan 
perlengkapan tempur lengkap untuk menciptakan ketertiban dan menjaga keutuhan 
NKRI dari ancaman separatisme. Bukankah demikian yang dilakukan pemerintah 
dalam 
menangani Aceh dan Timor Timur (dulu)? Gitu aja kok repot. 
Fenomena yang melingkupi pro dan 
kontra tentang RUU Pornografi sebenarnya sama-sebangun dengan fenomena yang 
dulu 
pernah terjadi dalam hal pro dan kontra RUU Sisdiknas (sekarang telah jadi UU) 
Sisdiknas. Kubu yang pro dimotori aktivis Islam dan kubu yang kontra dipimpin 
oleh koalisi Liberal-Sekuler. Tulisan ini tidak akan membahas kubu yang pro 
terhadap UU Pornografi karena dalil-dalil mereka jelas, tegas, dan bernas. Beda 
dengan aneka dalil yang dikemukakan kalangan yang kontra di mana mereka selalu 
lari dari dalil yang satu ke dalil yang lain, meloncat-loncat, tidak runut, 
dan—maaf—jauh dari kesan cerdas dan kritis. 
Saya percaya, kubu yang kontra 
sebenarnya tidaklah sebesar yang diberitakan oleh media massa. Kubu yang kontra 
sebenarnya sangat sedikit dan terpusat pada tokoh-tokoh di belakang kumpulan 
orang yang diorganisir untuk turun ke jalan berunjuk rasa menolak RUU 
Pornografi 
tersebut. Untuk membedah agenda apa yang hendak dibawa oleh kubu yang kontra 
terhadap RUU Pornografi, maka haruslah dibedah apa dan siapa tokoh-tokoh di 
belakang kelompok tersebut. Riwayat hidup, perjalanan pemikiran, siapa 
sekutunya, siapa yang sering menyandang dana segala kegiatannya, bagaimana 
kehidupan pribadinya, dan sebagainya merupakan informasi-informasi yang sangat 
penting untuk membuka selubung kaum ini. 
Dan yang juga tidak kalah 
penting, kelompok yang kontra terhadap RUU Pornografi ini tentu merasa 
dirugikan 
dengan disahkannya RUU ini menjadi Undang-Undang. Kita harus menelusuri 
kerugian 
seperti apa yang akan menimpa mereka atau yang mereka takutkan jika RUU 
Pornografi disahkan? Kerugian yang paling ditakutkan oleh manusia pada umumnya 
adalah kerugian yang bersifat material, bukan idiil, walau mungkin di muka 
publik mereka banyak menyodorkan alasan-alasan yang terkait idealisme untuk 
menarik perhatian dan simpati. Lantas, kerugian material seperti apa yang 
ditakutkan jika RUU ini disahkan menjadi UU? 
Adakah penolakan terhadap RUU 
Pornografi ini menjadi suatu proyek bagi mereka yang akan mendatangkan 
keuntungan yang banyak jika mereka berhasil menghadangnya dan sebaliknya, 
kehilangan proyek jika RUU ini tetap disahkan menjadi UU Pornografi? Adakah RUU 
Pornografi menjadi batu penghalang bagi ‘perjuangan’ mereka untuk menciptakan 
bangsa Indonesia yang baru, yang terlepas dari akar budaya masyarakat aslinya 
yang sesungguhnya agamis-nasionalisti s? 
Kubu Kontra RUU 
Pornografi
Penentang RUU Pornografi terdiri 
dari beberapa kubu, yakni Kubu Jaringan Islam Liberal (Musdah Mulia, Shinta 
Nuriyah Wahid, Goenawan Muhamad, dll), Kubu Pekerja Seni Liberal (Rieke Dyah 
Pitaloka, Inul Daratista, Olga Lydia, Moamar Emka, dll), dan Kubu Politisi 
Liberal (PDIP dan PDS). Yang terakhir ini sebenarnya bisa kita abaikan karena 
mereka sebenarnya ‘hanya’ mengakomodir aspirasi konstituennya agar mereka bisa 
tetap bertahan ‘hidup’. Beberapa kelompok penentang RUU Pornografi bisa 
disatukan menjadi satu kelompok, yakni Kubu Liberal. Siapa saja mereka? Tak 
jauh-jauh dari aliansi cair seperti AKKBB. Sami mawon. 
Tulisan kedua akan mengupas isi 
dari UU Pornografi, tujuan dan hakikatnya, agar kita semua memahami dengan baik 
undang-undang tersebut, dan tidak tertipu oleh dalil-dalil kubu liberal yang 
menolaknya, yang nanti juga akan kita bahas. (bersambung/ rd) 

________________________________
 Dapatkan nama yang Anda sukai!  
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.    


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke