Negara Pelanggar HAM Mengalami Krisis Ekonomi Yang Lebih Parah !!!
                                    
Negara yang banyak melanggar HAM seperti halnya di Indonesia akan
mengalami krisis ekonomi yang jauh berlipat kali lebih parah daripada
negara2 yang tidak melanggar HAM.

Seperti kita semua tahu, bahwa sebuah negara hanya bisa berlangsung
apabila ada UU dan hukum negara yang dipatuhi rakyatnya.  Artinya kalo
semua rakyatnya main hakim sendiri seperti halnya Syariah Islam, maka
otomatis roda perekonomian negara akan macet, distribusi pangan dan
makanan ambruk, dan keamanan hidup masyarakatnya juga menjadi terganggu.

Bayangkan Syariah Islam yang melanggar HAM ini mendidik masyarakatnya
untuk tidak mematuhi hukum negara melainkan hukum Allah, dan Syariah
Islam yang ber-beda2 ini dianggapnya hukum Allah.  Syariah Islam
mendidik umatnya bahwa tidak ada batas negara karena dunia ini milik
Allah yang tidak ada batasnya.  Apakah hukum Syariah yang melanggar
HAM seperti ini bisa mengembangkan sistem kenegaraan???  Jelas tidak.

Apalagi kalo anda tanyakan hukuman bagi pezinah, yaitu dirajam dimana
setiap orang rame2 wajib menumbukkan batu ke kepala korban wanita yang
ditanamnya ditanah hingga kepala itu remuk.  Artinya, eksekusi hukum
itu bukan berada ditangan penguasa negara lagi melainkan setiap orang
berhak melakukan eksekusi hukumnya sendiri2 berdasarkan tafsir yang
ber-beda2 tentang Syariah Islam itu sendiri.

Hal2 seperti inilah yang kemudian dihadapi oleh umat Islam Ahmadiah
diseluruh Indonesia.

Bayangkan ada puluhan ribu petani2 di Mataram yang dijarah harta
bendanya, dibakar rumahnya, bahkan beberapa korban mati dibunuh oleh
para mujahidin jihad yang jahat ini.

Akibatnya puluhan ribu petani2 Ahmadiah ini tidak bisa lagi bertani,
mereka semua mengungsi di kamp2 pengungsian di ibu kota Mataram, tidak
ada yang berani kembali ke kampung halamannya, bahkan pemerintah
Amerika juga lah yang membiayai kamp2 pengungsian ini untuk
menyelamatkan nyawa puluhan ribu petani yang tadinya sangat tinggi
produktivitasnya ini.  Seluruh petani2 ini mengharapkan assylum dari
pemerintah Amerika, namun kecil kemungkinannya untuk semuanya bisa
diterima diAmerika.  Pemerintah Indonesia di negosiasi untuk
memperbaiki pelanggaran2 HAM yang terjadi terhadap para umat sesama
Islam Ahmadiah ini, namun pemerintah bukan memperbaikinya malah
memperkeruh suasananya dengan mengeluarkan SKB tiga menteri yang lebih
menyudutkan para petani Ahmadiah ini katimbang membantunya
mengembalikan mereka untuk berproduksi.

Ini hanyalah gambaran secuil bagaimana nasib negara2 Pelanggar HAM
yang selain mendapat sanksi ekonomi dari seluruh dunia, juga mengalami
perusakan2 hebat dari Syariah Islam itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke