Sangat setuju ini Biadab !!!!!
   
  Bahwa tindakan prajurit AS di berita itu adalah tindakan BIADAB!
  Si pemerkosa, semoga mendapatkan ganjaran yang seberat2nya
   
  Membodohi, mengiming2 uang pada keluarga kaum wanita agar dapat menikahi anak 
mereka yang dibawah umur adalah Biadab
   
  pihak keluarga yang silau dengan kekayaan sehingga menyerahkan anaknya yang 
dibawah umur untuk dinikahi adalah JAHANAM
   
  Orang tua yang mempunyai anak2 dibawah 12 tahunan namun menyerahkan agar 
anaknya diperistri adalah juga tindakan pemerkosaan! 
   
  ini lebih JAHANAM karena dilakukan oleh orang tua mereka sendiri..
   
  Semoga mereka yang mempunyai nurani dan beradab mengetahui bahwa itu adalah 
sama jahanamnya dengan pemerkosaan ditambah dengan penipuan
   
  
Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                  Tentara AS Siksa dan Perkosa Tawanan Perempuan di Irak dan 
Afghanistan

Perempuan-perempuan Irak  mengalami penderitaan yang tak terperi di dalam
penjara-penjara AS di Irak. Mereka ditangkap oleh tentara AS tanpa tuduhan
yang jelas, kemudian disiksa dan diperkosa di dalam penjara.

*Press TV *dalam laporannya hari Minggu kemarin, menayangkan kisah sejumlah
perempuan Irak yang pernah ditangkap dan dipenjarakan militer AS. Mereka
mengatakan, tentara-tentara AS memaksa mereka melepas pakaian di depan para
tentara itu, kemudian mereka diperkosa.

"Penderitaan saya di dalam penjara AS sangat pedih, saya tidak bisa
menggambarkan dengan kata-kata," kata seorang perempuan Irak yang sekarang
sudah bebas.

Perempuan Irak itu ditangkap setelah pasukan AS menyerbu rumahnya di Diyala.
"Mereka membawa saya untuk mendapatlan informasi tentang suami saya. Mereka
memenjarakan saya selama satu setengah tahun tanpa tuduhan apapun," tutur
perempuan Irak yang dirahasiakan jati dirinya.

Menurut laporan wartawan *Press TV* di Irak, tentara AS menangkapi
perempuan-perempuan Irak karena mereka menikah dengan lelaki Irak yang oleh
militer AS dianggap sebagai "para pejuang Irak yang mereka cari."

Para aktivis perempuan di Irak sudah berulangkali mendesak dunia
internasional untuk menyeret tentara-tentara AS yang terlibat dalam
kasus-kasus pelanggaran HAM, tapi sampai saat ini dunia internasional masih
membisu melihat perilaku biadab para tentara AS di sejumlah negara yang
dijajahnya.

*Yvonne Ridley Kecam AS*

Pekan kemarin, wartawati Inggris yang juga dikenal sebagai tokoh muslimah
Yvonne Ridley mengecam keras perlakuan keji tentara-tentara AS terhadap
tawanan perempuan di penjara-penjara AS di Afghanistan.

Dalam keterangan pers-nya bersama dengan Ketua Tahrik Insaf Pakistan (PTI)
Imran Khan, Ridley juga mengkritik penangkapan seorang dokter perempuan ahli
saraf asal Pakistan Aafia Siddiqui oleh militer AS di Afghanistan, karena
dituduh menyerang dua tentara AS di kota Kabul.

"Dia (Aafia) mengalami penyiksaan selama lebih dari lima tahun dalam penjara
militer AS, sejak ia dan anak-anaknya diculik," kata Ridley, wartawan
Inggris yang memilih masuk Islam setelah ditawan oleh Taliban di
Afghanistan.

Ia mendesak publik untuk bersuara, memprotes tindakan pasukan AS yang
sewenang-wenang terhadap tawanan perempuan di penjara-penjara AS di
Afghanistan. "Banyak muslimah yang ditangkap pasukan AS dan jika publik
bersikap diam, maka mereka akan kehilangan saudari-saudari mereka
selamanya," tukas Ridley seperti dikutip surat kabar Pakistan, Daily Times.

Ridley juga menyatakan keraguannya atas informasi militer AS bahwa tawanan
nomor 650 sudah diekstradisi ke negara asalnya sejak tiga tahun yang lalu.
Tawanan 650 dipercaya sebagai nomor indentitas dokter Aafia,namun Ridley
meragukannya.

Ia meyakini, dokter Aafia masih berada di dalam penjara Bagram, penjara AS
di Afghanistan dimana terdapat tawanan-tawanan perempuan yang mengalami
penyiksaan serta perkosaan yang dilakukan tentara-tentara AS. Akibat
penyiksaan dan perkosaan itu, tambah Ridley, banyak tawanan perempuan yang
melakukan aksi mogok makan.



                           

       

Kirim email ke