gua koq ga heran kalo orang2 islam tuh tukang fitnah ... memang itu buku wajib 
dalam mereka berdakwah ... apapun halal kalo itu utk kepentingan islam.
Memfitnah tuh dapet pahala.. asal buat kepentingan islam, itu persepsi mereka
Gua ga ngasal loh... skarang nyalakan tv dan dengerin ulama2 ngomong ttg 
eksekusi Amrozy... pasti kalian akan mendengar bhw yang teroris itu Amerika 
bukan Amrozy itu, padahal Amrozy sendiri dah ngakuin... malah bangga sebagai 
Mujahidin dan ga nyesal telah bunuh ratusan orang

murtad nich !!!

--- On Sat, 8/11/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Re: Tentara AS Siksa dan Perkosa Tawanan Perempuan di Irak 
dan Afghanistan
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Saturday, 8 November, 2008, 4:22 PM










    
            > Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:

> Tentara AS Siksa dan Perkosa Tawanan Perempuan

> di Irak dan Afghanistan Perempuan-perempuan Irak

> mengalami penderitaan yang tak terperi di dalam

> penjara-penjara AS di Irak. Mereka ditangkap

> oleh tentara AS tanpa tuduhan yang jelas, kemudian

> disiksa dan diperkosa di dalam penjara.

> 



Berulang kali saya bilang, anda tak perlu menyebar fitna2 seperti ini

karena diseluruh dunia semua manusia tahu bahwa Amerika negara hukum,

bisa jadi ada perkosaan dan penyiksaan namun hal itu merupakan

pelanggaran hukum yang pasti ditindak sehingga tak perlu banyak kita

permasalahkan.  Apapun yang dilakukan tentara Amerika pasti bisa

dituntut, pasti pelakunya dihukum karena HAM dan Demokrasi merupakan

landasan hukum bagi setiap orang Amerika termasuk pasukan2nya.



Yang harus dipermasalahkan justru negara2 yang mayoritas Islam dan

negara2 Islam itu sendiri, mereka melakukan hal2 yang buruk tanpa

dihukum, tanpa ditangkap dan tanpa diadilili, hal inilah yang kena

sanksi sebagai pelanggaran HAM.



Penegakkan HAM bukan hanya dilakukan dengan melindungi korban2nya saja

tetapi juga dengan melakukan penangkapan, pengadilan, dan penghukuman

para pelakunya.



Melindungi korban2nya belum tentu bisa menegakkan HAM, cuma menindak

pelaku2nya juga tidak bisa menegakkan HAM, penegakkan HAM harus

dilakukan simultan, melindungi, merehabilitasi, dan menyelamatkan

korban2nya, mencegah terulangnya lagi, menindak pelakunya dengan

penangkapan, mengadili pelakunya, dan menghukum pelakunya.  Kesemuanya

inilah proses tegaknya HAM dan Demokrasi.



Ny. Muslim binti Muskitawati.



> *Press TV *dalam laporannya hari Minggu kemarin, menayangkan kisah

sejumlah

> perempuan Irak yang pernah ditangkap dan dipenjarakan militer AS. Mereka

> mengatakan, tentara-tentara AS memaksa mereka melepas pakaian di

depan para

> tentara itu, kemudian mereka diperkosa.

> 

> "Penderitaan saya di dalam penjara AS sangat pedih, saya tidak bisa

> menggambarkan dengan kata-kata," kata seorang perempuan Irak yang

sekarang

> sudah bebas.

> 

> Perempuan Irak itu ditangkap setelah pasukan AS menyerbu rumahnya di

Diyala..

> "Mereka membawa saya untuk mendapatlan informasi tentang suami saya.

Mereka

> memenjarakan saya selama satu setengah tahun tanpa tuduhan apapun,"

tutur

> perempuan Irak yang dirahasiakan jati dirinya.

> 

> Menurut laporan wartawan *Press TV* di Irak, tentara AS menangkapi

> perempuan-perempuan Irak karena mereka menikah dengan lelaki Irak

yang oleh

> militer AS dianggap sebagai "para pejuang Irak yang mereka cari."

> 

> Para aktivis perempuan di Irak sudah berulangkali mendesak dunia

> internasional untuk menyeret tentara-tentara AS yang terlibat dalam

> kasus-kasus pelanggaran HAM, tapi sampai saat ini dunia

internasional masih

> membisu melihat perilaku biadab para tentara AS di sejumlah negara yang

> dijajahnya.

> 

> *Yvonne Ridley Kecam AS*

> 

> Pekan kemarin, wartawati Inggris yang juga dikenal sebagai tokoh

muslimah

> Yvonne Ridley mengecam keras perlakuan keji tentara-tentara AS terhadap

> tawanan perempuan di penjara-penjara AS di Afghanistan.

> 

> Dalam keterangan pers-nya bersama dengan Ketua Tahrik Insaf Pakistan

(PTI)

> Imran Khan, Ridley juga mengkritik penangkapan seorang dokter

perempuan ahli

> saraf asal Pakistan Aafia Siddiqui oleh militer AS di Afghanistan,

karena

> dituduh menyerang dua tentara AS di kota Kabul.

> 

> "Dia (Aafia) mengalami penyiksaan selama lebih dari lima tahun dalam

penjara

> militer AS, sejak ia dan anak-anaknya diculik," kata Ridley, wartawan

> Inggris yang memilih masuk Islam setelah ditawan oleh Taliban di

> Afghanistan.

> 

> Ia mendesak publik untuk bersuara, memprotes tindakan pasukan AS yang

> sewenang-wenang terhadap tawanan perempuan di penjara-penjara AS di

> Afghanistan. "Banyak muslimah yang ditangkap pasukan AS dan jika publik

> bersikap diam, maka mereka akan kehilangan saudari-saudari mereka

> selamanya," tukas Ridley seperti dikutip surat kabar Pakistan, Daily

Times.

> 

> Ridley juga menyatakan keraguannya atas informasi militer AS bahwa

tawanan

> nomor 650 sudah diekstradisi ke negara asalnya sejak tiga tahun yang

lalu.

> Tawanan 650 dipercaya sebagai nomor indentitas dokter Aafia,namun Ridley

> meragukannya.

> 

> Ia meyakini, dokter Aafia masih berada di dalam penjara Bagram,

penjara AS

> di Afghanistan dimana terdapat tawanan-tawanan perempuan yang mengalami

> penyiksaan serta perkosaan yang dilakukan tentara-tentara AS. Akibat

> penyiksaan dan perkosaan itu, tambah Ridley, banyak tawanan

perempuan yang

> melakukan aksi mogok makan.

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke