Transaksi keuangan, saham, forex, perdagangan dunia, export-import
tidak di hari sabtu dan minggu. Semua hari adalah istimewa.

gp

On 11/8/08, Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Apa istimewanya hari Sabtu dan Minggu ? Umat Islampun tidak libur di hari
> Jum'at. Delegasi Papua Barat hanya mencari-cari dalih pembenaran
> kepentingannya
>
> --- On Fri, 11/7/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Konspirasi Menghancurkan NKRI
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Friday, November 7, 2008, 4:44 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 11/06/Kesra/ kes01.htm
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
>
>
> UU Pornografi
>
>
> Konspirasi Menghancurkan NKRI
>
> Didit Majalolo
>
> Perwakilan rombongan 60 delegasi denominasi gereja dari Papua Barat,
> Andricus Mofu, memberikan sambutan saat berkunjung ke Redaksi "SP" di
> Jakarta, Selasa (5/11). Mereka akan melakukan "class action" ke Mahkamah
> Agung sehubungan dengan pengesahan Undang-Undang Pornografi dan SKB empat
> menteri tentang waktu kerja.
> [JAKARTA] Pengesahan Undang-Undang (UU) Pornografi oleh DPR dan pemerintah
> merupakan bentuk kemunduran kebangsaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia
> (NKRI). Pemerintah dan DPR hanya mengutamakan kepentingan kelompok, dan
> bukan menguatkan semangat kebangsaan dan sikap negarawan yang dibangun
> pendiri bangsa ini.
> Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Papua Barat, Jimmy Demianus Idjie
> ketika mendampingi rombongan 60 delegasi denominasi gereja dari Papua Barat
> saat berkunjung ke Redaksi SP di Jakarta, Rabu (5/11). Selain mengunjungi
> SP, rombongan yang dipimpin Pdt Andrikus Mofu ini, juga mendatangi kantor
> Menteri Dalam Negeri. Mereka bahkan berupaya menemui Presiden Susilo Bambang
> Yu-dhoyono atau Wakil Presiden Jusuf Kalla.
> Dalam pertemuan dengan Wakil Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan, Petrus Christ
> Mboik didampingi Redaktur Nasional/Nusantara, Tontji Wolas Krenak yang juga
> berasal dari Papua, Jimmy Demianus mengatakan, ketika NKRI ini didirikan,
> kepentingan kebangsaan sangat diutamakan di atas kepentingan kelompok
> mayoritas. Sekarang, terjadi sebaliknya, ketika UU Pornografi disetujui
> dengan alasan suara mayoritas, yakni 8 fraksi di DPR mendukung dan hanya dua
> yang menolak.
> "Kalau saja ketika itu keputusan dilakukan secara voting, pastilah AA
> Maramis wakil dari timur Indonesia kalah sehingga tujuh kata dalam Piagam
> Jakarta masuk ke dalam Pembukaan UUD 1945. Karena para pendiri bangsa
> benar-benar negarawan, akhirnya tidak ada voting, sehingga seorang Maramis
> bisa didengar oleh mayoritas. Tetapi sekarang, semangat seperti itu hilang,
> dan terjadi kemunduran dalam berbangsa," tegas Jimmy.
> UU Pornografi, kata Jimmy, adalah bagian dari upaya kelompok tertentu
> menghancurkan NKRI ini. Sebab, setelah UU ini, termasuk UU Sisdiknas dan UU
> Syariah, masih akan ada lagi UU Zakat dan lain sebagainya, yang tidak lain
> tujuannya membangun ideologi lain di luar Pancasila. Celakanya, pemerintah
> dan elite bangsa lainnya tidak peduli atau pura-pura tidak tahu soal ini.
> Ditegaskan, UU Pornografi sangat bertentangan dengan konstitusi Indonesia.
> UU ini juga tidak menghargai keberagaman, bahkan melecehkan dan mengancam
> rakyat Papua. Sebab jika UU itu diterapkan, orang Papua yang berkoteka atau
> telanjang dada, akan masuk penjara.
> Selain menolak UU Pornografi, delegasi Papua Barat tersebut, juga mengecam
> surat keputusan bersama (SKB) lima menteri soal pemberlakuan hari kerja pada
> hari Sabtu dan Minggu di wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut kata
> Ketua Delegasi, Pdt Andrikus Mofu, benar-benar mengingkari nilai pluralisme,
> demikian pula UU Syariah yang sekarang meresahkan, harus dibatalkan, karena
> akan memicu disintegrasi bangsa. [M-15]
>
>
> Last modified: 5/11/08
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
Salam, Great Pretender

Kirim email ke