BANG TAWANG, anda koq selalunya beri satu contoh lalu anggap itu berlaku
untuk semua orang.

Kita tidak tau benar apa motivasi yg sesungguhnya si Londo Taufik itu. 
Apakah dia cuman mau menikmati pahala bisa kawin 4 bini sesuai dg ajaran
Islam dan sunnah nabi? Apakah dia cuman mau praktik sawaj muta'a - kawin
kontrak untuk sebulan tanpa tanggungjawab apapun? Dan kesemuanya ini
bisa dia lakukan dan sudah di-sanjung2 dg modal mengucapkan 'Shahada'
doang.

Ingat Snook Horgonje yg pande berbahasa Arab dan menguasai Al Qur';an
serta ahadist dan berhasil membuat pahlawan2 Aceh tekuk-lutut.

Jumlah umat Islam di negara2 kafir memang naik dg pesat (di Amerika,
England, France, Germany, Australia dst.) yg tidak pernah diakui oleh
umat Islam sedeng ialah bhw kenaikan jumlah Muslim itu krn
berbondong2nya Muslim dari negeri Islami dan jumlah anak2 mereka yg gak
ketolongan banyaknya. Cilakanya negara2 Kafir ini memberikan kpd orang2
yg tidak tau diri ini (yg selalu mengacam, melecehkan orang setempat)
jaminan hidup yg layak yg jauh melebihi penghasilan mereka di negeri
asalnya!

Jumlah orang2 kafir yg masup Islam mah boleh diitung dg jari. Dan setiap
orang ini sudah dipamerkan di seluruh dunia melalui websites Islam dan
diforward oleh Muslim2 yg tidak PD.

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tapi gak semuanya,masih banyak wong Islam yang gak mau pergi kenegara
> kafir.Bahkan di Depok ada Muslim Londo yang gak gelem lagi balik ke
> londo,katanya nanti kalau pas musim panas wedok2 disana itu do ngumbar
> aurat.Lebih baik saya di Depok saja nanti anak2 saya biar gak
> terkontam,inan.Dia ganti nama Taufik.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> Mayoritas Umat Islam Lebih Bahagia Dinegara Sekuler Bukan Syariah !!
>
> Bisa dibuktikan secara nyata, dalam poll pendapat pemuda/i di Arab
> Saudia maupun semua negara2 Islam dan negara2 yang mayoritas Islam
> lebih memilih tinggal dinegara sekuler dibandingkan tinggal dinegara
> Islam yang bersyariah Islam.
>
> Bedanya bisa dijelaskan secara gamblang, disemua negara sekuler setiap
> umat Islam bebas memilih cara beribadahnya, cara menyembah Allahnya,
> bahkan bebas memilih keimanan dari berbagai aliran2 Islam yang
> diingininya.
>
> Sebaliknya di-negara2 Syariah Islam, umat Islam dipasung hak2nya
> dengan memaksakan keimanan Islam yang dianut oleh caliph-nya saja dan
> melarang keimanan Islam dari aliran2 diluar yang dianut caliph-nya.
> Umat Islam di-negara2 Islam diancam ketakutan akan dituduh melanggar
> Syariah Islam, karena isi Syariah Islam bisa berbeda ditafsirkan oleh
> setiap umatnya dan berbeda dari yang ditafsirkan oleh penguasanya.
> Bahkan kadang2 perbedaan2 tafsiran ini disengaja oleh aparatnya agar
> bisa memeras menindak si umat untuk tujuan korupsi, pungli, dan
> penyalah gunaan jabatan.
>
> Misalnya saja, ada seorang wanita Arab yang miskin sehingga mengenakan
> Burqa yang sudah sobek2 di-beberapa tempat sehingga dia ditangkap oleh
> polisi Syariahnya karena dituduh tidak menutupi auratnya.  Si wanita
> Arab begitu ketakutan karena dia tahu bagaimana nasib seorang wanita
> apabila sampai ditahan dan dipenjara oleh penguasa Syariah itu.  Namun
> si polisi Syariah dengan wajah ramah menawarkan agar berdamai saja dan
> mengancam bahwa penjara Syariah lebih sadist dari neraka, akhirnya si
> wanita miskin ini bersedia membayar uang damai dengan memberikan semua
> simpanan uangnya dirumah untuk diberikan kepada polisi Syariah yang
> ramah ini.
>
> Kejadian diatas adalah hanya satu contoh saja dari kebejadan amoral,
> dan biadabnya negara Syariah.
>
> Masih ada ratusan juta kasus yang mirip diatas yang dialami setiap
> umat Islam diseluruh negara2 Syariah, antara lain di Aceh baru2 ini
> tertangkap polisi Syariah yang melakukan perzinahan, dan korban yang
> dijadikan kebuasan nafsunya ini adalah korban yang mulanya dituduh
> melanggar Syariah karena salah mengenakan jilbabnya.  Daripada dihukum
> cambuk yang biaya rumah sakitnya bisa puluhan juta, akhirnya wanita
> yang dituduh melanggar Syariah ini bersedia mengangkang untuk memberi
> kesempatan polisi Syariah menikmati dan melepaskan Syahwatnya sebagai
> ganti kebebasan dirinya dari hukuman Syariah yang lebih keji.
>
>
> > Roslan Salleh <roslan.salleh@> wrote:
> > Sejarah zaman khalafiah....umat Yahudi lebih
> > gembira berada di bawah penguasaan Islam,
> > dan derita di bawah penguasaan Kristen atau
> > Parsi. Malah di Sepanyol, mereka kristen lebih
> > gembira berada di bawah penguasaan Islam.
> > Sama seperti di Baitulmaqdis.
> >
>
>
> Darimana anda bisa mengetahui bahwa perasaan orang Yahudi lebih
> gembira dibawah pemerintahan Islam ???
>
> Karena kalo kita merujuk kepada kenyataan yang ada, lebih banyak
> orang2 Islam yang pindah ke-negara2 yang bukan Islam yang bercampur
> dengan banyak orang2 Yahudi.
>
> Sebaliknya, belum pernah ada orang Yahudi yang minta suaka politik ke
> negara Islam ataupun mau pindah ke negara Islam.
>
> Bahkan lebih ekstreem lagi, orang2 Palestina yang Islam ber-bondong2
> pindah ke Israel sehingga terpaksa pemerintah Israel yang Yahudi ini
> mendirikan tembok2 untuk mencegah masuknya semua orang2 Palestina
> Islam ini ke Israel untuk tinggal dan bekerja di negara yang
> demokratis yang anti-Syariah Islam.
>
> Anda juga seharusnya tahu, ratusan ribu pengungsi Islam dari
> Afghanistant yang melarikan diri dari negara Taliban ini menuju
> Indonesia untuk membuat surat2 palsu agar bisa masuk ke negara
> Australia yang bukan Islam bahkan anti-Syariah Islam.  Padahal
> Indonesia itu mayoritasnya muslim dan ada beberapa daerah telah
> menegakkan Syariah Islam, tetapi kenapa umat Islam ternyata tidak
> bahagia, tidak gembira, bahkan berbohong memalsu surat2 untuk bisa
> diterima di Australia ???  Ini kenyataan yang fakta2nya lengkap dan
> bisa ditanyakan kepada pihak immigrasi maupun bisa anda ketemu sendiri
> orang2 Afghanistant yang tertangkap dan dipenjara dipenjara immigrasi
> sambil diperas doku-nya meskipun saudaranya sendiri sesama Islam.
>
> Tulisan, ucapan, dan pendapat anda itu konyol sekali bukan???  bahkan
> termasuk berbohong dengan mendakwahkan sesama umat Islam dengan
> pendapat yang bertentangan ini, dan fitna yang sebenarnya.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
> --- End forwarded message ---
>

Kirim email ke