http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/10/13571030/Jangan.Coba-coba.Menebar.Teror

Senin, 10 November 2008 | 13:57 WIB

JAKARTA, SENIN - Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Inspektur
Jenderal Polisi Susno Duadji mengimbau masyarakat agar jangan menyebarkan
teror melalui pesawat telepon maupun telepon selular. Oknum yang tertangkap
akan dikenai pelanggaran pasal Undang-Undang Antiterorisme, dengan hukuman
mulai dari 15 tahun, hukuman seumur hidup, sampai dengan hukuman mati.

"Jadi, jangan sekali-kali mencoba menyebarkan teror. Siapa pun itu, pasti
tim cyber crime Detasemen Khusus 88 dapat melacaknya, baik menggunakan
telepon prabayar maupun pascabayar, baik di dalam negeri maupun luar
negeri," ujar Irjen Pol Susno dalam jumpa pers, Senin (10/11) di Mabes
Polri, Jakarta. Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Kepala Divisi Humas
Irjen Abubakar Nataprawira, dan Wakil Kepala Densus 88 Kombes Saud Usman
Nasution.

Saud menjelaskan, tersangka kasus penyebar teror terkait eksekusi mati
Amrozi dkk berinisial HJ, 25, berhasil dibekuk oleh Densus 88 di rumahnya,
di pedalaman Kalimantan Timur, Minggu (9/11). Saat ini, HJ menjalani proses
pemeriksaan oleh aparat.

HJ diketahui mengirimkan pesan singkat kepada sejumlah pejabat dan nomor
polisi 1717 dengan menggunakan dua nomor telepon selularnya, masing-masing
GSM dan CDMA, dengan nomor akhir 1202 dan 7071. Ia mengancam akan meledakkan
beberapa fasilitas dan infrastruktur Jakarta jika eksekusi dilaksanakan.

Ketika dikonfirmasi mengenai jati diri warga pendatang tersebut, Usman
menolak memberikan komentar lebih lanjut. "Semuanya masih dalam proses
penyidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Abubakar menambahkan, pihaknya telah menangkap
tersangka penyebar teror lainnya, DM, 26, di daerah Lebak, Banten. Sama
dengan HJ, melalui pesan singkatnya, DM mengaku akan meledakkan sejumlah
fasilitas umum jika Amrozi Cs dieksekusi mati.

HIN
Sent from my BlackBerry (c) Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Kirim email ke