Kursus Jurnalisme Sastrawi XVI


Jakarta, 7-16 Januari 2009





Hari ini
hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news dari suratkabar.
Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau internet.
Tantangan baru muncul: bagaimana cara menulis panjang? Bukankah
relevansi suratkabar makin terletak pada kemampuannya menyajikan
analisis?





Tawaran ini di New York dijawab Tom Wolfe pada 1973. Wolfe mengenalkan sebuah 
genre baru saat itu: New Journalism.
Ia mengawinkan disiplin keras dalam jurnalisme dengan daya pikat
sastra. Ibarat novel tapi faktual. Genre ini mensyaratkan liputan
dalam, namun memikat. Genre ini kemudian dikenal dengan nama narative
reporting atau literary journalism. Menurut Nieman Reports, sejak
1980an, suratkabar-suratkabar di Amerika banyak memakai elemennya
ketika kecepatan televisi memaksa tampil dengan laporan mendalam.





Di
Jakarta, genre ini diperkenalkan lewat sebuah kursus pada Juli 2001.
Mula-mula hanya dua kali namun permintaan tetap datang.
Angkatan-angkatan baru pun dibuat setiap satu semester. Peserta datang
dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari Pontianak
hingga Kuching, dari Ende hingga Kupang. Alumninya, kini mulai
bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada
yang sekolah lanjut. 





Kursus ini dibuat dua minggu. Peserta
adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya berpengalaman
sekitar lima tahun. Peserta maksimal 16 orang agar pengampu punya
perhatian memadai buat semua peserta. Calon peserta diharapkan mengirim
biodata dan contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar
peserta lebih awal. Biaya pendaftaran Rp 3 juta. Biaya tersebut sudah
termasuk buku dan materi kursus non buku sekitar 200 halaman serta
coffe break dan makan siang. 





INSTRUKTUR


Janet Steele --
Profesor dari George Washington University, spesialisasi sejarah media,
mengajar mata kuliah narrative journalism. Menulis buku The Sun Shines
for All: Journalism and Ideology in the Life of Charles A. Dana dan
Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s 
Indonesia, yang ahlibahahaskan oleh Arif Zulkifli dan diterbitkan oleh P.T. 
Dian Rakyat tahun 2007.  Juga menulis tentang jurnalisme di Timor Leste dan 
Malaysia.  





Andreas Harsono
-- Wartawan feature service Pantau, anggota International Consortium of
Investigative Journalists, mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas
Harvard. Menyunting buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam
dan Memikat. Kini menyelesaikan buku From Sabang
to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, membahas
hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di
Indonesia dan Timor Lorosae.





SILABUS 





MINGGU PERTAMA oleh Janet Steele





Rabu, 7 January 2009 pukul 10:00-12:00
– Pembukaan: perkenalan, membicarakan silabus dan membagi tugas.
Diskusi tentang kemungkinan jurnalisme sastrawi untuk keperluan
suratkabar, lebih praktis, serta sejarah dan perbedaan antara "new,"
“literary" dan "narrative" journalism. 





Bacaan: “The Girl of
the Year” oleh Tom Wolfe;  “Dua Jam Bersama Hasan Tiro” oleh Arif
Zulkifli;  “A Boy Who Was Like a Flower” oleh Anthony Shadid, “For Now,
Indonesian Fishermen Are Forced to Abandon the Sea Officials Must Move
Quickly to Revive Industry, Advocates Say” oleh Ellen Nakashima,
“Soldiers Face Neglect, Frustration At Army’s Top Medical Facility”
oleh Dana Priest dan Anne Hull, “Violence Change Fortunes Of Storied
Baghdad Street” oleh Sudarsan Raghavan.





Rabu, 7 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi lanjutan tentang definisi jurnalisme sastrawi, dari Tom
Wolfe hingga Mark Kramer, dan pengaruhnya pada perkembangan suratkabar
mainstream di Amerika Serikat. 





Tugas
untuk hari Kamis:  Menulis tentang sebuah peristiwa yang disaksikan. 
Mulai dengan adegan, tanpa "penjelasan." bersadarkan karya Tom Wolfe
"The Girl of the Year." Topiknya bisa apa saja tapi yang bisa memikat
pembaca untuk membaca narasi itu. Mohon tak membuat lebih panjang dari
dua halaman, dua spasi  agar semua peserta bisa mendapat bagian
membacakan karyanya.





Kamis, 8 Januari
 2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang pekerjaan rumah. 





Bacaan: 
“Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini; sebagian dari buku
“In Cold Blood” karya Truman Capote dan kliping dari harian The New York Times 
pada 1959 “Wealthy Family, 3 of Family Slain.”





Kamis, 8 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi tentang immersion reporting berdasarkan karya Truman Capote
“In Cold Blood” serta membandingkannya dengan “Sebuah Kegilaan di
Simpang Kraft.”





Tugas untuk hari Jumat: Tulislah sebuah narasi
dengan gaya orang pertama (“saya” atau “aku” atau “abdi” atau “gua”
atau lainnya) untuk menggambarkan sebuah adegan. Gunakan model “Buru,
Menziarahi Negeri penghabisan” oleh Amarzan Loebis, dimana Amarzan
memasukkan dirinya dalam laporannya. Bahan ini akan dibacakan di depan
kelas. Panjang maksimal dua halaman, dua spasi.





Jumat, 9 Januari 2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang pekerjaan rumah yang 
dibuat berdasarkan “Buru, Menziarahi Negeri penghabisan” serta persoalan kata 
“saya.”





Bacaan:
“Tikungan Terakhir” (laporan kematian wartawan Rudi Singgih) oleh Agus
Sopian; “It’s an Honor” oleh Jimmy Breslin, “Buru, Menziarahi Negeri
penghabisan” oleh Amarzan Loebis.


  


Jumat, 9 Januari 2009 pukul 13:00-15:00
-- Diskusi tentang persoalan struktur narasi, dan bagaimana
memanfaatkan narasi dalam berita hangat (breaking news) dengan contoh
“Tikungan Terakhir” oleh Agus Sopian dan “It’s an Honor” oleh Jimmy
Breslin. Penutupan serta tanya jawab dan penyerahan sertifikat.





MINGGU KEDUA oleh Andreas Harsono





Senin, 12 Januari 2009 pukul 10:00-12:00 -- Diskusi tentang
 dasar-dasar dan etika jurnalisme. Pedomannya, The Elements of Journalism karya 
Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. [Andreas Harsono]   





Bacaan: Buku
Sembilan Elemen Jurnalisme terjemahan karya Kovach dan Rosenstiel
disediakan dalam paket. Ada resensinya oleh Andreas Harsono. “Media
Bias in Covering the Tsunami in Aceh” karya Andreas Harsono.





Senin, 12 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 – Diskusi soal jurnalisme sastrawi, 
membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi, tujuh pertimbangan dalam genre 
ini. 





Bacaan: “Kegusaran Tom Wolfe” oleh Septiawan Santana Kurnia; “Ibarat Kawan Lama
Datang Bercerita” oleh Andreas Harsono dalam buku Jurnalisme Sastrawi;
laporan-laporan dalam Nieman Narrative Journalism Conference.





Tugas
untuk hari Rabu: Perhatikan sesuatu di lingkungan Anda. Bikin deskripsi
dengan padat. Manfaatkan penciuman, pendengaran, warna, gerakan,
kasar-halus, kontras (lucu, aneh, menarik) dan sebagainya. Hindarkan
klise macam “nyiur melambai” atau “angin sepoi-sepoi.” Bikin deskripsi
yang akan merampas perhatian pembaca! Maksimal satu halaman. Bacalah
”Reporting in the key to good journalism” oleh Steven A. Holmes.





Rabu, 14 Januari 2009 pukul 10:00-12:00
– Diskusi lanjutan soal jurnalisme dan masalahnya dengan
nasionalisme-agama-etnik-ideologi-gender. Contoh-contoh dari Indonesia.






Bacaan tambahan: “The Ethnic Origins of Religious Conflict in
North Maluku Province, 1999-2000” oleh Chris Wilson; “Panasnya
Pontianak, Panasnya Politik” oleh Andreas Harsono dan Douglas Kammen;
"Fire Without Smoke and other phantoms of Ambon's violence" oleh
Patricia Spyer.





Rabu, 14 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 – Diskusi struktur narasi dengan contoh 
“Hiroshima” karya John Hersey. 





Bacaan:
 “Hiroshima” oleh John Hersey; “Menyusuri Jejak John ‘Hiroshima’ Hersey” oleh 
Bimo Nugroho.





Tugas
untuk hari Jumat: Carilah seseorang yang menarik serta wawancarailah
dia. Gunakan wawancara itu guna membuat deskripsi dan dialog. Pilih
kalimat-kalimat yang bernas, memikat, indah, kuat serta menyentak.
Maksimal satu halaman. Pikirkan dampak dari setiap kalimat dalam
mengikat emosi pembaca.





Jumat, 16 Januari 2009 pukul 10:00-12:00
– Satu isu namun muncul dalam empat pendekatan. Isunya Aceh. Munculnya,
empat naskah, empat gaya, empat struktur. Juga akan mendiskusikan
pekerjaan rumah. 





Bacaan: “Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” karya Alfian Hamzah; “Republik 
Indonesia Kilometer Nol” karya Andreas Harsono; “Sebuah Kegilaan di Simpang 
Kraft” karya Chik Rini. 





Jumat, 16 Januari 2009 pukul 13:00-15:00 -- Diskusi tentang sumber anonim
 dan teknik interview. Berlatih interview dengan bantuan video dan layar 
televisi.





Bacaan: “Tujuh Kriteria Sumber Anonim”; “Ten Tips for Better Interviews;” 
“Interviewing Sources” oleh Isabel Wilkerson.





Informasi hubungi:





Siti Nurrofiqoh


Pantau


Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD



Jakarta Selatan 12220



Telp/Fax. 021 722-1031/021-7221055



Mobile. 081382460455


Email: [EMAIL PROTECTED]



Website. www.pantau.or.id





***







      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke