http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=asia&id=294

Cina Mengumumkan Rencananya Tentang Hak Asasi Manusia Kepada Dunia


Monday, Nov. 10, 2008 Posted: 11:07:50AM PST




Cina akan mengeluarkan sebuah "rencana aksi mengenai hak asasi manusi" guna 
mengembangkan demokrasi dan memperkuat peraturan hukum,"menurut keterangan 
salah seorang pejabat pemerintahan Cina minggu ini. 

Ini adalah yang pertama kalinya pemerintah komunis terus menerus menghadapi 
kritikan dari dunia internasional terhadap catatan hak asasi manusia yang 
rencananya akan diumumkan sebagai suatu perubahan mengenai hak asasi manusia 
terhadap warga negaranya. 

"Menghormati dan melindungi hak asasi manusia..merupakan suatu tujuan dan 
prinsip yang sangat penting bagi pemerintah Cina dan partai komunis,"tutur Wang 
Chen kepala Dewan Informasi Pemerintahan kepada kantor berita resmi Xinhua.

Akan tetapi dia tidak mengatakan kapan rencana tersebut akan dikeluarkan dan 
tidak menunjukkan apakah kementrian pertahanan dan keamanan negara bagian juga 
akan dilibatkan di dalamnya, menurut Reuters.

Rencana ini disebutkan akan menjadi cetak biru bagi perubahan di masa depan 
yang mana di dalamnya mencakup "pengembangan demokrasi, memperkuat pemerintahan 
yang berdasakan hukum, memperbaiki mata pencaharian bagi rakyat,melindungi 
hak-hak perempuan, anak-anak dan etnis minoritas, serta meningkatkan kesadaran 
akan hak asasi manusia,"berdasarkan laporan dari sebuah kantor berita. 

Akan tetapi pemberitahuan tersebut ditanggapi skeptis oleh kelompok-kelompok 
hak asasi manusia yang mana mereka menuduh hal tersebut sebagai suatu cara 
Beijing untuk menarik perhatian masyarakat untuk waktu tiga bulan ke depan 
sebagai masa tinjauan bagi negara tersebut yang dilakukan oleh Dewan Hak Asasi 
Manusia PBB. 

"Kebanyakan pengamat internasional yang mengikuti perkembangan hak asasi di 
Cina menganggap semua hal ini hanya sekedar obat cuci mata,"ujar Jerome Co- 
Hen, anggota senior Council on Foreign Relations di New York, menurut Los 
Angeles Times. "Merupakan suatu yang luar biasa apabila pemerintah Cina mau 
membuka diri dan mendiskusikan kasus-kasus yang terjadi. Para pengamat hak 
asasi manusia hanya menginginkan suatu kenyataan, bukannya sesuatu yang 
bersifat prinsip. 

Dilain pihak banyak orang merasa optimis terhadap pemberitahuan tersebut, dan 
mengatakan bahwa setidaknya Cina mau mengakui betapa pentingnya hak asasi 
manusia itu. 

"Lima tahun lalu anda bahkan tidak dapat mengatakan tentang hak asasi manusia 
di Cina, oleh karena itu sepantasnya pemerintah Cina dihargai karena setidaknya 
telah mengucapkan suatu kata mengenai hak asasi manusia,"ujar Sara Davis, 
direktur eksekutif New York-basis dari Asia Catalyst, yang menyediakan bantuan 
kepada kelompok-kelompok di Cina yang memperjuangkan hak asasi manusia. 

"Apa yang sangat dibutuhkan saat ini adalah perbaikan hukum dan prosedur 
undang-undang kriminalitas. Hal tersebut akan menjadi perwujudan nyata dari 
rencana mereka,"tambahnya. " Serta dapat juga memberikan perlindungan guna 
melawan penyalahgunaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Jika hal tersebut 
termasuk di dalamnya, maka ini merupakan suatu yang pantas dirayakan. 

Cina dikenal banyak memenjarakan para pembangkang politik dan kaum minoritas 
agama, termasuk Kristiani di gereja-gereja rumah, yang mana keberadaannya tidak 
duisetujui oleh badan keagamaan pemerintah. Cina juga dikenal banyak menyiksa 
para tawanan serta memenjarakan orang tanpa melakukan pemeriksaan pengadilan 
terlebih dahulu. 

Kirim email ke