> "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Refleksi: Apakah diharuskan hafal?
> Mungkin saja Pak Gubernur dulunya
> tidak tahu dan sekarang sudah lupa. 
> http://www.sinarharapan.co.id/nusantara/index.html
> 


Bukan Pancasila yang harus di hafal tapi Quran.
Gubernur seharusnya wajib memahami Pancasila dan UUD 1945 bukan
memahami Quran, wajib berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik
bukan bahasa Arab.









>  
> Semut Merah di Kacamata
> Gubernur Riau Tidak Hafal Teks Pancasila
> Oleh
> Denny Winson
> 
> 
> Pekanbaru - Ini sudah keterlaluan! Seorang pejabat seperti Gubernur
Riau Wan Abubakar tidak hafal teks Pancasila.
> Ironisnya lagi, ketidakhafalan Wan itu disaksikan ratusan pegawai
negeri sipil (PNS) yang mengikuti upacara bendera di halaman kantor
Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
> 
> Dari pengamatan SH, Wan waktu itu bertindak sebagai Inspektur
Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11). Selaku Inspektur
Upacara, Gubernur Riau berkewajiban membaca teks Pancasila. 
> 
> Dari sila pertama hingga sila keempat, Wan Abubakar lancar-lancar
saja. Tetapi ketika pada sila kelima, entah mengapa Wan mendadak
terdiam beberapa detik.
> Peserta upacara pun menjadi bertanya-tanya, apakah teks Pancasila
yang dibacakan Gubernur Riau itu tidak lengkap atau memang Wan sendiri
yang betul-betul lupa. Jika memang Wan Abubakar lupa, ini betul-betul
keterlaluan.
> 
> Terlepas dari soal itu, Gubernur Riau memang tidak menuntaskan
pembacaan lima sila dalam teks Pancasila. Wan hanya membaca empat sila
dari lima sila teks yang ada. Perbuatan Wan ini tentunya menjadikan
pertanyaan di kalangan wartawan yang menyaksikan kejadian tersebut.
Usai upacara, mantan Wakil Gubernur Riau ini langsung dikejar
wartawan. Kepada wartawan, Wan mengakui kalau dia memang tidak membaca
sila kelima Pancasila.
>


Kirim email ke