Sebagai Pemimpin daerah yang daerahnya menjadi penghasil minyak bumi dan 
mineral lainnya...saya pikir,  Gubenur tidak lupa teks pancasila, nuraninya 
yang menolak bahwa daerahnya koq diharuskan bersikap adil dan sosial BAGI 
SELURUH rakyat Indonesia,
   
  Ini juga mungkin pesan tersirat dari pak Gubenur bahwa Jakarta tidak punya 
apapun tapi paling kaya...sementara daerah kaya...tidak bisa menikmati hasil 
kekayaan daerahnya lebih leluasa dan masih perlu diatur dengan jelimet oleh 
JAKARTA
   
  Bukankah jadi seperti pejajahan tersirat?
  
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Refleksi: Apakah diharuskan hafal? Mungkin saja Pak Gubernur 
dulunya tidak tahu dan sekarang sudah lupa. 
   
  http://www.sinarharapan.co.id/nusantara/index.html
  
 
  Semut Merah di Kacamata
Gubernur Riau Tidak Hafal Teks Pancasila

Oleh
Denny Winson

  
Pekanbaru - Ini sudah keterlaluan! Seorang pejabat seperti Gubernur Riau Wan 
Abubakar tidak hafal teks Pancasila.
Ironisnya lagi, ketidakhafalan Wan itu disaksikan ratusan pegawai negeri sipil 
(PNS) yang mengikuti upacara bendera di halaman kantor Gubernur Riau, Jalan 
Jenderal Sudirman Pekanbaru.
  
Dari pengamatan SH, Wan waktu itu bertindak sebagai Inspektur Upacara 
Peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11). Selaku Inspektur Upacara, Gubernur 
Riau berkewajiban membaca teks Pancasila. 
  
Dari sila pertama hingga sila keempat, Wan Abubakar lancar-lancar saja. Tetapi 
ketika pada sila kelima, entah mengapa Wan mendadak terdiam beberapa detik.
Peserta upacara pun menjadi bertanya-tanya, apakah teks Pancasila yang 
dibacakan Gubernur Riau itu tidak lengkap atau memang Wan sendiri yang 
betul-betul lupa. Jika memang Wan Abubakar lupa, ini betul-betul keterlaluan.
  
Terlepas dari soal itu, Gubernur Riau memang tidak menuntaskan pembacaan lima 
sila dalam teks Pancasila. Wan hanya membaca empat sila dari lima sila teks 
yang ada. Perbuatan Wan ini tentunya menjadikan pertanyaan di kalangan wartawan 
yang menyaksikan kejadian tersebut. Usai upacara, mantan Wakil Gubernur Riau 
ini langsung dikejar wartawan. Kepada wartawan, Wan mengakui kalau dia memang 
tidak membaca sila kelima Pancasila. 
  

                           

       

Kirim email ke