Benar ... opini anda benar sekali... itulah cara2 orang islam merayakan 
kemenangan harus butuh kurban... mirip-mirip dengan ritual Idhul Qorban lah
Dan perhatikan siapa yang meliput berita ini ... Hidayatullah!! hehehe... 
kenapa bukan KOMPAS ato Jawa Pos ato lainnya... kenapa FPI diam yaa ?!

Apa yang dimaksud "Syukuran Kemenangan" ??
Kemenangan teroris ato islam ??... kalo membingungkan begini koq se-olah2 
mengakui sendiri islam = teroris,  soalnya sulit kalo itu dikatakan kemenangan 
islam, menang atas apa ?? Hidayatullah sendiri kenapa bodoh begitu yaa ?.. 
website ini milik UIN (IAIN) ??  

murtad
--- On Thu, 13/11/08, gkrantau <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: gkrantau <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Re: Keluarga Amrozi Adakan Syukuran "Kemenangan"
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Thursday, 13 November, 2008, 12:29 PM










    
            RUPANYA BANYAK umat Islam yg
bener2 living in denial. Aku jadi teringaat membaca di library articles
ttg 'The Six Day War' - Harb al Ayyam as Sita -(1967) antara Israel yg diserbu 
oleh 7 negara Arab.



Tiny Israel (satu per 40 dari negara2 aggressor) dlm waktu 6 hari berhasil 
tidak saja mengalahkan Mesir, Lebanon, Syrial, etc. tapi 100% melumpuhkan AU 
Mesir, menghancurkan 1000 tank-nya dan menyebabkan penyerahan puluhan ribu 
pasukan Mesir serta mencaplok territories dari Mesir, Lebanon, Jordan dst.

Beberapa taon lalu aku membaca articles dari Suratkabar2 negara2 Islamiah (yg 
kalah perang tsb.). Mereka secara ngawur dan dusta (mendustai bangsanya 
sendiri) menggambarkan hasil dari perng yg cuman 6 hari itu sebagain KEMENANGAN 
ISLAM.

Aku samasekali tidak terkejut ketika keluarga Amrozy mengadakan sukuran atas 
kemenangan Amrozy cs. Di Sirat Rasul kalo aku gak salah ada juga pesta 
kemenangan yg sebenarnya kekalahan dahsyat.

Gabriela Rantau.
.


--- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.hidayatu llah.com/ index.php? option=com_ 
> content&view=article&id=7905:keluarga- amrozi-adakan- syukuran- 
> kemenangan&catid=1:nasional&Itemid=54
> 
>       Keluarga Amrozi Adakan Syukuran "Kemenangan" 
>            
>       Tuesday, 11 November 2008 16:02  
>       Ada yang istimewa di rumah keluarga Amrozi dan Ali Ghufron. Hari kedua 
> setelah pelaksanaan eksekusi mereka menggelar syukuran "kemenangan" . Bukan 
> bersedih, justru bergembira. Lha kok?
> 
> 
> 
>       Hidayatullah. com--Ada pemandangan menarik di hari kedua, Selasa , (11 
> /11) sore.  Sekitar 50 an orang duduk berkumpul penuh hikmat di rumah 
> orangtua Amrozi, Mbok Tariyem.  Mereka menggelar acara syukuran "kemenangan" .
> 
>       Acara bertajuk "Tasyakuran Kemenangan Umat Islam dalam Menyambut Syahid 
> (Insyaallah) Ali Ghufron dan Amrozi, Mereka Bukan Teroris", digelar dalam 
> rangka menyambut dan member dukungan terhadap keluarga korban.
> 
>       Acara dilaksanakan dengan sangat sederhana dan sepi dari liputan media 
> massa. Satu-satunya media yang beruntung melihat pemandangan ini hanyalah 
> hidayatullah. com.
> 
>       Pelaksanaan tasyakuran dilakukan usai shalat Ashar itu hanya dihadiri 
> pihak keluarga dan sahabat terdekat. Acara diisi dengan tausiyah beberapa 
> sahabat dekat dan wakil keluarga. 
> 
>       "Acara ini dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa kita tidak bersedih, " 
> ujar ustad Ashari. 
> 
>       Ia juga menampik berita-berita di berbagai media massa di mana 
> dijelaskan bahwa almarhum Ali Ghufron dan Amrozi digambarkan meninggal dalam 
> keadaan pucat. Gambaran seperti itu menurutnya hanya ditujukan agar pihak 
> keluarga dan sahabatnya dalam keadaan sedih dan takut. Padahal yang terjadi 
> tidaklah demikian.  
> 
>       "Mungkin bagi banyak kalangan, kehadiran almarhum tidak ada yang 
> menyambut, tidak ada yang simpati atau bahkan ditolak masyarakat. 
> Alhamdulillah, tidak seperti itu",  tambahnya. Bahkan menurutnya, yang 
> terjadi justru sebaliknya. Pelayat dan masyarakat yang hadir ribuan orang 
> sampai harus berjalan berkilo-kilo jaraknya. Berdasarkan pantauan 
> hidayatullah. com, sampai Selasa sore kemarin, pelayat yang datang masih 
> antri dari berbagai kota.
> 
>       Selain itu, menurut Ashari, tasyakuran ini untuk mengenang tauladan 
> kedua almarhum. Diantaranya sikap konsisten, selalu menjauhkan hal-hal yang 
> subhat dan optimisme yang luar biasa terhadap perjuangan Islam. "Sampai akhir 
> hayat, mereka berdua tidak pernah memakan makanan yang diberikan dari Lembaga 
> Pemasyarakatan (LP)", tambahnya.
> 
>       Menurut Ashari, apakah kedua almarhum diberi gelar syuhada atau tidak, 
> terserah masyarakat yang menilai. Tapi ketiganya (Imam Samudra, Ali Ghufron 
> dan Amrozi, red) telah menjadi "tauladan" sepanjang yang diyakininya benar 
> dan dibawa dengan konsisten. 
> 
>       Ashari kemudian menutup tausiyah nya dengan membacakan kisah Ibnu 
> Taimiyyah saat dimasukkan dalam jeruji besi oleh penguasa di sebuah penjara 
> di benteng Damaskus. 
> 
>       Menurutnya, kala itu Ibnu Taimiyah sempat berkata, "Apakah gerangan 
> yang akan diperbuat musuh-musuhku kepadaku? Syurgaku dan kebunku ada di 
> dadaku. Ke mana pun aku pergi, dia selalu bersamaku dan tidak pernah 
> meninggalkanku. Sesungguhnya penjaraku adalah tempat khuluwat-ku, kematianku 
> adalah mati syahid, dan terusirnya diriku dari negeriku adalah rekreasiku".  
> 
>       Acara kemudian dilanjutkan dengan makan gulai kambing yang merupakan 
> sumbangan dari para kerabat dan sahabat dekat Amrozi dan Ali Ghufron. [
>



      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke