http://surabaya.detik.com/read/2008/11/13/185224/1036601/475/mahkota-bocah-5-tahun-nyaris-direnggut-pria-beristri

Kamis, 13/11/2008 18:52 WIB


Mahkota Bocah 5 Tahun Nyaris Direnggut Pria Beristri
Zaini - detikSurabaya

Banyuwangi - Lugu dan lucu, membuat darah Kamal (40) berdesir saat melihat SN 
(5) tetangganya. Warga Dusun Sumber Sari, Desa Pakistaji, Kabat, Banyuwangi ini 
nyaris memperkosa putri dari Lina Astuti.

Beruntung kenekatan itu kepergok ibunya. Meski begitu, korban yang sudah 
ditinggal ayahnya meninggal mengalami shok berat dan mengalami beberapa luka 
memar di paha kirinya karena dianiaya. Penganiayaan itu diduga untuk mengancam 
korban agar tidak berteriak.

Peristiwan itu bermula saat Astuti memergoki Kamal sekitar pukul 11.00 WIB 
Kamis (13/11/08). Saat itu dirinya kebingungan mencari keberadaan anak semata 
wayangnya. Dari seorang tetangga, Astuti mengetahui keberadaan anaknya bersama 
Kamal. Tanpa menunggu lama Astuti langsung masuk ke rumah Kamal yang 
bersebelahan dengan rumahnya.

Darah Astuti langsung naik saat melihat anaknya berada di atas balai bambu 
dipegangi Kamal. Sementara Kamal sudah dalam posisi bersiap untuk menggagahi 
korban. 

"Begitu melihat saya, Dia (Kamal) langsung merapikan pakaiannya, sementara anak 
saya menangis," ungkap Astuti saat di Mapolsek Kabat Jalan Raya Rogojampi.

Sesaat kemudian, SN sudah dalam dekapan Astuti. Saat itu juga Astuti melaporkan 
perbuatan Kamal ke Polsek Kabat. Tak berapa lama, polisi mengamankan Kamal. 
Sementara SN langsung dimintakan visum untuk menguatkan laporannya.

Pelaku sendiri mengaku khilaf. Niat itu, sambung Kamal, datang? saat SN meminta 
bunga pada dirinya. "Entah mengapa tiba-tiba nafsu birahi saya datang melihat 
anak itu, saya langsung membawanya ke kamar," ungkapnya kepada wartawan.

Kapolsek Kabat, Iptu Sunarto ditemui di kantornya mengaku pihaknya akan meminta 
bantuan unit pemeriksaan perempuan dan anak (PPA) Polres Banyuwangi. Namun hal 
itu baru akan dilakukannya jika kondisi korban sudah tenang. 

Sementara pelaku dijerat dengan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. 
"Kita terapkan pasal 82 subsider pasal 80 ayat 1, karena pengakuan tersangka 
sempat memegangi alat vital korban," bebernya.(fat/fa

Kirim email ke