Atau mungkin hanya korban?

Soalnya permainan politik seperti ini hanya dimiliki orang2 yang
memiliki intelektual tingkat tinggi. Orang2 model Tawang yang
wawasannya pas2an adalah korban hasutan yang dibutuhkan di grass root
untuk melakukan pengukuhan suatu ideologi.

Makanya wang, lebih dekatkan diri ke Tuhan, jangan ke AQ atau datang
ke sholat2 Jumat, yg menunya cuma angka 19, orang2 Non muslim yg
convert ke Islam, fitnah sana sini, atau jelek2in agama lain.



--- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sepertinya Mbah Tawangalun lulusan LIPIA juga nih
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: "jurnalisme" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, November 14, 2008 3:46 PM
> Subject: Re: [mediacare] (LIPIA - hasil didikan nya - Jasa Arab
Saudi ??? ) 
> Re: Jasa Arab Saudi terhadap Indonesia - terserah ente percaya ato tidak
> 
> 
> Dengan kata lain FPI juga menikmati dana dari asing?
> KM
> 
> ----Original Message----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: 14/11/2008 14:36
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: "jurnalisme"<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]
> com>
> Subj: [mediacare] (LIPIA - hasil didikan nya - Jasa Arab Saudi ??? )
> Re: Jasa Arab Saudi terhadap Indonesia - terserah ente percaya ato
> tidak
> 
> Mumpung sedang membicarakan Arab Saudi.
> Berikut adalah rangkuman sepak terjang salah satu alumnus LIPIA
> (universitas
> yg di biayai oleh Arab Saudi)
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> Apa Sebenarnya Tujuan Akhir FPI dan Kaum Islamis
> Lainnya?<http://idhamdeyas.blogspot.com/2008/06/apa-sebenarnya-tujuan-
> akhir-fpi-dan.html>
> 
> Mungkin saja, Ketua FPI, Muhammad Rizieq Shihab adalah korban
> permainan
> politik. Dengan ideologi puritannya terkadang bisa saja dia dan para
> asistennya menjadi naif dan ekstra lugu. Kalau kita lebih jeli melihat
> aksi-aksi politik FPI, tentu kita bisa menarik dari arah mana sumber
> dukungan ke FPI ini berasal.
> Kalau saya tidak salah, FPI (dengan Laskar Pembela Islam nya) pertama
> kali
> muncul dalam demo tanggal 17 Agustus 1998. Mereka menentang semua
> elemen-elemen aksi yang menolak Habibie menjadi presiden.
> Pada Bulan Agustus 1999, FPI/LPI melakukan demo ke MPR. Mereka
> mendukung
> pemilihan kembali Habibie menjadi presiden, dan menolak Megawati
> Soekarnoputri menjadi kandidat presiden dengan alasan "menurut Islam,
> haram
> hukumnya kalau perempuan menjadi presiden.
> Pada kesempatan lain FPI/LPI menyerang Komnas HAM yang sedang
> melakukan
> investigasi beberapa jenderal (termasuk Menteri Pertahanan Wiranto,
> waktu
> itu) yang diduga melakukan pelanggaran HAM berat di Timor Timur.
> Menurut
> FPI/LPI, Komnas HAM tidak membela umat Islam (yaitu para jenderal yang
> muslim) tapi membela orang Timor Timur yang Nasrani.
> Disini saya lebih tertarik untuk melihat ke tataran ideologis yang
> menggerakkan FPI dan para simpatisannya yang mayoritas berideologi
> Islamis
> dan Neo-fundamentalis.
> 
> ***
> 
> Kaum Islamis dan Neo-Fundamentalis menyerukan rekonstruksi sosial dan
> moralitas dengan berdasarkan pada seruan kembali kepada Al-Qur'an dan
> Hadis.
> Mereka ingin menemukan kembali ajaran Islam tanpa ada deviasi
> historis, dan
> distorsi yang berasal dari nalar, sambil menyingkirkan segala tradisi
> budaya
> juga adat istiadat lokal yang menempel di ajaran Islam. Mereka ingin
> memisahkan diri dari islam tradisional yang telah mewujudkan dirinya
> selama
> 1400 tahun akumulasi tradisi pemikiran dalam kitab-kitab khazanah
> klasik dan
> kultur tradisional masyarakat-masyarakat Muslim. Akumulasi ilmu-ilmu
> islam
> ini dianggap sebagai penghambat jalan ke arah pemurnian Islam, jalan
> kembali
> kepada Al-Qur'an dan Hadis.
> Mereka menampilkan pemutusan tajam dengan tradisi-tradisi keislaman
> dan pada
> saat yang sama menyerukan kembali ke masa lalu yang dibayangkan murni,
> masa
> lalu yang dikukuhkan kembali secara berbeda dari realitas sejarahnya,
> masa
> lalu yang steril dari segala "tahyul, bid'ah dan khurafat" yang tidak
> hanya
> berbentuk ziarah kubur waliyullah, penghargaan adat-istiadat lokal,
> tetapi
> termasuk juga tradisi fiqih-ushul fiqih madzhab, ilmu kalam, filsafat
> Islam,
> dan tentu saja tasawuf-thariqat.
> 
> 
> ***
> 
> Ketua FPI, Muhammad Rizieq Shihab, walaupun tidak menjadi Wahabi, dan
> bukanlah penganjur Wahabi tulen, tampaknya telah mengadopsi mentalitas
> Wahabisme Saudi dari tempat ia belajar: *LIPIA* (sekarang ada di
> Warung
> Buncit, di depan Kantor Harian Republika) dan Universitas Ibnu Su'ud
> di
> Riyadh. Jika kolega-kolega Wahabinya mengambil bentuk permusuhan
> terhadap
> musuh-musuh alamiah Wahabi, maka Rizieq Shihab menampilkan model Islam
> konfrontatifnya terhadap apa yang ia pandang maksiat atau kesesatan.
> 
> FPI (dan kelompok islamis dan neo-fundamentalis lainnya seperti HTI,
> MMI,
> dan lain sebagainya) hanyalah salah satu puncak gunung es
> fundamentalisme
> Islam yang bagian terbesarnya di bawah air menjangkau ke ajaran-ajaran
> Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri gerakan Wahabi di Nejd pada abad ke
> 18,
> dan persilangannya dengan gerakan salafi modernis Islam. Muhammad ibn
> Abd
> al-Wahhab (1703-1792) memutuskan untuk memisahkan diri dari
> Kekhalifahan
> Turki Usmani dan mendirikan negara sendiri di Arabia Tengah dan
> wilayah
> Teluk Persia. Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis adalah kredonya,
> sekaligus
> membuang semua fiqih-usul fiqih, tasawuf, dan falsafah warisan abad
> pertengahan. Ibn Abdul Wahhab menyatakan bahwa para Khalifah Turki
> Usmani
> adalah kafir, kerena mereka telah murtad dari Islam.
> 
> ***
> 
> Dari sejak berdirinya hingga sekarang, aliran Wahabi ini melakukan
> aksinya
> dengan dua fokus kerja besar:
> 
> 1. Penghancuran ekspresi kultur Islam tradisional. Kultur Islam
> tradisional
> ini dipandang oleh kaum Wahabi sebagai tahyul, bid'ah, dan khurafat.
> Ini
> terentang mulai dari ziarah kubur waliyullah, kesenian tradisional,
> praktik
> sufisme populis, adat istiadat lokal yang telah membaur dengan
> ekspresi
> Islam populis seperti perayaan maulid, dsb.
> 2. Pengkafiran dan menuding sesat (ini adalah bentuk penghancuran
> kultur
> Islam tradisionalis dalam ranah pemikiran) para ulama dalam 4 pilar
> tradisi
> intelektual spiritual Islam (Fiqih-Ushul Fiqih Madzhab, Tasawuf-
> Thariqat,
> Filsafat Islam, dan Ilmu Kalam Asy'ariyah-Maturidiyah)
> 
> *Wahabi inilah yang menjelma menjadi aliran neo-fundamentalis di
> seluruh
> dunia setelah booming petro dolar Saudi di awal 70-an. Neo-
> fundamentalis
> Wahabi ini terkadang adalah mereka yang mengalami convert atau
> "pemurtadan",
> dari Islam tradisional lalu dibrainwashed oleh lembaga-lembaga
> Pendidikan
> Islam Wahabi di Saudi Arabia atau filialnya (seperti LIPIA di Warung
> Buncit
> Jakarta) menjadi Wahabi yang kaffah atau minimal memiliki mentalitas
> Wahabi.
> *
> 
> 
> Di antara pemula ormas Islam neo-fundamentalis penerima dana Saudi
> yang
> beragenda Wahabisme adalah DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia), dari
> lembaga
> inilah pada tahun 80-an kita mulai mendengar adanya kristenisasi di
> Indonesia, bersamaan dengan eksploitasi permusuhan dan kebencian
> kepada
> kelompok Nasrani di Indonesia. Dari Majalah Media Dakwah terbitan DDII
> inilah semangat kebencian dan permusuhan kepada kelompok yang berbeda
> dengan
> mereka mulai disemai dengan baik, dengan bantuan uang Saudi Wahabi.
> 
> ***
> 
> Gerakan modernis Islam yang digagas oleh Jamaluddin Al-Afghani,
> Muhammad
> 'Abduh, dan Sayed Rayid Ridha pada abad ke 19-awal abad 20 adalah satu
> gerakan pembaruan Islam yang pada awalnya bercita-cita baik, tetapi
> pada
> akhirnya malah membentuk ruang vakum otoritas dalam Islam Sunni. ini
> adalah
> efek samping dari gerakan reformis-modernis, penganjuran ijtihad
> sebagai
> bentuk pembebasan diri dari madzhab-madzhab, dan kembali ke Al-Qur'an
> dan
> Hadis. Gerakan Salafi tiga besar ulama modernis ini akhirnya hanya
> membesar
> di sisi kanan, yang melahirkan tokoh-tokoh Islamis seperti Hasan al-
> Banna,
> Abul A'la al-Maududi, Quthub, Sa'id Hawwa, Mustafa As-Siba'i, lalu
> bercampur
> baur dengan gagasan-gagasan Wahabi hingga melahirkan orang-orang
> seperti
> Osama bin Laden dan para Thaliban di Afghanistan. Dari Hasan Al-Banna
> dan
> Quthub, gagasan-gagasan sisi kanan Salafi ini disuburkan dalam
> Ikhwanul
> Muslimin, dan kemudian diekspor ke Indonesia melalui pengajian-
> pengajian
> Usrah kampus, yang akhirnya berevolusi menjadi partai politik PKS.
> 
> Sisi kiri gerakan salafi yang diwariskan Muhammad 'Abduh ini adalah
> gerakan-gerakan neo-modernis (yang menurut saya adalah ahli waris
> paling
> absah dari gerakan pembaruan Islam dari garis Muhammad 'Abduh) yang
> diwakili
> oleh almarhum Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo, dan Dr. M. Syafi'i
> Anwar
> (salah satu korban insiden 1 juni 08 di Monas) di Indonesia. Sementara
> di
> Timur Tengah dan India diwakili oleh Muhammad Khalafallah, Amin Al-
> Khuli,
> Sayyid Mahmud Al-Qimny, Muhammad Al-Ghazali, Fazlur Rahman, Al-Faruqi,
> Nashr
> Hamid Abu Zaid, dan Hassan Hanafi. Sisi kiri Salafi ini juga
> dibombardir
> dengan tuduhan sesat sejak dulu oleh kaum Wahabi dan "saudara kandung"
> nya di
> sisi kanan Salafi.
> 
> ***
> Kalau kita mengikuti alur berfikir kelompok islamis dan neo-
> fundamentalis
> yang memandang Ahmadiyah sesat, maka dimana pola fikir penyesatan ini
> akan
> berakhir? Ini akan berakhir dalam konflik horizontal ketika satu
> kelompok
> mengklaim mereka adalah pengikut Qur'an-Sunnah yang sebenarnya (dalam
> versi
> Wahabi-Salafi, karena dua kelompok inilah yang mengeksploitasi
> pendekatan
> harfiyah terhadap Qur'an-Sunnah dan selalu berkata "di dalam Islam..",
> "menurut Islam....", "Islam berkata..." sehingga siapa pun yang
> berbeda
> pendapat dengan mereka menjadi otomatis berada di luar Islam),
> sementara
> yang lainnya adalah kelompok sesat atau minimal bid'ah.
> 
> Dalam sebuah fatwa para ulama Islam Wahabi di Saudi Arabia yang
> dikeluarkan
> pada tahun 1991 ( jilid 3: halaman 344) oleh al-Lajnah al-Da'imah li
> al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta' dinyatakan bahwa Syaikh Sayyid
> 'Abdul
> Qadir al-Jailani (pendiri thariqat Qadiriyah yang diamalkan oleh
> banyak
> ulama Nahdlatul 'Ulama dan juga ulama Islam tradisionalis lain di
> Indonesia,
> Malaysia, dan Thailand Selatan) dan Syah Waliyullah Ad-Dihlawi (ulama
> reformer di India) adalah kafir dan musyrik.
> 
> Para ulama fiqih (sebagian besar mereka juga mufassir Al-Qur'an) yang
> juga
> dituduh kafir dan sesat oleh pendiri Wahabi (Ibn Abdul Wahhab) sendiri
> antara lain adalah Fakhruddin ar-Razi (wafat 606H/1210M), Abu Sa'id
> al-Baydhawi (wafat 710H/1310M), Abu Hayyan al-Gharnati (wafat
> 745H/1344M),
> al-Khazin (wafat 741H/1341M), Muhammad al-Balkhi (wafat 830H/1426M),
> Shihabuddin al-Qastalani (w.923/1517M), Abu Sa'ud al-'Imadi (w.
> 982H/1574M),
> dan masih banyak lagi.
> 
> Dalam logika berfikir penyesatan kelompok lain ini, maka pada akhirnya
> kelompok sesat dan bid'ah ini tidak hanya Ahmadiyah (perlu diingat
> bahwa ada
> tidaknya nabi yang tidak membawa risalah setelah Nabi Muhammad adalah
> problem khilafiyah dalam filsafat Islam, dan Tasawuf falsafi. Tidak
> lebih
> parah dari problem khilafiyah dalam filsafat Islam tentang Tuhan hanya
> mengetahui yang partikular seperti dikatakan Ibnu Rusyd, dan Tuhan
> mengetahui segala-galanya seperti yang dikatakan Al-Ghazali, atau
> perkataan
> Ana al-Haqq oleh Al-Hallaj, dan para Wali itu lebih utama dari pada
> para
> Nabi seperti yang dikatakan oleh Ibnu 'Arabi), tetapi terentang mulai
> dari
> Islam Syi'ah; pengikut thariqat-thariqat sufi yang hobi zikir dan
> sholawat
> beraneka macam; ulama nahdliyyin yang masih tabarrukan, ziarah ke
> kuburan
> waliyullah, dan mengamalkan talqin dan tawassul; aktivis Jaringan
> Islam
> Liberal; pemikir Islam yang mencoba mengaplikasikan gagasan-gagasan
> rasional
> filsafat barat ke dalam kajian Islam; ulama fiqih madzhab (dengan
> nalar
> ushul fiqih tradisionalnya) yang mencoba mengkritik gagasan kaum
> fundamentalis yang selalu berkata "menurut Islam.."; cendekiawan Islam
> Sunni
> yang mengadopsi pemikiran Abdul Karim Soroush dan Mohsen Kadivar yang
> Syi'i,
> aktivis religius sinkretik yang memadukan zikir naqsyabandi dengan
> reiki,
> kundalini dan yoga; ...... saya yang menulis artikel ini dan juga Anda
> yang
> menyetujui.
> 
> ***
> 
> Sebelum dikuasai aliansi klan Sa'ud-Wahabi, Kota Makkah-Madinah adalah
> lokus
> intelektual dan spiritual Islam paling kaya. Semua representasi
> Madzhab
> Fiqih ada di sini. Para Fuqaha Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali,
> Syi'ah
> Jakfari, Zhahiri dan cabang-cabang di bawahnya menyambut para
> jamaahnya
> masing-masing di setiap musim haji. Seluruh Thariqat sufi juga
> memiliki
> mursyidnya di Mekkah â€" Madinah. Qadiriyah, Rifa'iyyah, Naqsyabandiyah,
> Syadziliyah, Syistiyyah, Sammaniyah dan lain sebagainya. Dari Thariqah
> yang
> mu'tabarah hingga yang ghairu ma'tabarah. Sekarang ini semua tinggal
> kenangan.
> 
> Para Ulama Islam tradisionalis yang memiliki keterikatan dengan
> akumulasi
> khazanah tradisi pemikiran Islam sebenarnya mirip dengan kaum
> intelektual
> Barat yang memiliki keterikatan dengan tradisi pemikiran masa lalu
> Barat,
> keterikatan yang malah lebih dalam, koheren, dan integral. Kita bisa
> melihat
> dalam tradisi filsafat Barat, dari para pemikir skolastik ke Rene
> Descartes,
> David Hume, Immanuel Kant, Hegel, Edmund Husserl, hingga filsuf
> eksistensialis, adanya dialog filosofis yang masih tetap berlanjut.
> Kitab-kitab filsafat kuno masih tetap dibaca, sebagian besar istilah
> teknis
> masih dipakai, bahkan dalam konteksnya yang telah ditransformasikan.
> Hal ini
> tidak berbeda dengan para ulama fiqih tradisionalis yang lebih dahulu
> membuka kitab fiqih Tuhfatul Muhtaj karangan Ibnu Hajar al-Haitami,
> kitab-kitab Qawaid Fiqhiyyah, dan Kitab Ushul Fiqih Al-Mushtasfa
> karangan
> Al-Ghazali untuk menjawab masalah kontemporer, ketimbang mencomot satu
> dua
> ayat Al-Qur'an, plus hadis, lalu berkata "... menurut Islam, ...."
> dengan
> semangat kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis seperti yang kerap
> dilakukan
> kaum Neo-fundamentalis dan Islamis.
> 
> Sekarang Madzhab Hanafi telah punah dari Hijaz. Sejak tahun 1925 para
> ulama
> Madzhab Syafi'i dilarang mengimami shalat di Masjidil Haram di Makkah.
> Begitu juga halnya dengan Madzhab Maliki. Seorang ulama besar Madzhab
> Maliki, Sayed Muhammad Alwi Al-Maliki juga dilarang memberi khutbah di
> Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi di Madinah. Padahal lebih dari
> 1000
> tahun secara turun temurun para ulama madzhab Maliki menjadi identik
> dengan
> Madinah. Sayed Muhammad Alwi Al Maliki dituduh oleh Wahabi sebagai
> seorang
> sufi, sesat dan murtad. Apalagi Madzhab Syi'ah, di bawah penguasa
> Wahabi
> Saudi mereka mengalami penghancuran karakter secara sistematis.
> Thariqat-thariqat Shufi? Mereka semua dianggap sesat, kafir, dan
> murtad.
> Yang berhak menyandang nama Islam hanyalah Wahabi. Madzab Hanbali dan
> Ibnu
> Taimiyah? Itu boleh, sebatas masih terakomodasi dalam batas-batas
> akidah
> Wahabi. Kitab Majmu' Fatwa karangan Ibnu Taimiyah sendiri pun telah
> mengalami penyuntingan agar sesuai dengan akidah Wahabi, beberapa bab
> yang
> tidak sesuai dengan akidah Wahabi, dihilangkan dalam edisi terbitan
> kitab
> itu di Saudi Arabia.
> 
> Pola inilah yang telah dan sedang diekspor oleh Wahabi-Salafi (Neo
> Fundamentalis-Islamis) melalui agen-agennya ke seluruh dunia.
> 
> Masihkah kita berdiri menjadi makmum di belakang kelompok ini sambil
> menuding Ahmadiyah sesat, lalu setelah itu kelompok B, C, juga
> dituding
> sesat lalu kita sendiri juga dihadapkan pada dua pilihan menjadi
> Wahabi-Salafi atau menjadi kelompok sesat...
> 
> Wallahu A'lam bishshawab.
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> 
> 2008/11/14 wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> >   Saya setuju...
> > memang harus ada timbal balik..bayangkan uang yang masuk ke negara
> arab
> > saudi bukan hanya TKI, namun HAJI, Umrah, oleh2, visa, transport,
> hotel,
> > pakaian, farfum...
> >
> > Jadi Islam bukan hanya agama buat arab saudi namun strategi
> Marketing dan
> > politik..
> >
> > namun, umlah yang diberikan belum imbang
> >
> >
> > *Item <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> >
> >  Dari Kompas.com
> >
> > Andil Arab Saudi terhadap Indonesia
> >  /<http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/13/17345957/andil.arab.
> saudi.terhadap.indonesia>
> > Kamis, 13 November 2008 | 17:34 WIB
> > *PADANG, KAMIS* - Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia  Abdul
> Rahman
> > Mohammed Amen A. Al-Khayyat, mengatakan hubungan negaranya dengan
> RI cukup
> > baik dan dekat, yang dibina sejak lebih 50 tahun silam. Bahkan
> menurut Abdul
> > Rahman Mohammed Amen A. Al-Khayyat, hubungan itu memberikan andil
> yang cukup
> > besar dalam melepaskan RI dari penjajahan.
> >
> > "Hubungan tersebut makin kuat dan berkesinambungan mulai dari sosial
> > politik, kemasyarakatan, agama dan lainnya," kata Abdul Rahman
> Mohammed Amen
> > A. Al-Khayyat, di hadapan 500 lebih mahasiswa,  di Padang, Kamis
> (13/11). Ia
> > mengatakan negara-negara Islam terbesar  di dunia seperti Indonesia
> menjadi
> > perhatian serius bagi pemerintahnya.
> >
> > Secara umum, katanya, negaranya membantu mulai dari menerima TKI dan
> > mahasiswa undangan yang bersekolah di Timur Tengah khususnya di
> Saudi
> > Arabia. "Alumni asal Indonesia yang bersekolah di Timur Tengah sudah
> banyak
> > yang kembali untuk membangun RI seperti Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR
> RI) dan
> > M Maftuh Basyuni (Menag RI)," katanya.
> >
> > Selain itu banyak ulama Indonesia juga menyelesaikan studinya di
> Saudi
> > Arabia. Bahkan untuk mendukung pengembangan Islam di Indonesia,
> Pemerintah
> > Saudi Arabia juga telah 30 tahun mendirikan salah satu lembaga
> Lembaga Ilmu
> > Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Indonesia.
> >
> >
> > *Sumber : Ant*
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Mailing list:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> Blog:
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> http://www.mediacare.biz
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
>


Kirim email ke