Jadi Tawang, anda ngaku ada guru ngaji yang nayabuli muridnya.

Dan anda tidak heran.

Anda tidak gelisah.

Ini beda anda dengan rata-rata orang Nasrani: mereka bukan saja heran
dengan rohaniwan yang nyabuli bocah lanang, tapi mereka gelisah.

Mereka adakan angket, mereka diskusikan masaalahnya dengan terbuka dan
mereka fikirkan cara untuk mengatasinya.

Itu beda orang Nasrani dengan orang Islam yang dungu lagi bermental
bejad seperti anda:  mereka gelisah dihadapan kejahatan yang dilakukan
oleh rohaniwan nmereka, sedangkan orang Islam yang bermental bejad
seperti anda merasa heranpun tidak..

Tidak ada angket, tidak ada diskusi untuk mencari usaha untuk
mengatasinya...

Islam itu Tawagn adalah agama bejad yang hanya pantas untuk anjing
liar dan binatang buas dan orang-orang dungu lagi bejad seperti anda.


--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Lalu kalau ada Guru ngaji nyabuli terus anda heran? kenapa anda tidak 
> heran kalau Kardinal2 yo banyak yang karem nyabuli bocah lanang? Opo 
> sudah lama bahwa Paus Benedictus ke ustrali memintakan maaf kpd orang 
> tua kurban keganasan Kardinalnya?
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, Mamat Suryanto <mamatsuryanto@> 
> wrote:
> >
> > Menurutku berita ini menambah satu lagi bukti bahwa ajaran Islam 
> membuat laki-laki tergoda mengikuti kelakuan orang yang dikaguminya.
> > 
> > 
> > --- On Fri, 11/14/08, Sunny <ambon@> wrote:
> > 
> > From: Sunny <ambon@>
> > Subject: [zamanku] Duh! Guru Ngaji Cabuli Santrinya
> > To: Undisclosed-Recipient@
> > Date: Friday, November 14, 2008, 1:12 PM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >  
> > http://surabaya. detik.com/ read/2008/ 11/13/131933/ 1036310/475/ 
> duh
> >  
> > Kamis, 13/11/2008 13:19 WIB
> >  
> > 
> > Duh! Guru Ngaji Cabuli Santrinya
> > Samsul Hadi - detikSurabaya
> >  
> >  
> > Kediri - Biadab! Kata itu pantas diberikan kakek berusia 70 tahun 
> warga kawasan Kauman, Kelurahan Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan 
> Kota, Kediri. Pelaku, Syahroni mencabuli seorang santrinya berulang-
> ulang.
> > 
> > Beralasan minta dibuatkan mie goreng, pensiunan PNS dan guru 
> mengaji tersebut tega mencabuli salah satu santrinya hingga berulang 
> kali.
> > 
> > Peristiwa itu terbongkar setelah Kuntum (15) bukan nama sebenarnya, 
> yang juga tetangga mengadu ke kerabatnya setelah diperlakukan tak 
> senonoh.
> > 
> > "Jadi pengakuan korban ke kerabatnya, dia telah dicabuli sejak 
> tahun 2005 lalu. Perbuatan itu dilakukan pelaku mulai dari sekedar 
> mencium pipi sampai memasukkan jarinya ke kemaluan korban," ujar 
> Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP David Subagio kepada wartawan 
> dalam gelar perkara di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2008) .
> > 
> > Bahkan, kata David, pengakuan korban telah dibuktikan dengan hasil 
> visum yang terbukti jika kemaluan korban mengalami luka robek.
> > 
> > "Namun di sana dijelaskan, luka tersebut bukan akibat benda tumpul. 
> Jadi benar, jika luka tersebut akibat desakan jari pelaku," imbuhnya.
> > 
> > David menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan lebih 
> lanjut terhadap pelaku dan beberapa saksi. Hal ini dilakukan, karena 
> muncul indikasi kebejatan pelaku tidak hanya dilakukan terhadap satu 
> korban saja.
> > 
> > Akibat perbuatannya, lelaki yang pernah menjadi staf Kedutaan Besar 
> RI di Belanda dan Pengajar Sekolah Indonesia di Kairo, Mesir tersebut 
> akan dikenakan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dia dinyatakan 
> melanggar UU RI No 23 tahun 2002 pasal 82 junto pasal 64, tentang 
> perlindungan anak.
> > 
> > Sementara dalam pemeriksan petugas, pelaku enggan memberikan 
> keterangan. Dia mengaku melakukan perbuatan di rumahnya dengan modus 
> mengundang korbannya untuk diminta membantu memasak mie goreng.
> > 
> > "Ini hak asasi saya, dan saya tidak mau memberikan keterangan," 
> ujarnya sambil menutup wajahnya dengan kertas koran.(fat/fat)
> >
>


Kirim email ke