"Kamiliyah Basith" <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Pemakaian jilbab pada muslimah sama saja konteksnya 
dengan memakai kalung salib, sorban Singh, peci- dari peci 
Islam sampai Yahudi, lilit kepala ala Erykah Badu, tato, henna
yang sarat estetika yang juga kadang menyampaikan 
suatu identitas keyakinan (tersembunyi atau terbuka pada
tubuh),dst.
 
Agar tidak salah paham perlu dijelaskan bahwa pemakaian jilbab bagi wanita 
Muslimah adalah perintah Awloh yang dicantumkan di dalam Alquran sedangkan 
perintah seperti itu tidak ada di agama lain yang ada penganutnya di Indonesia. 
Orang Kristen menggenakan kalung yang ada salibnya bukan peringah Tuhan dan 
tidak ada aturannya dalam Injil tetapi hanya inisiatif manusia.
 
Melarang orang non-Islam agar tidak menggunakan aksesori yang berbau agama di 
ruang publik dengan mudah dapat dilakukan karena penggunaan aksesori tersebut 
hanyalah pilihan manusia. Tetapi melarang wanita Muslim menggunakan jilbab di 
ruang publik dapat menimbulkan persoalan, karena yang melarang akan dituduh 
tidak toleran dan yang memakai akan bertahan bahwa apa yang dilakukan adalah 
perintah Awloh. 
 
Sebenarnya masalah itu dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan pakai akal 
sehat dengan mengajukan pertanyaan, “Apa benar Awloh kurang kerjaan sehingga 
mengatur cara berpakaian wanita? Mengapa Awloh tidak sekalian juga mengatur 
cara berpakaian pria? Kalau benar Awloh itu yang menguasai alam semesta mengapa 
aturan seperti itu tidak diberlakukan bagi semua umat manusia? Kalau benar 
Awloh maha kuasa mengapa wanita Muslim yang tidak berjilbab masih dibiarkan 
hidup oleh Awloh? 
 
Kalau ada yang memaksa menggunakan jilbab di tempat yang menurut empunya tempat 
tidak diperkenankan berjilbab dan tidak bisa menjawab pertanyaan di atas, kita 
ajak saja sama-sama bertanya kepada Awloh dan pasti Awloh diam saja tidak mau 
ngurus hal sepele seperti ini. Tapi kalau yang ingin pake jilbab mulai berpikir 
untuk tidak pakai jilbab tapi masih takut-takut, kita buatkan saja permohonan 
dispensasi kepada Awloh agar selama bekerja di RS Mitra Bekasi orang itu 
diperkenankan tidak menggunakan jilbab, surat ditandatangani direktur RS dan 
dimasukkan ke kotak pos pada hari Jumat kliwon, pasti persoalan beras tanpa 
perlu menunggu jawban dari Awloh anggap saja sudah terjawab dengan sendirinya.
Salam




      

Kirim email ke