betul.



________________________________
Dari: ttbnice <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Terkirim: Sabtu, 15 November, 2008 13:37:31
Topik: [zamanku] Re: Duh! Guru Ngaji Cabuli Santrinya


Menurut UU Pornografi yg baru saja disahkan itu, kakek ini bisa saja
tidak bersalah. Cukup dengan mengakui bahwa dirinya terbangkit
gairahnya setelah melihat santrinya, maka si santri nya lah yg harus
ditangkap. 

--- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> http://surabaya. detik.com/ read/2008/ 11/13/131933/ 1036310/475/ duh
> 
> Kamis, 13/11/2008 13:19 WIB
> 
> 
> Duh! Guru Ngaji Cabuli Santrinya
> Samsul Hadi - detikSurabaya
> 
> 
> Kediri - Biadab! Kata itu pantas diberikan kakek berusia 70 tahun
warga kawasan Kauman, Kelurahan Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan
Kota, Kediri. Pelaku, Syahroni mencabuli seorang santrinya berulang-ulang.
> 
> Beralasan minta dibuatkan mie goreng, pensiunan PNS dan guru mengaji
tersebut tega mencabuli salah satu santrinya hingga berulang kali.
> 
> Peristiwa itu terbongkar setelah Kuntum (15) bukan nama sebenarnya,
yang juga tetangga mengadu ke kerabatnya setelah diperlakukan tak senonoh.
> 
> "Jadi pengakuan korban ke kerabatnya, dia telah dicabuli sejak tahun
2005 lalu. Perbuatan itu dilakukan pelaku mulai dari sekedar mencium
pipi sampai memasukkan jarinya ke kemaluan korban," ujar Kasat Reskrim
Polresta Kediri, AKP David Subagio kepada wartawan dalam gelar perkara
di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2008) .
> 
> Bahkan, kata David, pengakuan korban telah dibuktikan dengan hasil
visum yang terbukti jika kemaluan korban mengalami luka robek.
> 
> "Namun di sana dijelaskan, luka tersebut bukan akibat benda tumpul.
Jadi benar, jika luka tersebut akibat desakan jari pelaku," imbuhnya.
> 
> David menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan lebih
lanjut terhadap pelaku dan beberapa saksi. Hal ini dilakukan, karena
muncul indikasi kebejatan pelaku tidak hanya dilakukan terhadap satu
korban saja.
> 
> Akibat perbuatannya, lelaki yang pernah menjadi staf Kedutaan Besar
RI di Belanda dan Pengajar Sekolah Indonesia di Kairo, Mesir tersebut
akan dikenakan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dia dinyatakan
melanggar UU RI No 23 tahun 2002 pasal 82 junto pasal 64, tentang
perlindungan anak.
> 
> Sementara dalam pemeriksan petugas, pelaku enggan memberikan
keterangan. Dia mengaku melakukan perbuatan di rumahnya dengan modus
mengundang korbannya untuk diminta membantu memasak mie goreng.
> 
> "Ini hak asasi saya, dan saya tidak mau memberikan keterangan,"
ujarnya sambil menutup wajahnya dengan kertas koran.(fat/fat)
>

    


      Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger

Kirim email ke