MENGINGAT kenyataan bhw di negara2 berdasarkan Shariah Islam perempuan
yg diperkosa itu sering dijatuhi hukuman dera krn a.l. keluar tanpa
ditemani muhrim itu mnrt S.I. haram. Di samping itu ketika dia
menyatakan bhw dirinya sudah diperkosa artinya mnrt hukum sedeng ini
berhubungan seks dg lelaki bukan suami, maka dia terjerat hukum sedeng
tentang zina.

Perempuan khususnya Muslimat yg hidup di bawah 'perlindungan' hukum gila
spt ini mnrt pemeo Inggris - 'between the devil and the deep blue sea!'.
Alasan dasarnya tidak laen krn mnrt ajaran agama para pengusung Shariah
Islam itu perempuan itu sepadan dg anjing dan keledai. Lebih hina lagi
(dan jadi sasaran, inceran bejat) krn perempuan dlm benak mereka ini
tidak laen daripada aurat-berjalan - walking cunts!

Aku misih bisa ngerti kenafa banyak Muslim yg berpikiran gila spt ini
krn  mereka sudah mewarisi 'mysogynistic tendencies' dari you know who.
Yg sangat menyedihkan ialah bhw banyak Muslimat yg manggut2 dan percaya
omongan ngaco dari Muslim2 berjenggot kambing dan ngeres tsb. Muslimat
sedemikian ngidap 'Stockholm syndrome' dan seneng di-injak2 martabatnya.
A small minority amongst them actually fight tooth and nail to defend
their Islamic right to be treated shabbily, to be degraded, to be
relegated as non-persons.

Gabriela Rantau


--- In zamanku@yahoogroups.com, "ttbnice" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Menurut UU Pornografi yg baru saja disahkan itu, kakek ini bisa saja
> tidak bersalah. Cukup dengan mengakui bahwa dirinya terbangkit
> gairahnya setelah melihat santrinya, maka si santri nya lah yg harus
> ditangkap.
>
> --- In zamanku@yahoogroups.com, "Sunny" ambon@ wrote:
> >
> >
> > http://surabaya.detik.com/read/2008/11/13/131933/1036310/475/duh
> >
> > Kamis, 13/11/2008 13:19 WIB
> >
> >
> > Duh! Guru Ngaji Cabuli Santrinya
> > Samsul Hadi - detikSurabaya
> >
> >
> > Kediri - Biadab! Kata itu pantas diberikan kakek berusia 70 tahun
> warga kawasan Kauman, Kelurahan Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan
> Kota, Kediri. Pelaku, Syahroni mencabuli seorang santrinya
berulang-ulang.
> >
> > Beralasan minta dibuatkan mie goreng, pensiunan PNS dan guru mengaji
> tersebut tega mencabuli salah satu santrinya hingga berulang kali.
> >
> > Peristiwa itu terbongkar setelah Kuntum (15) bukan nama sebenarnya,
> yang juga tetangga mengadu ke kerabatnya setelah diperlakukan tak
senonoh.
> >
> > "Jadi pengakuan korban ke kerabatnya, dia telah dicabuli sejak tahun
> 2005 lalu. Perbuatan itu dilakukan pelaku mulai dari sekedar mencium
> pipi sampai memasukkan jarinya ke kemaluan korban," ujar Kasat Reskrim
> Polresta Kediri, AKP David Subagio kepada wartawan dalam gelar perkara
> di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2008).
> >
> > Bahkan, kata David, pengakuan korban telah dibuktikan dengan hasil
> visum yang terbukti jika kemaluan korban mengalami luka robek.
> >
> > "Namun di sana dijelaskan, luka tersebut bukan akibat benda tumpul.
> Jadi benar, jika luka tersebut akibat desakan jari pelaku," imbuhnya.
> >
> > David menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan lebih
> lanjut terhadap pelaku dan beberapa saksi. Hal ini dilakukan, karena
> muncul indikasi kebejatan pelaku tidak hanya dilakukan terhadap satu
> korban saja.
> >
> > Akibat perbuatannya, lelaki yang pernah menjadi staf Kedutaan Besar
> RI di Belanda dan Pengajar Sekolah Indonesia di Kairo, Mesir tersebut
> akan dikenakan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dia dinyatakan
> melanggar UU RI No 23 tahun 2002 pasal 82 junto pasal 64, tentang
> perlindungan anak.
> >
> > Sementara dalam pemeriksan petugas, pelaku enggan memberikan
> keterangan. Dia mengaku melakukan perbuatan di rumahnya dengan modus
> mengundang korbannya untuk diminta membantu memasak mie goreng.
> >
> > "Ini hak asasi saya, dan saya tidak mau memberikan keterangan,"
> ujarnya sambil menutup wajahnya dengan kertas koran.(fat/fat)
> >
>

Kirim email ke