http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=2832


      Ketagihan PSK, ABG 15 Tahun Memperkosa  
      Korbannya Ternyata Keluarga Sendiri  

       SAMARINDA. Meski umurnya baru 15 tahun, Dedi, warga Jl Mangkupalas, 
Samarinda Seberang, sudah begitu familiar dengan dunia kriminal. Di usianya 
yang masih sangat muda, Dedi sudah pernah mendekam di balik teralis besi 
lantaran terlibat kasus penikaman. 
      Kini, Dedi kembali harus merasakan dinginnya ubin penjara. Itu gara-gara 
ia ditangkap massa setelah memperkosa Kasih (14) --nama samaran--, seorang ibu 
rumah tangga yang juga terhitung masih keluarganya, di pelabuhan kawasan 
Samarinda Seberang, Rabu (12/11) malam lalu. 

      Ya, malam itu libido Dedi sedang naik. Maklum, meski terhitung masih anak 
baru gede (ABG), Dedi sudah pernah bersetubuh dengan pekerja seks komersil 
(PSK). Ia pun ketagihan dan telah melakukannya berulang-ulang. Lantas, melihat 
Kasih yang duduk sendirian di pelabuhan, Dedi mengira, kesempatannya untuk 
melampiaskan hasrat sudah tertampang di depan mata. 

      Saat diwawancarai Sapos tadi malam, Dedi mengakui dirinya memang memaksa 
Kasih dengan menariknya dan membawanya ke dok pelabuhan kapal. Kemudian ia pun 
menciumi serta menggerayangi tubuh Kasih. Begitu Kasih sudah tak berdaya, ia 
pun langsung menyetubuhinya. 

      Meski terang-terangan memperkosa, Dedi pun alibi tersendiri. Ia menyebut, 
persetubuhan itu atas dasar suka sama suka. Namun ironisnya begitu selesai, 
Kasih ditinggalkannya begitu saja dengan tubuh yang memar-memar, terutama di 
bagian lengan. Rupanya saat memperkosa, Dedi menahan lengan Kasih agar tak 
berontak dengan menindih menggunakan lutut. 

      Dedi menambahkan, setelah puas menyetubuhi Kasih, ia buru-buru memasang 
celana. Apes baginya, ketika menaikkan resleting, dua orang warga sekitar yang 
baru pulang kerja menegurnya. Ia pun langsung kabur ke stand ojek yang berada 
tak jauh dari pelabuhan tersebut hingga akhirnya diamankan jajaran Polsekta 
Samarinda Seberang. 

      Dedi juga mengetahui kalau Kasih masih kerabatnya dan telah berkeluarga. 
"Dia masih keluarga saya, terhitung masih sepupu. Saya tahu dia sudah menikah, 
tapi dia kan tidak tinggal serumah," kata remaja yang pernah dipenjara selama 
tiga bulan akibat terlibat kasus penikaman ini. 

      Saat ini, penyidik Poltabes Samarinda juga sedang menunggu hasil visum 
rumah sakit untuk membuktikan kebenaran keterangan Dedi, yang menyebut 
menyetubuhi Kasih bukan lewat anus. "Saya tidak masuk ke kemaluannya, ke 
belakang saja," timpalnya. 

      Sementara itu, Kapoltabes Samarinda Kombes Pol N Simbolon melalui Kasat 
Reskrim Kompol Ahmad Yusep Gunawan SIK yang ditemui di tempat terpisah 
menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap korban, yang bersangkutan mengaku 
merasakan sakit di kemaluan. Terlebih saat buang air kecil. Selain itu, di 
lengan korban juga terdapat memar yang dipastikan akibat mengalami pemaksaan. 

      "Tangannya memar, dia juga mengaku sakit saat buang air kecil. Tapi hasil 
visum masih kami tunggu. Yang pasti korban memang diperkosa," ujar Yusep. 

      Akibat perbuatannya itu, Dedi yang sehari-harinya bekerja sebagai calo di 
pangkalan taksi di Jl Yos Sudarso itu, dijerat dengan pasal berlapis. "Dia kami 
kenakan pasal 285 dan 287 KUHP tentang pemerkosaan serta UU Perlindungan Anak 
dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkas Yusep. (nur) 
     

<<17112008-tsk.jpg>>

Kirim email ke