Nasib Orang Jawa Yang Bersaing Hidup Dengan Harimau Jawa !!!
                                 
Harimau Jawa yang tidak beriman, murtad dan kafir meskipun bershalat 5
waktu dengan memakai bahasa yang kacau balau yang sama sekali bukan
bahasa Arab, ternyata tetap dihargai, dan tetap mahal harganya, dan
tetap dilindungi negara.

Kasihan orang Jawa, meskipun uztad beriman tinggi, ternyata ditangkap
dan dihukum 5 tahun penjara gara2 bershalat memakai bahasa Indonesia
yang justru bahasanya sendiri.

Enggak ada yang menuduh Harimau Jawa merusak akidah Islam, tapi kenapa
orang Jawa yang beriman Islam Ahmadiah meskipun juga bershalat 5 waktu
dengan cara2 yang benar tetap dituduh merusak akidah Islam ?

Mana yang perlu dilindungi ???  Harimau Jawa atau Orang Jawa ???


> "yanri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> SELAMATKAN HARIMAU DJAWA !!!
> Save panthera tigris sondaica !!!
> 


Belum waktunya menyelamatkan harimau jawa, lebih penting, lebih urgent
dan lebih emergency justru menyelamatkan orang2 jawa bukan harimau jawa.

Harimau jawa tidak terancam karena tidak ada orang jawa yang berani
ganggu harimau jawa.

Harimau jawa punya taring dan cakar sehingga masih mampu membela
dirinya, justru orang2 jawa inilah yang tidak punya taring dan tidak
punya cakar sehingga selalu jadi korban priayi2 jawa yang punya taring
dan punya cakar yang digunakannya untuk menjadikan orang2 jawa jadi
korban2nya seperti korban lumpur Lapindo.

Priayi2 jawa inilah yang menjadi pejabat2 jawa untuk memangsa orang2 jawa.

Priayi2 jawa ini justru punya kesukaan memelihara dan melindungi
Harimau2 Jawa bukan orang2 Jawa.

Harimau2 Jawa kenyataannya lebih mahal harganya dari Orang2 Jawa.

Orang2 Jawa tidak laku untuk dijual jadi tenaga kerja, padahal
Harimau2 Jawa itu laku dijual mahal lebih mahal dari harga orang Jawa
meskipun tidak perlu dia bekerja.

Ongkos makan Harimau2 Jawa itu lebih mahal dari ongkos makan orang2
Jawa padahal harimau2 jawa itu enggak kerja, enggak dilindungi
assosiasi tenaga kerja Indonesia, tetapi yang terjepit hidupnya justru
bukanlah harimau2 jawa tetapi justru orang2 jawa itulah yang hidupnya
selalu terjepit, hidupnya terancam meskipun dilindungi bukan cuma oleh
assosiasi tenaga kerja Indonesia, juga dilindungi oleh KomNas HAM.

Aneh ya???
Harimau Jawa yang tidak punya skill, tidak punya kerja, ternyata lebih
mahal harganya dari orang Jawa.

Orang Jawa enggak pakai jilbab bisa ditangkap polisi Syariah karena
melanggar UU Pornografi, sebaliknya Harimau2 Jawa meskipun telanjang
bulat tidak berjilbab dijadikan tontonan tak pernah ditangkap atau
didenda karena pelanggaran UU Pornografi.

Memang susah jadi orang Jawa, bersaing sesama orang Jawa yang disaingi
cuma kemiskinannya, sedangkan harimau jawa tidak perlu bersaing dengan
orang2 jawa tetapi selalu kehidupannya berkualitas lebih tinggi dari
orang jawa.

Lebih untung jadi Harimau Jawa, karena Harimau Jawa enggak boleh
ditembak tapi bebas menembak orang jawa, bebas membunuhi orang2 jawa,
dan siapapun akan dihukum penjara kalo ketahuan membunuh harimau jawa.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke