http://www.waspada.co.id/berita/25-kk-perempuan-miskin.html


      25% KK perempuan miskin      
      Wednesday, 19 November 2008 07:02 WIB  
      ANUM SASKIA
      WASPADA ONLINE

      MEDAN - Sebanyak 25 persen Kepala Keluarga (KK) di Indonesia adalah 
perempuan, sayangnya sebagian besar hidup dengan kondisi miskin. 

      "Perlu sosialisasi pemberdayaan perempuan bidang ekonomi keluarga. Di 
samping itu melaksanakan program advokasi setara gender dan pengarusutamaan 
gender bagi aparat birokrasi dan berbagai elemen di masyarakat dengan harapan 
memahami monsep gender, sehingga memainkan peran yang mempermudah perempuan 
mendapatkan akses dalam bidang usaha," kata Kepala Biro Perempuan Setdaprovsu 
Nurlisa Ginting dalam paparan makalahnya tentang Masalah perempuan adalah 
masalah bersama. Kegiatan digelar oleh Biro Pemberdayaan Perempuan ini 
berlangsung tadi malam di Ruang Kenanga Kantor Gubsu. Acara dihadiri Deputi 
Bidang PKPH Kementerian Pemberdayaan Perempuan Sujono Purwaningrat.

      Menurut Nurlisa, persoalan KK yang miskin ini berimbas kepada kondisi 
kesehatan ibu dan anak, persoalan pendidikan anak-anak dan harapan untuk hidup 
sejahtera. "Karena itu, masalah perempuan adalah masalah bersama yang perlu 
dicarikan jalan keluarnya. Untuk ini perlu komitmen seluruh komponen bangsa 
terutama meningkatkan koordinasi lintas sektoral untuk memberikan kesempatan 
kepada perempuan seluas-luasnya," katanya.

      Sedangkan, Sujono Purwadingrat mengatakan untuk mengatasi masalah itu 
perlu diberikan alternatif pilihan yakni dengan meningkatkan pengetahuan, sikap 
dan keterampilan perempuan mengelola dalam perekonomian dan berusaha 
meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja. Atau melakukan pembinaan 
kewirausahaan bagi usaha mikro dan kecil oleh lembaga non pemerintah dan 
masyarakat. Melakukan kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha dan 
melakukan sistem Desa Perempuan Indonesia Maju dan Mandiri (PRIMA).

      "Perlu sinergi seluruh kekuatan yang ada, baik kekuatan sektor 
pemerintah, non- pemerintah, perguruan tinggi, perbankan maupun kekuatan 
masyarakat umum secara bersama-sama dan harmonis untuk sama-sama membantu 
masalah perempuan di sektor ekonomi agar bisa meningkat," katanya 

<<printButton.png>>

<<emailButton.png>>

Kirim email ke