Kalau itu bukan FIKSI...maka yang ditulis oleh HIDAYATULLAH adalah benar-benar 
menjijikan dan BIADAB...
   
  Ngomong-ngomong soal menjijikan dan BIADAB...coba bandingkan aksi menjijikan 
tersebut ketika 80 JUTA jiwa PEMELUK HINDU di INDIA, mati untuk kemuliaan ISLAM 
selama penjajahan ISLAM di INDIA
   
  Sample:
   
  Orissa: 'Sirat-i-Firoz Shahi' mencatat gerakan militernya dengan
kalimat ini:
  
"hampir 100.000 pria Jajnagar ditawan beserta para wanita, anak2,
keluarga mereka. Tentara2 Islam menjadikan pulau ini baskom penuh
darah dengan membantai semua pria kafir. Para wanita dengan bayi2 mereka dan 
wanita2 hamil diikat dan dirantai dan dijadikan budak untuk melayani di rumah 
setiap tentara Muslim."


  Sultans Dinasti Mamulk
  
Rohilkhand: Badauni menulis di bukunya 'Muntakhab-ut- Tawarikh'
"Dalam dua hari setelah meninggalkan Delhi, dia tiba di tengah2 daerah Katihar 
dan membunuh semua lelaki, bahkan yang berusia 8 tahun sekalipun, dan mengikat 
para wanita."
  
Sultan Ala-ul-Din Khilji
  
Kambayat: Abdulla Wassaf menulis dalam bukunya Tazjiyat-ul- Amsar wa Tajriyat 
bahwa dia membunuh semua pria Hindu dewasa untuk memuliakan Islam, membanjiri 
sungai dengan darah, membawa para wanita beserta emas, perak dan perhiasan 
mereka ke istananya sendiri dan mengambil 20.000 gadis untuk dijadikan budak 
pribadinya.
   
  Sebagai orang DEWASA Anda tentu sangat mengerti apabila perempuan dijadikan 
BUDAK kan?
   
  ngga percaya?
   
  ...Begitulah yang tertulis dari CATATAN piha MUSLIM!...Lanjutannya:
  
Chitoor:
Lebih dari 20.000 wanita Hindu termasuk Rani Padmini bunuh diri agar
tidak dijadikan budak seks oleh penguasa2 Muslim. Imam2 Muslim Qazi
memberi nasihat pada Sultan Khilji bagaimana memperlakukan tawanan2
non-Muslim. 
   
  Inilah nasihatnya:

Penyerangannya atas Hindustan: (dalam catatan Tuzk-i-Timuri tertulis)
"Dalam waktu singkat semua orang di dalam benteng dibunuh dan dalam
satu jam saja 10.000 kepala2 kafir dipenggal. Pedang Islam bersimbah
darah kafir dan semua harta benda dan gandum yang bertahun-tahun
disimpan dalam benteng menjadi barang jarahan tentara2ku. Mereka
membakari rumah2 sampai jadi abu, dan mereka menghancurkan bangunan2 dan 
benteng sampai rata dengan tanah… Semua kafir Hindu dibantai, para wanita dan 
anak2 mereka dijadikan tawanan dan harta benda mereka menjadi jarahan perang 
para pemenang (Muslim) … Aku umumkan di seluruh tempat bahwa setiap orang 
yang punya tawanan kafir agar membunuh semua kafir itu, dan siapapun yang ragu2 
untuk melakukan itu, dia sendiri harus dibunuh dan harta bendanya diberikan 
kepada orang yang melaporkannya. Ketika perintah ini terdengar oleh tentara 
Islam, mereka pun menghunuskan pedang2nya dan membunuhi para tawanan tsb.

  Seratus ribu kafir, penyembah berhala dibunuh hari itu. 
   
  Maulana Nasiruddin Umar, seorang terpelajar dan bijaksana yang tadinya tidak 
pernah membunuh bahkan seekor burungpun, sekarang, atas perintahku, membunuh 
lima belas kafir Hindu yang menjadi tawanannya.

Nasib wanita2 Hindu yang ditangkap hidup2 oleh tentara Muslim ternyata
jauh lebih buruk daripada matiBahkan sewaktu ayah2, suami2 dan anak2
mereka dibunuhi, mereka harus menari dan menyanyi di hadapan para
Muslim dan lalu dibagi-bagikan sebagai budak kepada para raja,
jendral, tentara Muslim.
   
  Ini yang tercatat dalam kejadian biadab itu:
  
"Pertama-tama semua anak gadis dari raja2 Hindu yang tertangkap di
tahun itu datang menghadap dan menari dan menyanyi. Kemudian mereka diserahkan 
kepada para Amir dan orang2 luar negeri yang penting. Setelah para gadis2 Hindu 
ini menari dan menyanyi … 
  sang Sultan memberikan mereka kepada saudara2 prianya dan putra2 pembesar. Di 
hari ketiga sang Sultan juga membagi-bagikan para gadis ini kepada para jendral 
dan sanak saudaranya."- [Sumber: Ibn Battuta (A.A.Rizvi in Tughlaq Kalin 
Bharath)]

  Jadi para wanita Hindu lebih memilih mati daripada dihina seperti itu.
Kebanyakan para tentara Muslim hanya menemukan sisa2 abu dari para
wanita ketika masuk kota2 Hindu. Contohnya, ketika Allaud-din Khilji
menyerang Rajput dari belakang (sebelumnya Rajout telah mengampuni
nyawa Khilji), dan membantai orang2 Hindu dan masuk kota Chitoor, Rani
Padmini (ratu Hindu) dan lebih dari 20..000 gadis2 membakar diri.

  Sampai hari ini masyarakat Hindu masih mengingat ratunya dengan penuh
rasa bangga.
   
  Nah, itu adalah FAKTA bukan FIKSI..
  ----
  
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Refleksi: Apakah Hidayatullah tidak bemaksud membodohkan dan sekaligus menipu 
umat Islam dengan cerita ini??? Perang Salib berlaku dari tahun 1095 - 1291, 
sedangkan Vlad III Dracula hidup antara  1431 - 1476.  
  
   
  
ttp://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7961:kisah-nyata-pembantai-umat-islam-bagian-1&catid=94:ragam&Itemid=53
   
  Drakula: Kisah Nyata Pembantai Umat Islam [bagian 1]
  

       

Kirim email ke