> "teddy sunardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.detiknews.com/read/2008/11/24/073506/1041631/10/adam-malik-pejabat-tertinggi-indonesia-yang-direkrut-cia
> Jakarta - Mantan Wakil Presiden Adam Malik
> agen CIA. Boleh jadi kontroversi ini akan
> mencuat ke permukaan. Sejarah masa lalu
> Indonesia kembali diuji. Buku berjudul
> "Membongkar Kegagalan CIA" membeberkan
> secara gamblang bagaimana Adam Malik
> direkrut CIA. Adam Malik berhasil direkrut
> McAvoy, sebagaimana ditulis Tim Weiner, atas
> jasa seorang perantara. Perantara itu adalah
> pengusaha Jepang dan mantan anggota partai
> komunis di Jepang. Siapakah jati diri perantara
> ini?
> 


Karena yang membuka rahasia ini mendapatkan informasinya dari sumber2
CIA langsung, maka tentunya informasi ini 100% benar.  Jadi keluarga
Adam Malik yang kebakaran jenggot akibat pengakuan buku ini harusnya
merasa malu bukan malah koar2 menyangkalnya, sampai2 katanya mereka
mau membuat buku putih untuk menyangkalnya.

Sebaiknya terima saja kenyataan, capek2 membuat buku putih nantinya
dibalas oleh si penulis buku menunjukkan bukti2 kwitansi yang ada
tanda tangan Adam Malik sewaktu terima uang sogok dari McAvoy.  Kalo
sampai terjadi seperti ini, maka sia2 saja buku putih yang dibuatnya
dengan biaya yang mahal dan malah dituduh keluarganya pembohong.

Urusan kegiatan CIA di Indonesia bukan lagi rahasia besar, Sadam
Hussein juga bekas anggauta CIA, Osama bin Laden juga hasil
rekruitment CIA, Sukarno termasuk agen penting CIA, justru Suharto
yang sebelumnya bukan anggauta CIA karena dia bukan orang penting
tetapi akhirnya juga dia dijadikan anggauta CIA setelah berprestasi
membunuhi orang2 PKI.

Yang namanya agen rahasia tentunya bukan cuma Adam Malik, karena yang
menjadi musuhnya itu Komunis, janganlah heran kalo ketua PKI DN Aidit
sendiri juga anggauta CIA.  Apalagi kalo anda mengenal dekat pribadi
DN Aidit, setiap malam dia kongkow2 di Pecenongan dengan Dubes Amerika
si John.  Aidit itu mendapat tugas CIA untuk mencari informasi kedalam
Partai Komunis Cina.

Namun juga jangan dilupakan, system management di Amerika itu ketat
sekali, selalu mengevaluasi prestasi seseorang, jadi meskipun menjadi
agen CIA kalo prestasinya nol atau minus, jangan heran akan juga jadi
korban CIA disapu bersih seperti Sadam Hussein, Sukarno, Aidit, maupun
Osama bin Laden.  Adam Malik justru termasuk yang beruntung, bisa mati
sebagai dianggap Pahlawan seperti halnya Suharto.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke