Geli dah kalo kayak gini... Gosip pasar kok dianggap kenyataan... tes 
DNA aja Tawang, saya yakin Suharto bukan saudara sedarah dengan Om liem.
Gak sekalian kamu bilang Gusdur ada darah CINA karena sipit.
aneh aneh aja kamu ini.

tawangalun wrote:
>
> Ahok kan baru Bupati sedangkan RI No-1 pun yaitu mBah Harto sudah
> jelas sebapak dg Om Liem Soe Liong jadi bermarga Cino,tapi yorapopo
> wong dia malah mau diangkat jadi pahlawan.Tomy itu tamatno matanya kan
> sipit.Saya yakin kalau seluruh pejabat RI ini Cino semua maka pasti
> maju koyo Singapore.Malaysia karena kadar Cino disana lebih banyak
> dari RI kan malah maju.Propinsi yang banyak Cinonya juga lebih
> berduwit dari propinsi yang Melayu.Oh ya RRC karena 100% Cino punya
> cadangan devisa 2 Trilyun USD ngalahke negoronya Genduk Mus yang bule.
> Makanya jangan Cino Phobi.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> - In zamanku@yahoogroups.com <mailto:zamanku%40yahoogroups.com>, 
> "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Azura-Mazda
> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:KOMNAS_HAM%40yahoogroups.com>
> > Cc: [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> ; 
> Milis INTI net ;
> [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:pluralitas-icrp%40yahoogroups.com> ; 
> [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:single_buddhist%40yahoogroups.com>
> > Sent: Sunday, November 23, 2008 8:10 PM
> > Subject: [pluralitas-icrp] BUPATI ITU ORANG "CINA"....!!!
> >
> >
> > BUPATI ITU ORANG "CINA"....!!!
> > Oleh: Kenken
> >
> > Belum terlalu hilang dari ingatan: hingar bingar, nyala api,
> > asap hitam membumbung, teriakan massa anarkis memporak
> > porandakan isi Jakarta, Medan dan Solo di peristiwa Mei 98.
> > Tiba-tiba di tahun 2005 seorang etnis Tionghoa bernama Ahok
> > terpilih menjadi bupati di daerah basis Masyumi-Belitung
> > Timur.
> >
> > Ir. Basuki Tjahaja Purnama MM bernama asli Zhong Wan Xie
> > lahir di Manggar pada tanggal 29 Juni 1966. Masyarakat
> > Bangka-Belitung dan juga sebagian Jakarta memanggilnya
> > Ko Ahok (elder brother Ahok). Sosoknya tinggi di atas rata-rata
> > manusia Asia. "ini fenomena besar" kata Ahan, seorang pemuda
> > Tionghoa, ketika membaca berita pelantikan "Bupati Ahok"
> > di medio 2005 setelah mengantongi 37,13% suara pemilih.
> >
> > Ada nada haru, tidak percaya sekaligus kaget, tampak
> > pada raut wajah dan sorot mata pemuda Ahan kala itu.
> > Bagaimana mungkin, seorang Tionghoa bisa dipilih di sebuah
> > daerah berkomposisi 93% muslim pribumi. Tetapi di tahun itu,
> > Ahok terpilih lewat mekanisme demokratis dan termasuk
> > paling bersih dalam sejarah pilkada di Indonesia.
> >
> > Salah seorang peserta diskusi regular Sinar Harapan pernah
> > berkata bahwa Ahok adalah bupati pertama beretnis Tionghoa
> > setelah zaman Mataram. "Baguslah, Indonesia ada perubahan"
> > kata Wignyo Prasteyo, aktifis 98 yang terlibat dalam perjuangan
> > reformasi. "Pluralisme dan kesetaraan before the law mesti
> > terus diperjuangkan" kata Wignyo.
> >
> > Nada pesimis tetap dapat ditemui di sela-sela optimisme
> > beberapa kalangan. Limwiss, seorang karyawati perusahaan
> > Jepang di Jakarta, berkata "Soalnya siapa pun orang Chinese
> > jadi pemimpin di Indonesia tidak ada pengaruh. Posisi orang
> > Chinese itu berat di pemerintahan. Sana-sini kena". Sedangkan
> > laporan TEMPO menyatakan Ahok adalah pahlawan baru
> > bagi sebagian besar warganya.
> >
> > "Kamu ini benar-benar anak ideologis bapakmu" kata mantan
> > wakil walikota Pangkalpinang kepada Ahok di sebuah pesta resepsi
> > pernikahan temannya. Beberapa kelompok menolak Ahok berdasarkan
> > surat Al-Maeda 51 yang menolak non-muslim untuk menjadi
> > pemimpin. Endah Handayani Syarif, putri pejabat PT. Timah di
> > Belitung Barat mengatakan "keluarga kami memilih Ahok dengan
> > alasan mencoba yang baru. Ahok kan "cina", selama
> > ini pribumi yang mimpin tapi kita tetap aja susah".
> >
> > Di akhir masa kekuasaan Suharto, terdapat seorang menteri
> > beretnik Tionghoa bernama Bob Hasan (The Kian Seng) dalam
> > formasi menteri Kabinet Pembangunan VII Orde Baru. Hasan,
> > teman bermain golf Suharto, menduduki kursi menteri
> > hanya sekitar 2 bulan. Banyak pihak menuding bahwa naiknya
> > anak angkat Jenderal Gatot Subroto itu tidak lebih sebagai
> > permainan Suharto untuk menampilkan "wajah-reformis". Setelah
> > reformasi bergulir, jerat hukum mengharuskan Bob Hasan, yang
> > juga sering dijuluki "raja kayu", mendekam di penjara Nusakambangan
> > karena terbukti melakukan tindak kejahatan korupsi.
> >
> > Sebelum Ahok menjadi bupati, pentas politik nasional juga
> > dimeriahkan oleh kiprah Kwik Kian Gie. Antara tahun 1999-2000,
> > KKG menjabat Menteri Kordinator Ekonomi di pemerintahan Gus
> > Dur. Berbeda karakter dengan Muhamad "Bob" Hasan, seorang
> > Kwik Kian Gie tetap diakui sebagai tokoh bebas KKN disamping
> > analisa-analisa ekonominya selalu menjadi bahan pembicaraan
> > kalangan akademisi dan pelaku ekonomi.
> >
> > Tetapi jabatan eksekutif di pemerintah daerah tingkat dua seperti
> > bupati dan walikota memiliki kekhususan tersendiri, dibandingkan
> > dengan anggota legislatif (DPR-RI) maupun jabatan pembantu
> > presiden sebagai menteri negara. "Karena seorang bupati bersentuhan
> > langsung dengan rakyat, melihat secara langsung penderitaan
> > dan masalah rakyat di akar rumput", kata Tutut Herlina, aktifis
> > yang sekarang menjadi wartawan.
> >
> > Istilah Bupati berasal dari bahasa Sansekerta "Bhupati" yang
> > berarti "raja dunia". Sebelum tahun 1945, gelar bupati hanya
> > dipakai di pulau Jawa, Bali dan Madura. Pasca reformasi dan
> > pelaksanaan otonomi daerah, seorang bupati memiliki kewenangan
> > menjalankan pemerintahan daerah yang ditetapkan oleh DPRD
> > tingkat 2. Kekuasaan seorang bupati diperoleh atas mandat
> > dipilih langsung oleh rakyat setempat melalui mekanisme
> > pilkada. Sekalipun pasangan calon bupati dan wakil bupati
> > masih ditetapkan oleh partai politik. Baru-baru ini UU calon
> > independent memungkin calon bupati tidak diusung oleh
> > partai politik.
> >
> > Selama menjadi bupati, Ahok selalu membuka lebar
> > kaca jendela mobil dinas Nissan Terano-nya. Ia tak segan
> > menyapa setiap orang yang kebetulan berpapasan, entah
> > itu pribumi, Tionghoa, Kristen, Islam, Konghucu, Budhis
> > diperlakukan setara dan penuh hormat.
> >
> > Sekalipun diusung oleh 2 partai gurem: PIB dan PNBK, Ahok
> > menggebrak 2 masalah utama masyarakat yaitu Pendidikan
> > dan Kesehatan.
> >
> > Jaminan pendidikan bagi rakyat menjadi tren kampanye
> > calon bupati/walikota di seluruh Indonesia pasca Ahok. Tetapi
> > menurut Ahok, dia tidak pernah menggratiskan pendidikan
> > dan kesehatan. Pola "gratis-gratisan" tidak sehat menurut
> > Ahok. Ia hanya menjamin bahwa siapapun rakyat, terutama
> > rakyat tidak mampu, harus dapat mengakses pendidikan dan
> > kesehatan. Di bawah kepimpinan Ahok pula, belasan siswa
> > berprestasi dapat dikirim kuliah ke Jakarta lewat program
> > bea-siswa. Setiap siswa disubsidi Rp 1 juta perbulan.
> >
> > Aneh, Ahok melakukan gebrakan ini tanpa didukung oleh
> > dukungan partai politik di DPRD. Rasionalitas politik menyatakan
> > bahwa hanya seorang bupati dengan basis dukungan kuat partai-politik
> > saja yang mampu melakukan gebrakan seperti ini. Itu pun
> > sangat jarang kita temui di seantero Indonesia. Biasanya,
> > walikota/bupati lebih sibuk berkongkalikong dengan anggota
> > dewan dan pengusaha daripada "ribet urus" rakyat.
> >
> > Program jaminan pendidikan dan kesehatan dilaksanakan
> > Ahok dengan menerapkan jurus dagang. Ia berdebat keras
> > hingga mampu menaklukan PT. Askes dalam urusan premi
> > kesehatan rakyat Beltim. Hasil tawar-menawar antara Bupati
> > Ahok vs PT. Askes menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa
> > pemerintah daerah cukup membayar separoh harga normal untuk
> > menopang biaya asuransi kesehatan 50 ribu penduduk Beltim.
> > "itu baru bener" kata Asri, staf Komnas HAM. "Bupati
> > memang harus tidak korupsi dan menggunakan anggaran
> > negara untuk masyarakat. Jangan dikorup kayak bupati-bupati
> > lain", tambah Asri yang berjilbab hitam.
> >
> > Sebelum Ahok, tidak ada bupati yang memotong biaya
> > perjalanan dinas dari Rp. 1 milyar per tahun menjadi
> > seperlimanya. "Gila, hebat amat" kata Web Warouw, wartawan
> > Sinar Harapan. "Seandainya setengah dari 400 kepala daerah
> > tingkat 2 seperti Ahok, beres negara ini", lanjut Web dengan
> > penuh harapan.
> >
> > Laporan TEMPO menurunkan berita bahwa menurut para
> > pegawai negeri Belitung Timur, Ahok sangat keras menerapkan
> > disiplin. Mereka yang ketahuan "kongkow" pada jam kerja
> > langsung mendapat sangsi, ditahan kenaikan pangkatnya.
> > Di sisi lain, Ahok memberi honor untuk para ketua RT Rp.
> > 300 ribu, Ketua Dusun Rp. 640 ribu, dan Kepala Desa
> > Rp. 2 juta per bulan. "ternyata cukup ya anggaran negara
> > kalau tidak dikorupsi oleh bupatinya", celoteh Asri dari
> > Komnas HAM.
> >
> > Keberpihakan dan prestasi Ahok selama menjabat bupati
> > dihargai oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari
> > Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian
> > Negara Pemberdayaan Aparatur Negara sebagai pejabat negara
> > anti korupsi.
> >
> > Oleh majalah TEMPO, Ahok terpilih sebagai 1 di antara
> > 10 tokoh yang mampu mengubah Indonesia. "Ahok semestinya
> > menjadi 'Obama-Indonesia', bukan si Rizal Malalareng" kata Ahan
> > di sela-sela aktifitas menjual bubur ayam di depan rumahnya
> > yang berdekatan dengan pasar tradisional di kawasan Jelambar
> > Jakarta Barat.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  

Kirim email ke