http://www.sinarharapan.co.id/berita/0811/27/opi01.html

Arti Penting Peringkat Kelas Dunia

Oleh
Ilman Bima



Adanya pengakuan bahwa institusinya disebut bertaraf internasional, sangat 
didambakan berbagai perguruan tinggi. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di 
berbagai negara. Bentuk pengakuan antara lain melalui penghargaan nobel, 
akreditasi internasional, hingga pemeringkatan perguruan tinggi (PT) 
berdasarkan indikator-indikator tertentu. Pemeringkatan PT berdasarkan 
indikator-indikator tertentu itu telah dila-kukan beberapa organisasi atau 
institusi. Times Higher Education Supplement (THES), Webometrics Ranking of 
World Universities, International Rankings Expert Group & The Berlin 
Principles, Global University City Index, World Education News & Reviews 
(WENR), Academic Ranking of World Universities adalah beberapa organisasi atau 
institusi yang melakukan pemeringkatan PT dengan kriteria yang ditetapkan 
masing-masing institusi tersebut. Meski pemeringkatan semacam ini ditanggapi 
pro dan kontra di kalangan akademisi, tidak sedikit PT yang terus berburu 
pengakuan prestasi melalui model-model pemeringkatan seperti itu. Kalangan yang 
tidak sreg mendasari pandangannya bahwa bukanlah hal mudah membuat suatu potret 
kualitas dari data-data yang bersifat kuantitatif sebagai dilakukan institusi 
pembuat peringkat. 


Kelompok ini berpandangan bahwa pendidikan sebaiknya ditekankan kepada 
penguatan input dan proses. Artinya necessary condition (syarat perlu) seperti 
kualitas/kuantitas ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang seminar, 
komputer dan fasilitas pendidikan lainnya itu, mutlak terus dipelihara agar 
memenuhi standar mutu pendidikan yang baik. 


Begitu juga prosesnya, betul-betul membangun ekosistem pendidikan yang kondusif 
terhadap tumbuhnya kreativitas mahasiswa sebagai calon peneliti, birokrat, 
manajer atau entrepreneur yang menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas. 
Input dan proses perlu disokong dengan kekuatan manajemen pendidikan yang 
profesional, ditambah dengan kekuatan berbagai kerja sama nasional dan 
internasional, khususnya untuk riset dan aplikasi teknologi. Maka, sejatinya 
hal itu cukup bagi sebuah institusi PT untuk memosisikan diri di tengah 
persaingan global, meski tidak mengantongi peringkat yang dibuat institusi 
tertentu. 

Patut Dilakukan
Kalangan yang setuju berargumentasi bahwa salah satu aspek dalam mewujudkan 
sebuah PT yang bertaraf internasional adalah adanya pengakuan (recognition) 
dari dunia internasional. Tanpa adanya pengakuan tersebut, sebaik apa pun PT 
tidak akan dapat disebut sebagai suatu PT yang bertaraf internasional. Menurut 
kalangan ini, pengakuan tersebut bukanlah tujuan akhir, namun merupakan suatu 
cara untuk menuju PT bertaraf internasional.


Tercantumnya nama sebuah PT dalam pemeringkatan perguruan tinggi, terutama pada 
level internasional menurut kalangan ini merupakan hal penting dan patut 
dilakukan. Pertimbangannya, antara lain masuknya suatu perguruan tinggi dalam 
daftar universitas top dunia, merupakan langkah awal yang sangat baik agar 
dunia internasional mengakui keberadaannya; dapat mendongkrak citra perguruan 
tinggi; juga akan meningkatkan promosi, terutama dalam perolehan mahasiswa dan 
dana penelitian internasional. Hal itu juga merupakan salah satu wujud nyata 
upaya menyukseskan program Diknas.


Hal yang tidak kalah penting dari keikutsertaan tersebut adalah dapat mengenal 
dan memetakan keunggulan berikut kelemahannya dibandingkan dengan PT lain 
secara internasional. Maka langkah-langkah nyata untuk menuju perguruan tinggi 
bertaraf internasional melalui keikutsertaan dalam pemeringkatan merupakan hal 
yang baik dan patut dilakukan.Meski indikator-indikator yang ditetapkan 
masing-masing institusi pemeringkat tidaklah komprehensif sehingga 
menggambarkan secara utuh kinerja sebuah institusi perguruan tinggi, setidaknya 
indikator-indikator yang dipakai tersebut mencoba memotret performa PT dari 
sisi tertentu. THES misalnya, menggunakan empat kriteria utama dalam menentukan 
skor peringkat PT di dunia, yaitu kualitas penelitian (research quality); 
kesiapan kerja lulusan (graduate employability); pandangan internasional 
(international outlook); dan kualitas pengajaran (teaching quality).

Peringkat "Webometrics"
Sementara Webometrics Ranking of World Universities menetapkan empat indikator.


Pertama, visibility, yakni jumlah total tautan eksternal yang unik yang 
diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live 
Search, dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya 
dinormalisasi-logaritmik kesatu untuk nilai tertinggi dan kemudian 
dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.


Kedua, size, yakni jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: 
Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil 
pencarian dinormalisasi-logaritmik kesatu untuk nilai tertinggi. Untuk setiap 
domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiap 
institusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.


Ketiga, rich file, yakni volume file yang ada di situs universitas, di mana 
format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi 
dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe 
PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). 
Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk 
setiap jenis berkas. 


Keempat, Scholar. Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan ilmiah 
(scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data 
ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, 
laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.


Konon, Webometrics ini adalah sebuah peluang menarik bagi 
universitas-universitas di negara berkembang untuk bisa menikmati peringkat 
universitas dunia. Kuncinya adalah bagaimana universitas bisa memperbanyak 
konten (scientific paper) yang disajikan ke publik, diindeks di mesin pencari, 
dan sedikit kepintaran universitas memainkan Search Engine Optimization (SEO) 
untuk mengarahkan mesin pencari ke situs universitas.


Mengakhiri tulisan ini, kita coba menengok kebijakan jangka panjang Depdiknas 
RI, di mana keberadaan PT yang bertaraf internasional juga merupakan suatu 
program pencapaian prioritas saat ini. Globalisasi secara umum telah mendorong 
suatu PT untuk tidak hanya melihat dirinya sendiri atau dalam suatu lingkup 
lokal/nasional, namun harus mulai berani melakukan komparasi/benchmarking 
dengan dunia internasional (outward looking).

Penulis adalah Direktur Eksekutif LSPDA Jakarta

Kirim email ke