Refleksi: Kalau standarnya jelas tidak akan mendatangkan berkat bagi para 
penyelengara. jadi kekaburan itu dipelihara dan dipupuk, selain itu patut juga 
diingat bahwa  Depag telah lazim dan biasa dikenal sebagai sarang penyamum. 

http://www.tempointeraktif.com/hg/wartahaji_berita_mutakhir/2008/11/28/brk,20081128-148694,id.html

Standar Pelayanan Haji Tak Jelas
Jum'at, 28 November 2008 | 20:38 WIB

TEMPO Interaktif ,  Jakarta: Forum Reformasi Haji Indonesia menilai pemerintah 
tidak memiliki standar pelayanan minimum ibadah haji untuk calon jamaah haji. 
"Padahal ratusan ribu jamaah pergi haji setiap tahun," kata Direktur Advokasi 
Konsumen Muslim Indonesia As'ad Nugroho dalam temu wartawan di Jakarta, Jumat 
(28/11). 



Adanya standar pelayanan minimum, kata As'ad, merupakan bukti komitmen 
pemerintah untuk melayani jamaah. "Selain itu penilaian kinerja dan pengawasan 
akan lebih mudah dilakukan jika ada standar bakunya," kata dia. 

Standar pelayanan, kata Divisi Monitoring Indonesian Corruption Watch Ade 
Irawan, salah satu anggota forum, dapat dibagi dalam delapan sektor antara lain 
setoran/pembayaran, bimbingan haji, penerbangan, pemondokan, makanan/minuman, 
pelayanan medis, sarana pengaduan, dan tenaga pembimbing/petugas. 

Ade memisalkan dari sektor pelayanan setoran, yang harus ditetapkan yaitu 
kesepakatan besaran biaya yang harus dibayar, kemudahan lokasi dan cara 
pembayaran, ketentuan tentang bunga/bagi hasil, dan sistem pencatatannya. 

Sedangkan dari sisi tenaga pembimbing atau petugas antara lain kejelasan tugas 
dan tanggung jawab tiap pembimbing/petugas, ketersediaan tenaga pembimbing 
dibanding jumlah jamaah, kemudahan mengenali petugas/pembimbing (misalnya 
dengan seragam yang mencolok), dan standar keahlian petugas. 

"Yang terjadi saat ini petugas/pembimbing malah ikut-ikutan berniat haji dan 
mengenakan pakaian ihrom. Akibatnya jamaah kesulitan mendapatkan pertolongan," 
kata dia. 






REH ATEMALEM SUSANTI

Kirim email ke