http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=1460


Korban Lumpur Segel Rumah Contoh


[SIDOARJO] Puluhan korban semburan dan luberan lumpur Lapindo, menyegel
dua rumah contoh di Kahuripan Nirwana Vilage, di Sidoarjo, Jawa Timur, karena 
kecewa terhadap PT Minarak Lapindo Jaya, yang tidak segera membangun rumah yang 
akan mereka tempati.

Kekecewaan warga menyegel rumah contoh, dibangun Grup Bakrie, perusa- haan yang 
melakukan pengeboran gas di Porong, Sidoarjo, setelah masa kontrak rumah mereka 
rata-rata sudah habis. "Kontrak sudah mau habis, sedangkan rumah yang 
dijanjikan Lapindo belum ada. Kami mau dikemanakan," kata Heru, juru bicara 
warga di Sidoarjo, Kamis (27/11).

Sebagian korban lumpur telah menandatangani ikatan relokasi rumah. Warga 
dijanjikan rumah di kompleks perumahan itu, tetapi rumah yang dimaksud belum 
ada wujudnya.

Hubungan Masyarakat PT Minarak Lapindo Jaya, Suryono ketika dipertemukan oleh 
aparat kepolisian setempat, tidak bisa memberi jawaban tegas, karena permintaan 
warga akan disampaikan kepada perusahaan.

Saat sekarang sebagian warga sudah menempati kompleks perumahan tersebut. 
Namun, banyak yang dijanjikan relokasi belum memperoleh tempat tinggal. Sejak 
semburan lumpur terjadi 29 Mei 2006, lebih 10.000 rumah tenggelam akibat lumpur 
panas bercampur gas. Warga diberikan uang kontrak rumah Rp 5 juta untuk masa 
kontrak dua tahun.

Mereka yang setuju jual beli diberikan uang muka 20 persen. Sedangkan, 
pembayaran 80 persen sisanya diberikan sebelum masa kontrak berakhir. Sampai 
sekarang, sisa tersebut tidak jelas. Bahkan yang setuju relokasi, rumahnya 
belum tersedia. [080]

Kirim email ke