> "muslim in suffer" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lagian apa untungnya buat kamu, melecehkan
> dan memfitnah agama - nabi - tuhan orang lain.
> Kalau saya balas hal itu dg setimpal, lalu apa
> untungnya bagi saya, sama sekali gak ada ...
> yg ada justru temen2 kamu yg seagama yg
> malah sakit hati.
> 


Dia bukan memfitnah agama, nabi ataupun tuhan orang lain, dia justru
mengutuk terror2 Islam yang membawa bencana kepada agamanya orang
lain.  Biar gimanapun kita harus merasakan bagaimana kemarahan mereka
yang saudara2nya dibunuh oleh Jihad Islam sebagai kewajiban Allah yang
dianggapnya sebagai iblis2 haus darah yang meminum darah mereka yang
bukan muslim dan juga darah sesama muslim.

Sebaiknya kita umat Islam merenungkan dengan kejujuran nurani yang
netral, bahwa ajaran agama kita yang menghina, memfitnah, dan
mendholimi umat lainnya termasuk umat penyembah berhala yang kita
rendahkan lebih rendah daripada binatang adalah ajaran yang melanggar HAM.

Bahkan agama Buddha mengajarkan kepada semua umat manusia untuk tidak
menghina, memfitnah dan mendholimi umat lainnya termasuk para
penyembah berhala.  Karena kalo kita tidak mau dihina, difitnah, dan
didholimi, maka kita juga tidak boleh menghina, memfitnah, dan
mendholimi umat lainnya seperti yang biasa kita lakukan kepada orang2
Yahudi.

Kita sebagai umat Islam biar gimanapun harus jujur mengakui keindahan,
kemuliaan, dan kasih sayang ajaran Buddha ini yang tidak pernah
diajarkan kepada umat Islam.

Tidak ada salahnya kita umat Islam juga mengadopsi ajaran2 universal
dari sang Buddha untuk menyempurnakan ajaran Islam sendiri.

Biar gimana pun kita sebagai umat Islam wajib mengutuk jihad Islam
yang selalu menciptakan bencana kepada umat yang bukan Islam dan juga
kepada sesama umat Islam kita sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke