Kutipan Sunny:
  yang mana non- Muslim dilarang menggunakan nama tersebut
....
  larangan penggunaan nama “Allah” kecuali dikeluarkan oleh penerbit Muslim.
  ...
  Pejabat pemerintah sendiri mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggunaan 
nama “Allah” dalam Literatur Kristiani yang dianggap dapat membingungkan 
masyarakat Muslim Malaysia serta dapat menyeret mereka pada ke-Kristenan.
----
   
  Ayahanda Nabi bernama Abdullah..artinya Hamba Allah...Dan 
    
   Belum ada Islam saat ayahanda nabi dinamai Abdulah  
   Belum ada Islam saat Muhammad Lahir  
   Belum ada Islam saat Muhammad Menikah  
   Belum ada Islam saat anak nabi lahir
  Jadi confirm bahwa Yang berhak atas patent penggunaan kata Allah adalah KAUM 
PAGAN bukan Islam
  
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=asia&id=296
   
    Ditangkap Karena Membawa CD Bertuliskan Nama “Allah”, Jill Tuntut 
Pemerintah Malaysia
  
  Monday, Dec. 1, 2008 Posted: 12:59:36PM PST
  
  KUALA LUMPUR – Seorang Kristiani Malaysia menuntut pemerintah dengan tuduhan 
telah melakukan pelanggaran terhadap hak-hak keagamaannya setelah aparat 
bandara menangkapnya karena kedapatan membawa sejumlah CD pendidikan Kristiani 
yang dibawanya dari Indonesia, ujar pengacara wanitanya. 

Pihak berwajib di negara yang mayoritas penduduknya muslim tersebut telah 
menyita sebanyak delapan CD dari Jill Ireland ketika dia kembali ke Malaysia 
pada 11 Mei lalu setelah melakukan sebuah perjalanan ke Jakarta, ungkap 
pengacaranya, Annou Xavier, pada Kamis malam lalu. 

Menteri dalam negeri dalam sebuah suratnya memberitahukan bahwa sebagian besar 
CD yang disita tersebut bertuliskan nama “Allah” pada cover CD, yang mana non- 
Muslim dilarang menggunakan nama tersebut, kata Xavier.

Ireland ingin agar pihak Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur mengeluarkan sebuah 
pernyataan yang mengijinkannya untuk menggunakan semua materi yang berkaitan 
dengan keagamaan dalam CD tersebut hanya untuk konsumsi pribadinya, jelas 
Xavier.

Pihak pengadilan, Kamis lalu menjadwalkan mengadakan dengar pendapat 
pendahuluan pada 30 Januari mendatang. 

Pengacara pemerintah Suzana Atan menolak mengomentari kasus tersebut secara 
detail, namun pihaknya menyatakan bahwa yang bersangkutan telah melanggar 
larangan penggunaan nama “Allah” kecuali dikeluarkan oleh penerbit Muslim.

Undang-undang dasar Malaysia menjamin kebebasan beribadah bagi non-Muslim, yang 
berjumlah lebih dari sepertiga dari 27 juta penduduk negara tersebut. 

Meskipun demikian, kelompok minoritas Budha, Kristiani dan Hindu semakin kuat 
menyuarakan tuduhan diskriminasi agama terkait dengan beberapa insiden yang 
terjadi beberapa waktu terakhir ini seperti pembongkaran candi-candi Hindu oleh 
aparat pemerintah.

Pemerintah tahun lalu telah mengeluarkan peraturan yang melarang non-Muslim 
menggunakan kata “Allah”, yang berasal dari bahasa Arab yang sinonim dengan 
kata ‘Tuhan” dalam bahasa nasional Malaysia.

Larangan tersebut telah memicu kritikan dari Kristiani yang menggunakan kata 
tersebut guna menyebut nama Tuhan dalam Alkitab bahasa Malayu dan berbagai 
penerbitan lainnya. Sebuah gereja Malaysia dan surat kabar mingguan Kristiani 
telah mengajukan perkara tersebut ke pengadilan guna menentang larangan 
tersebut.

Pejabat pemerintah sendiri mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggunaan 
nama “Allah” dalam Literatur Kristiani yang dianggap dapat membingungkan 
masyarakat Muslim Malaysia serta dapat menyeret mereka pada ke-Kristenan.




  

                           

       

Kirim email ke