http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008120622532722

      Minggu, 7 Desember 2008 
     


Satu Juta Orang Terancam PHK 


      JAKARTA (MI/Lampost): Satu juta orang terancam kehilangan pekerjaan 
karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai imbas krisis ekonomi global. Pada 
tahap awal, gelombang PHK akan menghampiri industri manufaktur berbasis ekspor 
dan padat karya, terutama di Pulau Jawa.

      "Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) memprediksi terjadi PHK 500 ribu 
sampai 1 juta orang hingga akhir 2009," ujar Direktur Pengembangan Pasar Kerja 
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Reyna Usman Ahmadi 
saat pembukaan bursa kerja di GOR Lila Bhuana Denpasar, Bali, Sabtu (6-12).

      Sebelumnya, data Tim Monitoring Depnakertrans menyebutkan jumlah pekerja 
yang terancam PHK telah mencapai angka 66.603 orang. Mereka menjadi korban 
krisis global akibat melambatnya perekonomian dunia.

      "Untuk yang rencana PHK dan suratnya sudah masuk jumlahnya 23 ribuan dan 
untuk yang rencana dirumahkan ada 19 ribuan pekerja," kata Menakertrans Erman 
Suparno saat raker bersama Komisi IX DPR, pekan lalu.

      Dari rencana PHK tersebut, Reyna mencatat hingga pekan pertama bulan ini 
sudah terjadi PHK sebanyak 16 ribu orang lebih di 11 provinsi, dan diperkirakan 
membengkak menjadi 40 ribu lebih hingga akhir tahun.

      Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karyawan yang 
dirumahkan masih memiliki hak untuk menerima gaji dengan besaran lebih rendah 
daripada gaji sebelum dirumahkan.

      Untuk yang satu bulan dirumahkan, karyawan berhak menerima gaji sebesar 
75% dari gaji semula, yang dua bulan 50%, dan seterusnya.

      Staf Khusus Menko Perekonomian M. Ikhsan mengatakan jumlah buruh yang 
terkena PHK itu bisa bertambah lagi dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang 
masih berada di luar negeri. Pemerintah meyakini beban negara akan bertambah 
untuk itu.

      "Kita mau bikin padat karya, tetapi apakah mereka siap bekerja seperti 
itu. Dulunya mereka kerja di pabrik-pabrik dengan kerjanya enak pakai motor. 
Tentu berat bagi mereka menerima kenyataan ini, dan ini yang sedang kita 
pikirkan," ujarnya.

      Saat ini Malaysia menjadi negara penempatan TKI terbanyak. Malaysia 
mengalami pukulan cukup berat akibat anjloknya rasio ekspor terhadap PDB yang 
mencapai lebih dari 100%.

      "Berarti, apa yang terjadi. Buruh yang kerja di Malaysia kan banyak 
tukang, ya, kena PHK semua. Jadi, kita bukan menampung PHK di dalam negeri 
saja, tetapi dari luar negeri juga," kata dia.

      Peluang Kerja

      Meskipun demikian, pekerja-pekerja yang terkena PHK tersebut masih 
memiliki peluang besar untuk diberdayakan kembali melalui penyelenggaraan bursa 
kerja, terutama di sektor perdagangan, perhotelan, dan jasa.

      Sebab, faktanya, ujar Reyna, dari penyelenggaraan bursa kerja sepanjang 
2008, baik yang diselenggarakan swasta maupun pemerintah, baru sekitar 30% 
lowongan kerja yang terisi.

      "Jadi, bagi yang terkena ataupun yang terancam PHK diminta jeli 
mengetahui pasar dan lowongan kerja yang saat ini masih banyak dibutuhkan," 
kata Reyna.

      Ia mencontohkan dalam bursa kerja online yang dioperasikan Depnakertrans 
hingga Juni lalu masih tersedia informasi peluang kerja 754 ribu orang dan 938 
ribu lowongan kerja. n U-3
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke