Mg Adven II : Yes
40:1-5.9-11; 2Ptr 3:8-14; Mrk 1:1-8

 "Sesudah aku akan datang Ia
yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku
tidak layak”

 

Jika ada pejabat tinggi, misalnya
presiden atau kepala Negara, yang mau berkunjung atau lewat, pada umumnya
terjadilah persiapan tempat atau  jalan
alias ‘pembersihan’, dengan harapan pejabat yang bersangkutan selamat di
perjalanan atau yang didatangi puas karena memperoleh pujian atas kesuksesan
dalam penyambutan pejabat tinggi. Sebagai contoh ketika presiden dari tempat
tinggal atau rumahnya hendak menuju ke kantor/istana presiden, maka di
perempatan/pertigaan jalan polisi telah mempersiapkan jalan antara lain dengan
menghentikan kendaraan-kendaraan lain, kemudian pengawal mendahului rombongan
kendaraan/mobil dimana presiden berada di dalamnya. Persiapan memang merupakan
usaha yang penting dan perlu untuk melakukan segala sesuatu, dengan persiapan
yang baik kiranya apa yang kita harapkan atau dambakan mendekati kenyataan atau
kita berharap apa yang akan kita lakukan berhasil dengan baik. Pada hari ini
kepada kita ditampilkan tokoh Yohanes Pembaptis, sebagai bentara kedatangan
Yesus, Penyelamat Dunia, yang dengan rendah hati berkata: “Sesudah aku akan 
datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk
dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air,
tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk 1:7-8). Maka marilah
dalam mempersiapkan kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal,
yang akan datang kita mawas diri dengan cermin Yohanes Pembaptis.

 

"Ia
yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku
tidak layak.” (Mrk 1:7)

 

Kita semua dipanggil untuk
menjadi bentara-bentara kedatangan Tuhan, Penyelamat Dunia, di tengah-tengah
atau dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun. Sebagai bentara kita dapat
berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis :”Bertobatlah dan 
berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni
dosamu."(Mrk 1:4). Tentu saja diri kita masing-masing juga telah
bertobat atau sedang dalam proses pertobatan, maka marilah dengan rendah hati
kita saling mengingatkan dan membantu dalam proses pertobatan. “Rendah hati 
adalah sikap dan perilaku yang
tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yattu dengan menenggang
perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat
menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit:
Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka Jakarta 1997, hal 24).

 

Siapapun yang merasa menjadi
pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal keutamaan kerendahan
hati ini, sebagaimana diusahakan oleh para gembala kita/para uskup, yang
senantiasa menyatakan diri sebagai ‘hamba yang hina dina’.Maka untuk
mengusahakan dan menghayati kerendahan hati kiranya kita juga dapat bercermin
pada pada hamba/pembantu rumah tangga, yang pada umumnya bertugas ‘membersihkan
apa yang kotor’, entah kamar/ruangan, pakaian, halaman dst.. Selain tugas
membersihkan mereka juga mempersiapkan, misalnya makanan dan minuman atau aneka
kebutuhan yang dilayani. Pembantu rumah tangga yang baik pada umumnya rendah
hati, peka terhadap kebutuhan mereka yang harus dilayani, dan dengan demikian
yang dilayani dapat melaksanakan tugas pengutusannya atau menghayati
panggilannya dengan baik. Kita semua juga dipanggil untuk ‘membersihkan dan
mempersiapkan’.

 

Marilah kita bersihkan dan
persiapkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita untuk menyambut kedatangan atau
kelahiran Penyelamat Dunia. “Men sana
in corpore sano “ = Dalam tubuh yang
sehat terdapat jiwa yang sehat, demikian kata sebuah motto yang sangat
terkenal. Marilah pertama-tama kita mengusahakan agar tubuh kita sehat
wal’afiat, antara lain dengan : makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat
sehat lima sempurna’, hidup
teratur, istirahat cukup, teratur berolahraga, dst.. Pengamatan dan pengalaman
saya ketika tubuh sehat maka dengan mudah mengusahakan kesehatan hati, jiwa dan
akal budi alias cerdas beriman. “Berilah
dirimu dibaptis”, demikian seruan Yohanes Pembaptis. “Dibaptis” berarti
dibersihkan, disucikan atau disisihkan seutuhnya bagi Tuhan, sehingga orang
yang bersangkutan menjadi suci/bersih, senantiasa hidup dan bertindak sesuai
dengan kehendak Tuhan. Kepada orang suci/ bersih akan datang banyak orang
kepadanya, sebagaimana dialami oleh Yohanes Pembaptis, untuk mengaku dosa alias
bertobat. Sebagai bentara cara hidup dan cara bertindak kita diharapkan memikat
banyak orang untuk mendekat serta bertobat.

 

“Sesuai
dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana
terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil
menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak
bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia “
(2Ptr 3:13-14)     

 

Kita semua “harus berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bercela di
hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. Secara konkret tugas pengutusan
ini kiranya sungguh berat dan sarat dengan tantangan dan hambatan, maka baiklah
kita saling membantu dan mengingatkan. Rasanya mereka yang ‘kedapatan tak 
bercacat dan tak bercela di
hadapanNya’  adalah bayi-bayi atau
anak-anak balita, yang senantiasa dalam keadaan membuka diri, ceria, dinamis,
siap sedia untuk diperlakukan apapun oleh orang lain. Memang, lebih-lebih atau
terutama bayi-bayi harus didekati dan diperlakukan dalam dan dengan kasih,
tanpa kasih mereka akan menolak dan membenontak antara dengan menangis. Maka
mungkin baik dalam hal mawas diri apakah kita dalam keadaan tak bercacat dan
tak bercela antara lain dengan menyapa atau membelai, menyentuh seorang bayi;
jika mereka kita sapa atau belai memberontak atau menangis berarti kita dalam
keadaan cacat dan tercela. 

 

Untuk mengusahakan tak bercacat
dan tak bercela di hadapanNya hendaknya kita berpegang atau berpedoman pada apa
yang dikatakan oleh Yesaya ini :”Setiap
lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang
berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk
menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia
akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes
40:4-5) ‘Lembah, gunung, berbukit-bukit, tanah yang tidak rata dan
berlekuk-lekuk’ memang mengganggu perjalanan atau memperlambat dan menghalangi
perjalanan. Kita semua sedang berada dalam perjalanan menuju ke pemenuhan hidup
terpanggil atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, menuju hidup
bahagia abadi di sorga setelah dipanggil Tuhan, meninggal dunia. 

 

Marilah dengan rendah hati dan
bantuan rahmat Tuhan kita bersihkan segala sesuatu yang menghambat penghayatan
panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, yaitu
dosa-dosa, misalnya:” percabulan,
kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan,
iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Gal 5:19-21)  agar kita 
dapat hidup bersih serta
menghasilkan buah-buah atau keutamaan-keutamaan “kasih, sukacita, damai 
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23) . Sikap hidup
dan cara bertindak yang dijiwai oleh keutamaan-keutamaan inilah sebagai
cirikhas bentara-bentara kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia.

 

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia
hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang
dikasihi-Nya. Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang
yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan
kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.Bahkan
TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan
akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.”
(Mzm 85:9ab-14)

  
   

Jakarta,
7 Desember 2008




      Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke