Kalau ke Londo itu jane gak salah juga,kan Barat khususnya Londo dulu
pernah dinegeri ini 350 th lamanya.Sekarangpun tiap kota ada kuburan
Londo (Kerkhoff).Perlu anda tahu bahwa Muslim yang masih seneng
kenegeri Barat itu yang klas Muslim Binti Muskitawati.
Kalau yg sudah klas Bin Laden walaupun dia punya jutaan USD kok
nyatanya seneng di Afghan.
Muslim yang ideal seneng dinegeri yang masih bisa denger azan,misal:

1.Taufiq warga Londo mualaf,dia di Depok sekarang dan bilang gak mau
pulang lagi ke Londo,sebab pas musim panas aurat wedok pada
diumbar.Dia lebih seneng tinggal di RI,so do temen dia Hamid warga US
juga begitu.

2.Dr.Iok 16 th sudah kerja diperusahaan Telkomnya Jepang,akhirnya
pulang ke RI padahal ditawari jadi warga Jepun gak gelem,soalnya
disana gak kedengaran azan.

3.Anak saya R.M.barusan ini menolak SPD ke Ustrali sebab hanya
kia2,tapi nanti kalau trainingdia mau.

4.Jamaah haji sebanyak 215000 /th kok lebih seneng ke Makah yang gur
ada batu,kenapa duwitnya gak digunakan utk piknik ke Menara Eifel atau
lihat Tulip di Londo?
Opo anda gak heran wong mereka ke L.N.yo hanya kali itu tok kok tdk
utk tamasaya?
Nah yang masih memberati tamasya itulah yang masih klas Muslim Binti
Muskitawati,tapi bagi yg sudah klas Bin Laden enggak,pilih lihat batu.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, Lanang Anom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> meski rata rata korban lapindo beragama islam, sudah tentu mereka
akan memilih belanda untuk dijadikan tempat untuk meminta suaka,
alsannya cuma satu, belanda, yang bagi banyak umat islam diklaim
sebagai penjajah kristen pada PD II, lebih memiliki nilai nilai
kemanusiaan dan toleransi terhadap orang lain, terbukti dengan
suriname hingga saat ini masih menjadi bagian dari belanda, dan disana
ada partai jawa, yang kebetulan ketua DPR suriname sendiri berasal
dari solo, namanya paul sumoharjo.
> 
> lalu kalau arab, tentu mereka takut, sebab selama ini arab merasa
bahwa mereka memililki derajat jauh lebih tinggi dibanding orang dari
bangsa lain, terbukti banyak para TKI/TKW yang diperlakukan semena
mena, dan di arab masih mengenal perbudakan.
> 
> orang sidoarjo itu orang pinter, mana mau mereka menjadi budak.
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: zamanku@yahoogroups.com
> Terkirim: Jumat, 5 Desember, 2008 10:18:47
> Topik: [zamanku] Kenapa Korban Lapindo Pilih Belanda Bukan
ke-Negara2 Arab ???
> 
> 
> Kenapa Korban Lapindo Pilih Belanda Bukan ke-Negara2 Arab ???
> 
> Memang munafik, semua korban2 Lapindo 100% muslim dan mereka rame2
> secara mayoritas memohon belas kasihan dubes Belanda.  Mereka semula
> bermaksud meminta suaka politik ke Belanda, namun karena ancaman
> penangkapan polisi dengan tuduhan pengkhianat dan subversi, maka
> secara munafik mereka menyatakan bukan mau minta suaka politik kepada
> Belanda melainkan memohon izin membuka kemah dihalaman kedubes Belanda.
> 
> Yang jadi pertanyaan saya adalah bahwa pilihan negara2 lain didunia
> itu banyak sekali, lebih dari 200 negara bisa dipilih, tetapi kenapa
> harus ke Belanda ????  Padahal Belanda secara terang2an sudah
> anti-Muslim, seorang wanita anggauta senat keturunan Afrika yang
> beragama Islam sudah diusir dari Belanda dan kewargaan negaranya
> dicabut.  Juga Belanda memproduksi filem2 dokumenter tentang terror2
> Islam yang disebarkan keseluruh dunia bahkan juga disebarkan gratis di
> internet.
> 
> Tapi tetap, Belanda memang merupakan sorga bagi semua umat Islam,
> karena disana setiap umat Islam bisa menjalankan ibadahnya secara
> bebas, lebih bebas dari di semua negara Islam sendiri.  Kalo umat
> Islam Ahmadiah dilarang beribadah dan bershalat di Indonesia, maka
> mereka bebas bershalat dan beribadah cara agama mereka tanpa dibakar
> mesjidnya, tanpa dijarah harta benda umatnya.
> 
> Seharusnya FPI sebagai pembela Islam memberikan reaksinya, mendorong
> umat Islam yang mau pindah keluar Indonesia untuk memilih negara2
> Islam bukan negara2 kafir.  Banyak negara2 Islam yang baik ekonominya
> seperti Arab Saudia, Kuwait, Qatar, Abu Dhabi, Yaman, Pakistant,
> Afghanistant, Iran, Iraq, Yordania, Syria, Libanon, Malaysia, Brunai,
> Turki, Aljazair, dan masih banyak pilihan lagi, tapi kenapa harus
> Belanda ????
> 
> Kalopun mau berkemah, kenapa harus dikedutaan Belanda ????  Kenapa
> bukan di Kedutaan Arab Saudia yang sudah biasa dengan banyak kemah2nya
> di padang Arafahnya ????
> 
> Marilah kita semua umat Islam ikut merenungkan nasib mereka, karena
> nasib mereka juga adalah nasib kita.  Daripada pindah ke Belanda,
> Australia, Amerika, atau negara manapun, kenapa kita tidak menjadikan
> negara kita sendiri seperti Belanda? seperti Australia? seperti Amerika?
> 
> Semuanya itu mudah dicapai asal kita menolak Syariah Islam biadab ini
> karena terbukti tidak pernah membawa kebahagiaan kepada semua muslim.
> Jadikanlah negara kita betul2 negara sekuler seperti negara2 yang
> memberi kebahagiaan kepada rakyatnya diatas.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
     

Kirim email ke