Bung KK, Tedy dan All
  saya memperhatikan kalimat Bung teddy biasa2 saja, Ia menyampaikan Informasi
  'Pancasila adalah ajaran dasar moral agama Buddha, yang ditaati oleh pengikut 
Siddhartha Gautama...
   
  Tidak ada kata 'berasal' seperti yang dikatakan Bung KK:
   
  'tentang pancasila yang menurut Bung Teddy berasal dari ajaran Budha itu.'
   
  Malah kalau saya perhatikan dan kalo mau di sambung2-i, kelihatannya bung 
teddy ini berharap agar segenap kompenen bangsa ini kembali ke PANCASILA 
sebagai ajaran dasar moral Bangsa Indonesia yang ditaati oleh bangsa ini.
   
  kalau benar maka Harapan Bung Teddy adalah keterlaluan.
   
  Mengapa?
   
  misalnya sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa
   
  Ini membuat semua penduduk Indonesia tidak bisa mengikuti, karena 
    
   Islam tidak mengenal Tuhan, namun Allah dan Muhammad  
   Nasrani, tidak mengenal tuhan yang esa namun malah TIGA  
   Hindu tidak mengenal Tuhan, namun Brahma atau Wisnu atau siwa...dan memang 
sih mereka menyatakan ada yang Esa namun bukan Tuhan tapi Sang Hyang Widhi 
disamping itu mereka juga menyampaikan sembah bakti mereka kepada para Leluhur2 
sebagai tanda penghormatan atas keberadaannya  
   Kong Hu Cu, jelas2 tidak mengakui adanya Tuhan dan yang maha esa namun Dewa 
langit dan dewa2 lainnya yang saling menunjuang untuk keharmonisan semesta  
   Buddhis, malah tidak mengakui ada Tuhan yang Maha Esa
  Masa, semua harus di penjara gara-gara pancasila?
   
  Nah, lebih baik itu dianggap peringatan bahwa NEGARA ini pernah saling 
mengalah bahwa yang mayoritas pernah mengalah..dan yang minoritas pernah di 
terima pendapatnya
   
  Mengingat bahwa negara ini sangat menghormati keragaman, jadi seharusnya 
INSTITUSI PENEGAK keamanan sebagai YANG MAHA ESA di Negara ini jangan mau DI 
DUA-KAN oleh gerombolan2 macam FPI
   
  kalo tidak mampu melaksanakan tugasnya..ya yang pertama harus di hukum ...ya 
para Penegak keamanan lah! 
   
  Pangkat dan bajunya suruh di copot..dan disuruh pake rok.
  
Kaka Suminta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam,

Dalam melontarkan sebuah pemikiran, tentunya kita mengentahui ke arah
mana maksud pemikiran tersebut disasar. Dengan informasi, data dan
argumen kita menyampaikan premis dasar pemikiran tersebut.

Untuk informasi yang disampaikan Bung Teddy, saya melihat penyampaian
informasi yang tidak jelas ke mana arahnya. Dengan tingkat
sensitifitas pemahaman relijius bangsa yang rentan, dengan tingkat
toleransi perbedaan yang tidak bisa diprediksi saat ini saya fikir
kita perlu hati-hati melontarkan gagasan.

Mudah-mudahan komunitas medicare menanggapi secara dewasa tulisan yang
tentang pancasila yang menurut Bung Teddy berasal dari ajaran Budha
itu. Karena jelas jika benar demikian, sebenarnya tidak ada masalah,
karena kandungan dari Pancasila sebagai dasar negara dengan pancasila
sebagai ajaran Budha itu berbeda.

Tetapi sebaiknya Bung Teddy menyampaikan apa maksud penyampaian
informasi tadi secara utuh. Agar pembaca mengetahui dengan baik apa
premis dan konklusinya.

Wassalam

Pada tanggal 07/12/08, teddy sunardi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Pancasila adalah ajaran dasar moral agama Buddha, yang ditaati oleh pengikut
> Siddhartha Gautama. Kata Pancasila ini berasal dari Bahasa Sansekerta
> pañcaśīla dan berarti adalah Lima Tingkah Laku Baik.
>
> Dalam agama Buddha, mentaati Pancasila dianggap merupakan sebuah dharma.
>
> Pancasila berbunyi sebagai berikut:
> Aku bertekad melatih diri untuk menghindari pembunuhan (nilai kemanusiaan)
> guna mencapai samadi.
> Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan
> (nilai keadilan)guna mencapai samadi.
> Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila (berzinah,
> menggauli suami/istri orang lain, nilai keluarga)guna mencapai samadi.
> Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar
> /berbohong, berdusta, fitnah, omongkosong (nilai kejujuran)guna mencapai
> samadi.
> Aku bertekad untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang
> dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan (nilai pembebasan)guna mencapai
> samadi.
>
> Dalam bahasa Pali, sila-sila ini adalah sebagai berikut:
> Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
> Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
> Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
> Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
> Surā meraya majja pamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
>

-- 
Kaka Suminta
Journalist
http://www.kippindonesia.org
Jl. Kartini Gg. Kutilang No 2 Soklat Subang.
Phone/fax 0260 420 707
HP:0852 222 771 22


                           

       

Kirim email ke