Heran bi Aneh yaa ... selesai sholat jum'at bukannya jadi soleh n alim
malah beringas... kayak kesurupan gituh...
Bisa jadi ter-inspirasi teroris Mumbai... selama sholat jum'at itu mereka 
secara berjamaah minum AO dulu ato nge-drug ... biar kesurupan trus neror...

Wahai ummat islam !!! ... kalian ga perlu MARAH kalo dikatain agama Islam 
isinya ajaran teroris... saudara seiman kalian sendiri koq yang membuktikan...
Jadi ga ada alasan lagi... kalian memfitnah si kafir lah ato si amerika lah ato 
CIA lah

Menjelang Idhul Qurban...kayaknya kurban kambing n sapi blom cukup juga... 
perlu darah manusia juga yaa... sadar ga sih ummat islam ini ?!!
Segeralah MURTAD ... sebelum darah kalian dijadikan kurban sembelihan 
selayaknya kambing seperti baru-baru ini...

murtad nich !!!


--- On Tue, 9/12/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Ricuh Patung Naga Singkawang
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, 9 December, 2008, 8:11 PM










    
            


 
Refleksi:  Apakah Borobudur akan menemu nasib seperti patung Buddha di 
Bamiyan?
 
http://www.equator- news.com/ index.php? mib=berita. detail&id=6899#
 

Sabtu, 06 Desember 2008 , 12:08:00
 
Ricuh Patung Naga Singkawang
Dua Kelompok Massa Nyaris 
Bentrok

 
Kerumunan 
warga memenuhi perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud guna menyaksikan aksi 
pembongkaran patung naga, Jumat (5/12) siang.
Pembangunan patung di fasilitas umum memicu konflik. Isu 
agama merembes masuk. Simbol estetika kota pariwisata bercampur 
politis.

Singkawang. Gara-gara pembangunan Patung Naga di perempatan 
Jalan Niaga dan Jalan Kempol Mahmud Kota Singkawang, dua kelompok massa nyaris 
bentrok, Jumat (5/12) kemarin. Polisi bertindak cepat, bentrokan bisa 
dihindari. 
Pembangunan Patung Naga untuk sementara dihentikan. Ketegangan berawal dari 
rencana Front Pembela Islam (FPI), Front Pembela Melayu (FPM) dan Aliansi LSM 
Perintis Singkawang ingin merobohkan patung naga usai salat Jumat, kemarin. 
Mereka mendatangi tempat Patung Naga yang belum selesai dibuat itu. Aksi ini 
mengundang ribuan warga dari penjuru Kota Singkawang dan sekitarnya untuk 
menyaksikan rencana merobohkan patung tersebut.

Massa dari berbagai elemen mulai berdatangan dan 
memadati teras ruko di sekitar TKP sejak pukul 11.00. Mereka langsung membuat 
pagar betis mengelilingi Patung Naga itu. Pihak Polres Singkawang di-back up 
Kompi I Pelopor Brimob langsung mengamankan situasi.
Puncak konsentrasi massa 
yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas itu terjadi ketika rombongan FPI, FPM 
dan Aliansi tiba mengendarai pick up dilengkapi sound system serta poster 
bertuliskan aspirasi. Hanya saja di perempatan Jalan Sejahtera, iring-iringan 
massa ini dihadang Pasukan Huru Hara Brimob yang menggunakan tameng, rotan dan 
senjata laras panjang. Blokade aparat dan kerumunan massa yang membuat pagar 
betis semakin menghambat pergerakan rombongan yang hendak membongkar patung 
naga 
setinggi lima meter tersebut.

Di sela-sela usaha menerobos blokade, orator FPI 
meneriakkan tuntutan dan unek-uneknya. Mereka secara tegas meminta penghentian 
dan pembongkaran patung naga. Alasannya, belum memiliki izin dari instansi 
terkait, menyalahi peraturan dan berada di tengah-tengah ruang publik. “Seret 
dan proses hukum pengusaha Benny Setiawan yang mendanai pembangunan,” seru para 
pria bersorban dan berkopiah tersebut. FPI yang mencapai ratusan orang juga 
mendapat umpatan dan cacian dari massa yang tidak dikenali identitasnya. “Ayo! 
Masuk kalau berani. Silakan terobos,” teriak sekelompok pemuda yang berbaju 
lusuh tersebut. Mengantisipasi adu fisik dengan sigap aparat keamanan 
melokalisir dan mengusir para pemuda yang bersuara lantang tersebut.

Sementara kelompok lain, terkonsentrasi di sekitar patung 
naga. Mereka yang berjarak hanya lima meter dari patung naga antara lain Ketua 
III DAD Singkawang Herman Buhing, anggota DPRD Bong Cing Nen dan Noreseng 
Yosef. 
Karena tidak mengajukan surat pemberitahuan, Waka Polres Singkawang Kompol 
Ridwansyah memerintahkan Aliansi LSM Perintis dan FPM membubarkan diri. 
Sedangkan FPI bertahan hingga pukul 15.00 sesuai izin yang diberikan. Massa 
mulai meninggalkan TKP sekitar pukul 14.30 setelah diarahkan petugas untuk 
pulang. Masyarakat tidak hanya sekadar menonton dari jalan. Sebagian bersusah 
payah mengabadikan momen langka tersebut dengan handy cam, telepon selular dan 
kamera dari ketinggian ruko. 

Setelah berkoordinasi dengan Polres Singkawang, Ketua 
DPW FPI Singkawang Yudha R Hand bersama FPM dan Aliansi LSM Perintis menggelar 
pertemuan di Kantor Pemkot Singkawang. Walaupun diminta untuk hadir, Wali Kota 
Singkawang Hasan Karman berhalangan. Demi kondusivitas Singkawang, akhirnya 
Polres memerintahkan penghentian sementara pembangunan patung naga di 
persimpangan Jalan Kempol Machmud-Niaga Singkawang. Karena nihil kesepakatan 
dan 
keputusan tertulis dari Pemkot dan para demonstran, pertemuan akan dijadwalkan 
kembali. Dari Pemkot tampak hadir Asisten Kebijakan Pemerintahan Sofyan Fachri, 
Kadis Perhubungan Yohanes Urip, Kadis Tata Kota Agus Arifin  dan Kadis PU 
Sueb A Hamid. Sekjen Aliansi LSM M Syaifuddin menyatakan telah melaporkan 
donator pembangunan patung naga Beny Setiawan terkait pengrusakan fasilitas 
umum. Senada dengan itu, Yudha menolak tegas pembangunan patung naga di 
fasilitas umum. Sebaliknya, memberi toleransi di rumah ibadah.  “Demi 
keamanan, terpaksa pembangunan patung naga dihentikan sementara. Dari hasil 
pembicaraan Kapolres AKBP Parimin Warsito dengan Beny Setiawan akhirnya 
disepakati untuk dihentikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Sarjono 
SH. 

 
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua DAD Singkawang 
Aloysius Kilim menyatakan, mendukung penuh pembangunan yang digagas pemerintah. 
Keamanan diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan TNI. “Pernyataan sikap ini 
sudah melalui rapat pengurus DAD,” ungkapnya. Patung naga menurut salah satu 
warga, Arnol Madasahar sebuah karya seni yang dihasilkan kebudayaan manusia dan 
setara dengan karya lainnya. “Lebih baik kita saling mawas diri dan saling 
berkomunikasi demi tatanan kehidupan masyarakat plural yang harmonis, berbudaya 
dan bermartabat,” tukasnya. Polemik pendirian patung naga di tengah kota sudah 
dua kali terjadi di Singkawang. Pada tahun 2002, duet pengusaha Beny Setiawan 
dan Iwan Gunawan juga gagal merealisasikan pembangunan patung naga karena 
penolakan massa. 

Naga sebetulnya telah sering dijadikan sebagai ciri 
khas Kota Singkawang. Event sepak bola antar klub se-Kalbar saja menggunakan 
nama piala naga. Klub sepak bola Singkawang (Persiwang) pun berjuluk ‘ksatria 
naga’. Dalam karnaval juga sering dimunculkan festival naga dan lainnya. Dari 
pantauan Equator, di perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud pada Jumat malam 
semua telah berjalan normal dan lancar. Seluruh masyarakat sudah beraktivitas 
dengan normal. “Masyarakat Singkawang haus hiburan sehingga berbondong-bondong 
menyaksikan rencana merobohkan patung naga,” beber Aktivis Gemawan Kalbar Agus 
Sutomo mengomentari fenomena membanjirnya ribuan massa yang terkonsetrasi. 
(man)

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke