makanya, sekarang yang kelakuannya kafir itu siapa ya ?..kafir teriak kafir..di 
NKRI bisa aja koq gereja dipakai shalat, tapi gerejanya dibakar dulu....
 
 
 
Posted by: "uztad murtad" [EMAIL PROTECTED]   uztadmurtad 
Sun Dec 7, 2008 3:51 am (PST) 
Senang rasanya membaca berita ini,,,,
Sayangnya itu dilakukan dinegara yang oleh sebagian orang kita di cap sbg 
negara kafir... 
Dan lucunya, negara yang sering di cap sebagai negara kafir malah bisa 
menyelenggarakan ketenteraman ibadah bagi warga negaranya dalam melaksanakan 
ibadahnya...

Sholat di gereja ??
Kalo itu bisa dilakukan di NKRI... adalah suatu keajaiban, padahal negara ini 
katanya mayoritas warganya (merasa) beriman.
Jangankan beribadah bersama... sesama agamanya pun saling bentrok.. entah 
dibilang aliran sesat atau teroris atau kafir...
Saya yakin kalo sebagian ummat muslim di negara ini punya keyakinan 
melaksanakan kewajiban sholat digereja ... tidak syah ato haram.
Jangankan digereja... di masjid/mushola kalo islamnya tidak sepaham ... 
shajadah bekas dipake sholat sesama muslim pun akan dibersihin, ...se olah2 
najis.
So, better be murtad than stupid...

murtad nich !!!

--- On Sat, 6/12/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
Subject: [zamanku] Gereja Izinkan Dipakai Shalat
To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
Date: Saturday, 6 December, 2008, 7:27 AM

Harian Komentar
05 Desember 2008 
 

Gereja Izinkan Dipakai Shalat  


Wisconsin, KOMENTAR
Sebuah gereja di Negara Bagian 
Wisconsin, Amerika Serikat timur laut, telah memperkenankan umat Islam 
melaksanakan shalat dua kali sehari. “Kami merasa ber-terima kasih kepada 
gereja 
itu,” kata Ajaz Qhavi, seorang tokoh Islam setempat. Gereja Presbiterian di 
Kota 
Franklin, Wisconsin Selatan, itu telah mengizinkan kaum Muslimin setempat 
melaksanakan shalat sebanyak lima hari dalam sepekan, tulis Journal Sentinel, 
seperti dilaporkan IINA. Sejak pekan lalu, kaum Muslimin berkumpul di 
ruangan

Sekolah Minggu gereja itu untuk melaksanakan shalat 
Subuh dan Isya. Pusat Islam Milwaukee membayar biaya sewa untuk menutup 
penge-luaran gereja. Langkah tersebut diambil sehubungan tak adanya mesjid 
terdekat di kawasan itu. 

Para jemaah biasanya shalat di mana saja, seperti di 
rumah, di luar rumah, bandara, kata Isa Sadlon, Direktur Eksekutif Pusat Islam 
Milwaukee.

Namun demikian, banyak umat Islam lebih suka shalat 
berjamaah dan lima perjalanan per hari ke mesjid sangat mem-bebani pengeluaran 
mereka, kata mereka.

Tempat shalat tersebut, kata Sadlon, memungkinkan 
mere-ka untuk memenuhi kewajiban mereka dan jaraknya dekat de-ngan rumah atau 
tempat kerja mereka. Di Kota Franklin, kini terdapat sekitar 150 keluarga 
Muslim.(ihc




      

Kirim email ke