ada banyak dibuat kamar kecil disana meskipun masih belum memadai, sehingga 
harus antri beberapa saat.
biasanya petugas kebersihan akan datang setelah acara selesai.
wassallam

 



________________________________
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, December 10, 2008 7:54:39 PM
Subject: [zamanku] Sampah Berserakan di Armina


Refleksi:  Kalau dalam prosesi yang diikuti oleh lebih dari sejuta 
orang,  lantas kebetulan  ada yang merasa  mau kencing atau berak, apakah ada 
toilet di dekat atau bagaimana menyelesaikan hal tsb? Ada yang punya pengalaman?
 
http://www.detiknew s.com/read/ 2008/12/09/ 180922/1050690/ 10/sampah- 
berserakan- di-armina
 
Selasa, 09/12/2008 18:09 WIB
 
 
Laporan dari Arab Saudi
Sampah Berserakan di Armina
Muhammad Nur Hayid - detikNews

 

Sampah di Muzdalifah (foto: Arifin/detikcom) 
 
Mina - Prosesi ibadah di Arafah-Mina (Armina) merupakan puncak ibadah haji bagi 
semua jamaah dari seluruh penjuru dunia. Di lokasi inilah sekitar 3 juta jamaah 
haji tumplek blek. Akibatnya, sampah di wilayah Arafah - Muzdalifah - Mina 
menjadi menumpuk. 

Aneka bentuk sampah dari plastik biasa sampai botol-botol minuman tersebar di 
mana-mana. Kaleng Pepsi banyak tersebar di Arafah, sementara bungkus makanan 
siap saji Albayk tersebar di kawasan Mina. 

Pantauan wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid dari Armina, di kawasan Arafah 
terlihat jutaan kantong sampah yang berserakan. Sementara di Mudzdalifah 
sampah-sampah itu lebih berserakan karena tidak disediakan tempat khusus selama 
mabit. Akibatnya, para petugas kebersihan Arab Saudi dan ratusan mobil 
penghancur sampah terus bekerja keras.

Sampah-sampah di Arafah itu akibat dari banyaknya maktab yang melayani para 
jamaah hajinya dengan masakan katering sekali pakai dan minuman soft drink 
seperti Pepsi, juz buah dan air mineral. Pilihan makanan katering sekali pakai 
ini dirasa lebih efektif dalam melayani jamaah karena tidak mmembutuhkan tempat 
pencucian, karena tempat makanan itu bisa langsung dibuang. Sedangkan aneka 
minuman soft drink dan air mineral dipilih agar lebih memudahkan jamaah dalam 
mengatasi masalah dahaganya.

Sementara itu, jamaah haji di Mina banyak menyerbu makanan siap saji Albayk 
yang terletak sebelah kiri jamarat. 
Albayk lebih banyak dipilih karena harga yang terjangkau dan pelayanannya 
cepat. Antrean panjang selalu menjadi pemandangan setiap saat dibandingkan 
math'am (warung makan) lainya. Sayangnya, para jamaah haji membuang sampah 
Albayk di tempat sembarangan.

Restoran Indonesia di Mina

Banyak jamaah haji Indonesia yang melewati kawasan jamarat akan dikagetkan 
dengan keberadaan restoran Indonesia, yang terletak di depan Albayk. Tempat ini 
bukanlah restoran yang menyajikan aneka masakan Indonesia, tetapi hanyalah pos 
petugas Indonesia yang bertugas di jamarat. 

Pembuatan Restoran Indonesia ini dilakukan karena pemerintah Arab Saudi 
melarang semua Misi Haji membuat pos-pos di kawasan jamarat. Akibatnya, Misi 
Haji Indonesia mengambil langkah menyewa satu tempat khusus untuk warung yang 
digunakan sebagai pos.

Akibat hal ini, banyak jamaah haji Indonesia yang terkecoh. Mereka banyak 
berbondong ke arah restoran ini, namun saat dekat, mereka harus kembali, karena 
di depan pos itu sudah banyak petugas yang memberitahu bahwa tempat itu 
bukanlah warung makan Indonesia, tapi pos.

"saya kira warung, tapi pas saya ke sana kok banyak petugas. Saya tanya, 
katanya ini pos, hanya ditulisi restoran Indonesia," kata rombongan jamaah dari 
Bogor, Umar. Menteri Agama yang juga bertindak sebagai Amirul Haj Maftuh 
Basyuni menyempatkan diri mampir ke pos ini setelah melempar jumroh 
aqobah.(yid/asy) 
 
Baca juga : 
        * Laporan dari Arab Saudi 
Mina Dipenuhi Lautan Manusia, Banyak Jamaah RI Tersesat 
        * Laporan Haji
Pasca Wukuf di Arafah, 30 Jamaah Haji Meninggal 
        * Laporan dari Arab Saudi 
Puncak Wukuf, Doa dan Zikir Bergema di Arafah 
        * Laporan dari Arab Saudi
Menag Sebut Nama Obama di Arafah dan Serukan Persatuan  


      

Kirim email ke