semua orang tahu, bangsa yahudi adalah bangsa pembohong.. dan licik sampai
sekarang, mau bukti apalagi????
sedang Nabi Muhammad mendapat gelar Al-Amin..dari bangsanya sendiri.

2008/12/11 Hikayat Dunia <hik...@yahoo.com>

>   Ada yang mencoba mengurai Idul Adha dari kacamata sejarah dan falsafah
> tetapi mendasarkan pengatahuannya hanya pada Alquran. Saya
> kira wawasannya perlu diperluas jangan hanya terpaku pada
> Alquran untuk melihat sejarah dan falsafah Nabi Ibrahim yang di
> dalam Alkitab ditulis dengan nama Abaraham.
>
> Kisah tentang Nabi Ibrahim yang diucapkan Muhammad dan kemudian
> ditulis di dalam Alquran berbeda dengan kisah Abraham yang ditulis
> oleh bangsa Israel sekitar 1300 tahun sebelum Muhammad lahir.
> Walaupun Muhammad tidak secara eksplisit mengatakan bahwa Nabi
> Ibrahim yang dicantumkan di dalam Alquran adalah sama dengan Abraham
> yang diceritakan bangsa Israel tetapi orang mudah mengetahui bahwa
> Nabi Ibrahim yang dimaksud di dalam Alquran adalah Abraham tetapi
> Muhammad mengatakan bahwa cerita yang benar adalah cerita di dalam
> Alquran dan karena bangsa Yahudi telah memutarbalikan kalam Awloh
> akibatnya kisah di dalam Alkitab menjadi salah.
>
> Berbeda dengan isi Alquran yang dikatakan oleh Muhammad dan
> dipercaya oleh orang Islam sebagai kata-kata Awloh, kisah Abraham
> dalam Alkitab adalah karya sastra bangsa Yahudi dan baik secara
> agama maupun ilmu pengetahuan diakui bahwa kisah itu ditulis oleh
> bangsa Yahudi, sebagai karya manusia, bukan kata-kata yang datang
> dari langit, bahkan para ahli meragukan apakah manusia yang bernama
> Abraham pernah hidup di dunia.
>
> Ada perbedaan antara kisah Nabi Ibrahim di dalam Alquran
> dibandingkan dengan kisah Abraham di dalam Alkitab. Perbedaan yang
> paling mudah dilihat adalah anak yang diperintahkan disembelih. Di
> dalam Alkitab yang diperintahkan disembelih adalah Ishak putra
> tunggal Abraham dari istrinya yang sah dan bukah Ismael putra
> Abraham dari budak istrinya yang lahir sebelum Ishak. Anak itu lahir
> yang diberi nama Ismael karena Sara istri Abraham yang mandul
> mengusulkan kepada suaminya untuk menghampiri budaknya agar mereka
> mendapat keturunan dan setelah Tuhan memberikan Ishak dari istri
> yang sah, Ismael beserta ibunya diusir dari rumah Abraham. Muhammad
> di dalam Alquran tidak berani secara jelas menyebut yang
> diperintahkan disembelih adalah Ismael tetapi umat Islam percaya
> yang diperintahkan disembelih adalah Ismael yang dipercaya sebagai
> bapak leluhur bangsa Arab. Karena cerita aslinya disusun oleh bangsa
> Yahudi sangat wajar bahwa kehormatan diperintahkan dikorbankan
> adalah Ishak yang dipercaya sebagai bapak leluhur bangsa Israel.
>
> Perbedaan berikutnya adalah hubungan Abraham atau Nabi Ibrahim
> dengan orang tuanya. Di dalam Alkitab diceritakan bahwa Abraham
> termasuk putra kesayangan orang tuanya dan mereka melakukan
> perjalanan yang penuh petualangan dari Ur-Kasdim menuju Tanah Kanaan
> tetapi ayahnya meninggal ketika perjalanan baru sampai Haran. Anak
> hormat pada orang tua adalah sikap yang baik yang perlu diajarkan
> dari generasi ke genarasi dan sikap itu yang dianut bangsa Israel
> termasuk juga leluhur bangsa kita dan tidak heran kita punya kisah
> Malinkundang untuk mengajarkan bahwa anak yang membangkang kepada
> orang tuanya adalah anak durhaka. Tetapi Alquran menceritakan bahwa
> Nabi Ibrahim yang sudah menyembah Awloh bermusuhan dengan ayahnya
> yang masih menyembah berhala lalu Ibrahim menghancurkan patung yang
> disembah ayahnya. Jelas kisah itu sangat bertentangan dengan kisah
> aslinya dan perlu dipertanyakan apakah Muhammad dan Islam
> mengajarkan anak berbuat durhaka kepada orang tuanya?
>
> Ayah Abraham yang bernama Terah di dalam Alkitab berupaya mencari
> penghidupan yang lebih baik, lalu mengajak Abraham, Sara Istri
> Abraham, dan Lot cucu Terah pergi ke Tanah Kanaan. Niat mendapatkan
> hidup yang lebih baik adalah niat yang luhur dan waktu itu Terah
> belum mengenal Tuhan Allah, Tuhan bangsa Israel. Niat luhur itu
> tidak tercapai karena Terah meninggal di kota Haran. Jika perjalanan
> itu akan diteruskan, keputusan ada di tangan Abraham dan ketika
> berpikir keras apa yang harus dilakukan, Allah menyapa Abraham dan
> memerintahkan melanjutkan perjalanan ke Tanah Kanaan dan bahkan
> Allah menjanjikan Tanah Kanaan akan diberikan kepada Abraham turun
> temurun. Allah hadir menyapa Abraham yang sedang mencari jalan
> menuju hidup yang lebih baik. Falsafah yang ditulis bangsa Israel
> sangat bermakna bagaimana kita seharusnya bertemu Tuhan. Tetapi
> bandingkan ada yang diceritakan Mumammad di dalam Alquran, Ibrahim
> celingak-celinguk mencari Awloh, dengan memandang bulan waktu malam
> lalu bertanya apakakah itu Awloh dan memandang Matahari waktu siang
> lalu bertanya apakah itu Awloh. Sangat dangkal bukan? Bangsa Israel
> menceritakan pertemuan dengan Tuhan melalui kontemplasi tetapi
> Muhammad menagajarkan mencari Awloh dengan mata.
>
> Masih banyak perbedaan filosofis antara kisah Abraham di dalam
> Alkitab dibandingkan dengan kisah Ibrahim di dalam Alquiran. Di
> dalam Alkitab pemenuhan perintah meyembelih Ishak membuktikan
> kesetiaan Abraham pada Allah sedangkan di dalam Alquran kejadian itu
> merupakan kesediaan baik Ibrahim maupun anaknya untuk berkorban. Ada
> yang penting dalam kisah Abraham di dalam Alkitab yang tidak
> disinggung di dalam Alquiran, yaitu soal sunat yang merupakan syarat
> yang harus dipenuhi untuk menjadi umat Allah. Hal yang indah yang
> ada di dalam Alikitab yang tidak disinggung di dalam Alquran adalah
> kesetiaan Abraham menunggu janji Allah mendapatkan keturunan dari
> istrinya Sara, Abraham percaya bahwa walaupun istrinya mandul tetapi
> tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan dan betul setelah umurnya
> mencapai 100 tahun janji Allah memberikannya seorang putra ahirnya
> dipenuhi. Bahwa Abraham hanya punya seorang istri walau istriya
> mandul tidak diajarkan dalam Islam tetapi malah Islam mengajarkan
> laki-laki boleh punya istri lebih dari satu.
>
> Saya sudah tulis perbedaan Abraham dan Ibrahim dalam buku
> berjudul "Nabi Ibrahim Yahudi Yang Diislamkan", silahkan klik
> http://www.hikayatdunia.blogspot.com/ Anda dapat mencopy gratis.
> Salam
>
> --- On *Wed, 12/10/08, PH Pro <phpro_indone...@yahoo.com>* wrote:
>
> From: PH Pro <phpro_indone...@yahoo.com>
> Subject: [nasionalis-indonesia] Fwd: saat berhala besar itu hancur
> To: m...@yahoogroups.com
> Date: Wednesday, December 10, 2008, 6:56 AM
>
>     Terusan lain dari Milis Suara Hati/SUARA.. .
>
> semoga bermanfaat.
>
> ____________ _________ _________ _________ _
> *Dari:* WIYOSO HADI
> *Terkirim:* Rabu, 10 Desember, 2008 12:59
> *Topik:* [SUARA] RE: Salam AidilAdha
>
> Salam, terimakasih semoga kita dapat menjadi pribadi-pribadi mulia yang
> ikhlas berkurban untuk kebaikan & kebenaran seperti Nabi Ibrahim & Nabi
> Isma'il 'alayhum salam. Dan itu tak mungkin terwujud sebelum kita dapat
> mengendalikan hawa nafsu dan menghancurkan berhala besar Ego dalam diri
> kita. Atau dalam catatan harian suara hati ini:
>
> "The animals have been slaughtered.
> Have the beasts inside us been slaughtered?
> May Allah forgive us and remove our badness."
>
> (terjemahan buat Sdrku Ustadz Kurnia dkk ysk (yg sy kasihi):
> "Hewan-hewan telah dipotong.
> Sudahkah binatang-binatang buas dalam diri kita terpotong?
> Semoga Allah mengampuni kita dan menghapus keburukan-keburukan kita."
>
> Saat berhala besar ego itu hancur, kita pun tidak lagi berkurban, menolong,
> memberi, berbuat ataupun berkata sesuatu karena pamrih atau harap sesuatu,
> tapi semata karena ungkapan Cinta& Syukur kita kepada-Nya dan Kasih Sayang
> kepada sesama, bahkan kepada mereka yang memusuhi apalagi yang hanya sekedar
> "berbeda" pemahaman/warna persepsi dengan kita. Saat berhala besar ego itu
> hancur, yang tinggal hanya Cinta, Rasa Damai, Syukur dan Kasih Sayang.
>
> yos.
>
> --- In suarasu...@yahoogro 
> ups.com<http://id.mc343.mail.yahoo.com/mc/compose?to=suarasu...@yahoogroups.com>,
> Hamba Fakir wrote:
>
> Falsafah korban - Cinta Allah Mengatasi Cinta Makhluk
>
> Bulan Zulhijjah ialah antara bulan Islam yang banyak merakamkan beberapa
> peristiwa besar dalam sejarah Islam. Peristiwa terpenting yang berlaku, di
> antaranya seperti ibadah haji dan peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dengan
> anaknya demi ketaatan baginda kepada perintah Allah s.w.t. Rentetan daripada
> peristiwa itu, amalan ibadah korban telah menjadi sebahagian daripada
> syariat Allah s.w.t. yang dituntut terhadap umat Islam untuk
> melaksanakannya. Nabi s.a.w. menjelaskan lagi syariat tersebut dalam sebuah
> hadis yang bermaksud:
>
> Daripada Zaid bin Arqam, dia berkata: Suatu hari sahabat Rasulullah s.a.w.
> bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang ada pada korban itu?'' Jawab
> Rasulullah: "Ia adalah sunah bapa kamu, Ibrahim.'' Mereka berkata: "Apa yang
> akan kami peroleh daripadanya wahai Rasulullah?' ' Rasulullah menjawab:
> "Bagi setiap helai rambut ada kebajikannya. '' Mereka berkata: "Bagaimana
> pula dengan bulunya wahai Rasulullah?' ' Rasulullah s.a.w. menjawab: "Bagi
> setiap helai bulu ada kebajikannya. '' (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan
> Tirmizi)
>
> Sesungguhnya sumber cinta daripada Allah Taala merupakan sumber cinta yang
> paling tinggi dan utama. Apabila berlaku pertembungan antara cinta Allah
> Taala dengan cinta makhluk, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memenangkan cinta
> mereka untuk Tuhannya tanpa ragu-ragu. Baginda mengetahui bahawa meletakkan
> cinta Allah pada tempatnya adalah satu kedudukan cinta yang tinggi yang
> hanya akan lahir bagi orang yang sudah cukup kenal akan Allah Taala. Menurut
> Imam al-Ghazali bahwa ma'rifah (ilmu pengetahuan) itu akan mendahului cinta
> sebab, cinta tanpa ma'rifah tidak mungkin berlaku. Ini kerana manusia hanya
> dapat mencintai sesuatu yang dikenalinya sahaja. Pepatah Melayu ada
> menyebut, 'Tak kenal maka tak cinta'. Ia seolah-olah membenarkan pendapat
> Imam Ghazali tersebut.
>
> Dalam kisah tersebut, demi membuktikan cinta mereka adalah benar, lalu
> Allah s.w.t. menguji mereka dengan bentuk ujian yang sukar diterima oleh
> akal manusia biasa. Oleh itu, benarlah bahawa cinta yang tulus ikhlas itu
> memerlukan pengorbanan yang mesti ditempuh melalui sesuatu ujian dan dugaan
> terlebih dahulu. Apakah bukti cinta mereka? Tidak lain dan tidak bukan
> mereka telah mengorbankan cinta mereka yang sementara kepada cinta yang
> kekal abadi.
>
> Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: Dan sesungguhnya Kami telah menguji
> orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah s.w.t. mengetahui
> orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang yang dusta.
> (Al-Ankabut: 3).
>
>
> *[Selengkapnya di suaraSUARA:* *http://groups. yahoo.com/ group/suarasuara
> / <http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/>* *]*
>
>  ------------------------------
>
>
> *PH** PRO*
>
> Indonesia
>
>
> ------------------------------
> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/>
> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
>
>  

Kirim email ke