Belum lama di suatu milist orang Hindu bertanya pada orang Israel seputar Nabi 
Sulaiman AS dan Nabi Isa Almasih AS...... 
 
Soal nabi Sulaiman AS. Allah SWT telah mengampuni dan mengangkat derajat nya. 
Islam mengangkat harkat dan martabat para nabi termasuk nabi Sulaiman AS 
sementara Yahudi merendahkan dan  mencampakkan nya. Jadi sudah jelas sekali 
agama mana yang lebih baik ? Yang meremehkan dan mencampakkan para nabi atau 
yang mengangkat derajatnya ?  Apa orang Yahudi yang mengkritisi dan merendahkan 
nabi Sulaiman AS lebih baik dari nabi Sulaiman sendiri ? Siapa yang lebih 
berhak menilai baik buruk nya seseorang, manusia lain atau pencipta nya ? 
Lagian, di dunia ini siapa sih yang menurut orang Yahudi baik. Nabi Musa AS aja 
yang telah menolong mereka dari penindasan kaum penyembah patung(Firaun) mereka 
anggap sebagai pembawa bencana dan kesulitan. Cuma sedikit orang Yahudi yang 
tau berterima kasih.
 
Gak sekalian juga tanya ke orang Israel siapa  Yesus menurut pendapat Israel ? 
hehehe. Kamu siap2 terbelalak dengan jawabannya. Mungkin jawaban orang Israel 
tentang siapa Yesus akan “memuaskan” hati orang Hindu. Puas…..puas ??!! kata 
Tukul…..hehehe. Kadang memang aneh cara berfikir orang Hindu. Demi mengkritik 
Islam mereka menilai Islam dari kaca mata orang Yahudi, trus kemudian berganti 
dengan kaca mata orang Kristen. Apa mereka memang gak mampu melihat dengan kaca 
mata mereka sendiri dan hanya bisa hidup dengan perspective orang lain ? 
Kasihan sekali……
 
Kalau menurut kamu Yahudi lebih baik, ya silahkan saja masuk Yahudi dan siap2 
disunat dan gak boleh makan babi..dan siap2 menjadi manusia yang rendah dan di 
campakkan, hehehhehe. 
 
Kalau ada orang yang mengatakan nabi Ibrahim Yahudi atau Nasrani, maka org 
tersebut layak dikirim ke grogol. Dia udah gak bisa lagi membedakan dimensi 
waktu, mana hari ini, kemarin atau besok. Bani Israel adalah keturunan nabi 
Ya’kub AS dan seterus sampai nabi Musa yang pengikutnya di sebut Yahudi.. Jadi 
bagaimana mungkin nabi Ibrahim di bilang Yahudi. Begitu juga Nasrani yang di 
bawa nabi Isa AS yang merupakan turunan nabi Ibrahim, bagaimana mungkin dia 
Nasrani ? Sama aja dengan mengatakan hari ini lebih dulu dari kemarin, 1 lebih 
besar dari 2…Nah gila kan ?
Nabi Ibrahim adalah orang yang Hanif, yang hanya menyembah 1 pencipta Allah SWT 
dan berserah diri (Islam) walaupun disekitar nya orang menyembah dewa2 dan 
patung2 bisu.  Nabi Ibrahim AS dicacat oleh sejarah karena dia merupakan orang 
mengikuti logika sehat ditengah kaum yang mengikuti hawa nafsu dan menyembah 
tuhan nenek moyang. Boleh dikata nabi Ibrahim AS yang lahir 4-5 ribu tahun lalu 
lebih terbuka dan modern jalan fikirannya dibanding orang hindu yang masih 
menyembah patung sekarang !
 
Apa orang Hindu menyembah patung hanya sebagai perantara saja ? Kenapa tuhan 
memerlukan perantara ? Karena terlalu shy, lemah atau perlu di proteksi ? atau 
karena terlalu sombong tidak mau langsung bertemu orang Hindu ? Atau memang ada 
batas bagi kekuasaan tuhan mereka. Batas bagi suatu kekuasaan adalah kekuasaan 
lain yang lebih kuat. Kalau begitu kenapa gak menyembah langsung pada pemilik 
kekuasaan lain yang lebih kuat, tinggi dan sejati; yaitu Allah SWT ?
 
Soal pohon korma kok di permasalahin, heheheh. Jangan tanya ke orang Kristen 
yesus lahir di mana ? Bahkan tanggal yesus lahir pun mereka gak tau, cuma 
nebak2 aja. Disamakan dengan tanggal lahir dewa2 romawi. Kristen adalah suatu 
penyelewengan dari ajaran nabi Isa AS  dan kompromi dengan kepercayaan pagan 
romawi. Supaya Kristen bisa diterima di romawi gereja di “black mailed” dengan 
kepercayaan pagan romawi yang politheisme, makanya muncul Trinity yang gak 
pernah ada di Injil dan para pendeta berkepala botak sekalipun akan bingung 
kalau ditanya soal Trinity.
 
Agama Nasrani lahir saat mayoritas penduduk disitu buta huruf. Sangat berbeda 
dengan Alquran yang turun 600 tahun kemudian ditengah bangsa Arab yang pedagang 
dan penggemar ilmu pengetahuan. Bangsa yang menghormati kesetian, persaudaraan 
dan ketekunan. Suatu kualitas yang lagka di bani Israel. 
Orang Israel boleh2 saja mengklaim mereka pinter (survey di amerika membuktikan 
orang Israel sama saja dengan orang lain, gak lebih pinter). Tapi pinter saja 
gak cukup. Perusahaan aja gak mau merekrut  “orang pinter” tapi keras kepala, 
tidak setia dan semau gue. 
 
Allah SWT tentu memilih pembawa dan penyempurna risalahya  berdasarkan kualitas 
yang teruji dan istimewa. Dan utusan terakhir sudah terpilih. Interview, test 
dan semua proses sudah selesai. Gak menerima pendaftar kesiangan lagi. Harap 
maklum. Kalau menuruti keinginan orang Yahudi dan Hindu, maka tambahan 
diturunkannya sejuta nabi sekalipun gak akan ada guna nya lagi. Mereka hendak 
merengek dan menipu Allah SWT, tapi mahasuci Allah dan tidak akan tertipu oleh 
ciptaan nya yang bodoh.   
 
AD
 
 


      

Kirim email ke