http://gatra.com/artikel.php?id=120983

Jakarta, 11 Desember 2008 10:10
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Ali Alatas, Kamis (11/12), meninggal
dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura, pada pukul 07.30 waktu
setempat.

Kepala Biro Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Dewan Pertimbangan
Presiden Sekretariat Negara RI, Kamarullah Halim, di Jakarta, Kamis (11/12),
membenarkan informasi tersebut.

"Saya baru saja mengontak pihak kedutaan besar di sana dan saat ini tengah
dipersiapkan segala sesuatunya, beliau meninggal pada pukul 07.30," kata
Kamarullah.

Kamarullah mengaku belum tahu persis sakit yang diderita mantan menteri luar
negeri itu. "Rencana pemulangan beliau ke Indonesia saat ini masih
dibicarakan dengan pihak kedutaan dan keluarga. Dalam 1 hingga 2 jam ke
depan, sudah ada perkembangan," katanya.

Jenazah Ali Alatas akan dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di Tanah Air.

Direktur Warganegara Indonesia/Badan Hukum Indonesia, Departemen Luar
Negeri, Teguh Wardoyo, mengatakan bahwa jenazah dipulangkan hari Kamis
(11/12).

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura sedang dalam proses
pengurusan jenazah untuk dipulangkan ke Indonesia.

Saat ini, jenazah masih berada di Rumah Sakit Mount Elizabeth dan ditunggui
oleh istri dan anak-anak Ali Alatas dan.

Menurut Teguh, sesampainya di Indonesia jenazah akan langsung disemayamkan
di Gedung Pancasila, Departemen Luar Negeri, Jl Taman Pejambon, Jakarta.
"Tapi ini masih tentatif, karena kami masih berkoordinasi dengan berbagai
pihak," katanya.

Belum ada kepastian mengenai tempat pemakaman almarhum, apakah di Taman
Makam Pahlawan Kalibata atau di lokasi permakaman keluarga.

Rencana pemulangan tokoh yang dijuluki `Singa Tua` diplomat Indonesia itu,
saat ini masih dibicarakan dengan pihak kedutaan dan keluarga, termasuk
dalam penentuan jadwal penerbangan dan perusahaan penerbangan yang
digunakan. Yang sudah pasti, pemulangan jenazah akan didampingi langsung
oleh pejabat KBRI di Singapura.

"Kami masih melakukan komunikasi intensif dengan KBRI Singapura," kata
Teguh. [EL, Ant]

Kirim email ke