http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008121223055952

      Sabtu, 13 Desember 2008 
     

      INDONESIA MEMILIH 
     
     
     

POLITIK PLURAL: Sutrisno: Etnis Tionghoa Jangan Alergi Politik 


      SURABAYA (Lampost): Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno 
Bachir mengajak komunitas Tionghoa tidak alergi politik. Pasalnya, dengan tidak 
menjauhi politik, mereka bisa berperan lebih besar dalam pembangunan negara dan 
bangsa.

      Ajakan tersebut disampaikan Soetrisno Bachir dalam dialog dengan 
komunitas Tionghoa di Surabaya, Kamis (11-12). Terkait ajakan tidak alergi 
dengan politik itu, kemudian Soetrisno Bachir memperkenalkan beberapa caleg PAN 
untuk DPR dari komunitas itu. Misalnya dari daerah pemilihan I 
Surabaya-Sidoarjo, Charles Honoris. Tokoh muda Tionghoa yang keluarga besarnya 
dari Surabaya tersebut sekarang tengah berjuang untuk memperebutkan kursi DPR 
dari daerah pemilihan I Jatim.

      Selain Charles Honoris, PAN juga mengajukan beberapa caleg dari komunitas 
Tionghoa, antara lain L. Walanda (Sulawesi Utara), Tan Fu Yong (DKI Jakarta), 
Samuel Nitisaputra (Kalimantan Timur), dan Alvin Lie (Jateng).

      Menurut Surisno, partai yang dipimpinnya itu mempunyai sifat pluralis dan 
terbuka. Sehingga PAN memberikan kesempatan kepada semua komunitas di Indonesia 
untuk berkiprah di jalur politik melalui PAN. "Saya tegaskan sekali lagi, PAN 
itu terbuka untuk siapa pun, termasuk kalangan komunitas Tionghoa. Lihat saja 
namanya Mas Alvin Lie, dia menjadi anggota Dewan sejak Pemilu 1999 dan 2004. 
Sekarang dia tetap kami calonkan karena kinerjanya di Dewan bagus," kata dia.

      Praktek politik masa lalu yang membelenggu kebebasan dan ekspresi politik 
komunitas Tionghoa sekarang sudah tidak ada. Semua warga negara memiliki 
kesempatan yang sama. "Termasuk bidang politik, komunitas Tionghoa jangan ragu 
berpartisipasi secara aktif. Jangan sekadar jadi penonton. Warnai ranah politik 
dengan praktek politik yang santun, jujur, dan mengedepankan kepentingan 
rakyat," kata dia.

      Pertemuan Soetrisno Bachir dan Charles dengan komunitas Tionghoa dikemas 
dalam bentuk dialog terbuka dengan tema Krisis global dan prospek Indonesia 
2009. "Kiprah dan sumbangsih kalangan Tionghoa dalam menekan sekecil mungkin 
efek negatif krisis keuangan global ini sangat strategis. Kita mesti selesaikan 
bersama-sama masalah ini," kata dia. n MI/K
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke