Tidak ada yang aneh pada iklan politik partai demokrat. Dengan kekuasaannya 
presiden SBY dapat saja berbuat untuk menghambat proses pengungkapan korupsi di 
tanah air ini. Boleh saja anda tertawa dengan iklan tersebut itu hak anda. Tapi 
dengan sokongan rakyat SBY yang lumayan sensitif merespon kemauan rakyat untuk 
memberantas korupsi, untuk usahanya tersebut, mendengarkan suara rakyat, perlu 
diiklankan.

Sebenarnya iklan yang baik tidaklah selalu berdasarkan riset kemauan rakyat 
terkini. Iklan yang baik seharusnya menawarkan terobosan baru atau hal-hal lama 
yang luput dari ingatan publik atau tidak terpikirkan sebelumnya oleh orang 
kebanyakan tapi sangat membuka jalan baru (metode terbaru), sekaligus membuka 
jalan pilihan alternatif untuk mencapai negara Indonesia yang adil dan makmur.

--- Pada Kam, 11/12/08, djoko pranyoto <djoko_prany...@yahoo.com> menulis:
Dari: djoko pranyoto <djoko_prany...@yahoo.com>
Topik: Re: [zamanku] Iklan korupsi Partai Demokrat lucu dan aneh
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 11 Desember, 2008, 11:59 AM










    
            tidak jauh berbeda dengan PDI Perjuangan yang iklannya hendak 
menjadikan harga sembako murah dalam seratus hari pemerintahan mbak mega.
sami mawon..ngapus- apus wae.
wassallam

 




From: ELIAKIM SITORUS <elisito...@yahoo. com>
To: zama...@yahoogroups .com; Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
Sent: Thursday, December 11, 2008 8:26:10 AM
Subject: Re: [zamanku] Iklan korupsi Partai Demokrat lucu dan aneh





Saya kira belum ada partai politik yang sudah punya track record bagus dalam 
pemberantasan kprupsi. Yang ada ialah desakan rakyat supaya aparat hukum 
bewrtindak. Kecenderungan parpol selama ini melindungi kadernya yang melakukan 
tindaka pidana koprupsi dengan dalih:"Harus praduga tak bersalah" dan 
semacamnya yang bersifat memproteksi.
Jadi parpol jangan ngawur bikin iklan menipu rakyat..Dasar pilitikus..kerjanya 
ngibulin massa rakyat melulu.





From: Sunny <am...@tele2. se>
To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
Sent: Thursday, December 11, 2008 7:03:24 AM
Subject: [zamanku] Iklan korupsi Partai Demokrat lucu dan aneh





http://www.hariante rbit.com/ artikel/fokus/ artikel.php? aid=57596
 
 
Iklan korupsi Partai Demokrat lucu dan aneh




Tanggal : 
09 Dec 2008

Sumber : 
Harian Terbit
JAKARTA - Di tengah perayaan Hari Anti Korupsi se-dunia yang jatuh hari ini, 
Selasa (9/12), sejumlah politisi partai politik dan pengamat 'menggugat' iklan 
antikorupsi yang dipasang Partai Demokrat (PD) di sejumlah media massa. Kepada 
Harian Terbit, mereka menilai, iklan itu aneh, lucu, tidak punya makna, bahkan 
menyesatkan publik.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Ketua DPP Partai Hanura Indro 
Tjahyono, dan capres dari jalur independen Fajroel Rahman menilai, iklan PD itu 
merupakan kampanye politik yang tidak mendidik.

Bahkan, Indro dan Fajroel mengatakan, iklan itu lucu, aneh dan menyesatkan. 
Keduanya mengatakan, dalam pemberantasan korupsi, pemerintahan SBY gagal, jadi 
PD tidak boleh mengklaim sebuah keberhasilan pemerintahan SBY. Keberhasilan 
pemberantasan korupsi itu atas tuntutan dan desakan rakyat, bukan karena 
kemauan awal dari pemerintahan
 SBY.

Fajroel, yang juga ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan 
menyatakan, kampanye politik saja dan tidak bermanfaat, karena tidak 
menunjukkan prestasi (SBY). "Penetapan dan penahanan besan SBY, Aulia Pohan, 
bukan prestasi dari SBY, tapi prestasi KPK," paparnya.

Ia mengatakan, kalau mau berprestasi, SBY seharusnya perintahkan Kejaksaan 
Agung yang menangkap. Misal pejabat tinggi dan para menterinya yang terlibat 
sejumlah kasus korupsi. "PD dan SBY jangan mengklaim dan memanfaatkan prestasi 
lembaga lain yang bukan di bawahnya. Jujur saya katakan, SBY tidak memiliki 
prestasi dalam pemberantasan korupsi," tandasnya.

Indro juga mengemukakan, jangan karena ditangkapnya besan SBY, Aulia Pohan 
(tersangka dana BI ke DPR) disebut suatu keberhasilan memberantas korupsi, ya 
konyol. "Aulia Pohan bukan ukuran keberhasilan. Kalau SBY mau berhasil, tangkap 
dong sejumlah menteri yang terlibat kasus korupsi, jangan dibiarin
 lolos," ujar Indro.

Fajroel juga menyatakan senada. "Keterlibatan Menhut MS Kaban dan Meneg 
PPN/Kepala Bappenas Paska Suzetta dalam kasus korupsi hutan lindung dan dana BI 
ke DPR kan sudah 'terang benderang', tapi kan mereka masih tetap bebas. Kalau 
SBY berani adili dong mereka." 

Fadli Zon mengatakan, iklan PD itu bagian dari kampanye politik, dan tidak 
memiliki makna apa-apa. "Selama ini lembaga yang paling serius menangani kasus 
korupsi adalah KPK. Ini dibuktikan dengan banyaknya para pejabat yang terbukti 
melakukan korupsi dan harus berurusan dengan hukum. Dan ini adalah keberhasil 
rakyat. Jadi, jangan suka mengklaim itu keberhasil seseorang," ujar Fadli.

Iklan itu syarat muatan politis. "Korupsi jangan dipolitisir. "Antikorupsi 
tanpa pandang bulu memang sangat penting dan itu harus, tetapi kenapa baru 
sekarang, selama ini kemana saja? Kan seharusnya sudah dari dulu," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP Partai Golkar
 Firman Subagyo mengatakan, dibanding pemerintahan sebelumnya harus diakui 
pemerintahan SBY-JK sangat gencar memberantas korupsi, dan sejumlah pejabat 
sudah ditangkap. "Dulu, mana pernah ada jenderal, pejabat BI, dan mantan 
menteri yang ditangkap dalam kasus korupsi. Jadi, iklan PD itu wajar saja," 
ujarnya.

Namun, Firman mengatakan, bukan hanya PD yang bisa mengklaim keberhasil 
pemberantasan korupsi itu, Golkar juga turut andil di dalamnya. "Golkar justru 
lebih maju dalam pemberantasan korupsi, karena sejumlah kader Golkar yang 
terlibat sudah kami berikan tindakan tegas, dan sudah dihukum," paparnya. 

Anggapan iklan tersebut sebagai kampanye dibantah Ketua DPP PD Anas 
Urbaningrum. "Iklan itu bertujuan untuk mengajak seluruh komponen bangsa ikut 
memberantas korupsi. Dan komitmen kami memang memberantas korupsi," kata Anas.

Menurutnya, kampanye antikorupsi adalah kebutuhan objektif bangsa. "Gak salah 
kan sebuah popularitas dilakukan
 karena melakukan hal yang baik. Untuk semua itu kita serahkan kepada rakyat 
untuk menilainya," papar Anas.

Di sejumlah media massa PD memasang iklan menyambut Hari Antikorupsi Sedunia 
yang materi iklan itu antara lain "Katakan tidak pada korupsi". Pada iklan itu 
disebutkan, korupsi menghancurkan supremasi hukum, melemahkan tatanan 
pemerintahan, menggerogoti sendi-sendi demokrasi dan merusak moral bangsa.

Dalam iklan juga disebutkan, Partai Demokrat bersama SBY terus melawan korupsi. 
Tanpa pandang bulu! (pnb



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! 
Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke