anda kurang satu lagi mengapa mereka jadi Atheis (mungkin lebih tepatnya tidak 
mempercayai AQ dan ALKITAB), yaitu di seputaran klaim kitab suci:
    
   menemukan 2 kitab itu tidak masuk akal   
   menemukan pernyataan sifat-sifat tuhan dengan emosi negatif yang berbau 
arogansi, narsisme megalomania dan kekejaman
  Kalau sudah sampai di tataran A theis, maka tidak tidak perlu mengancam 
dengan teori2 kitab anda sendiri seperti:
   
  'Bagaimana dengan kematian orang-orang yang diperlakukan tidak adil, 
sekiranya tidak ada Tuhan?'
  'mempertanggung-jawabkan segala perkataan dan perbuatan kalian selama hidup 
di dunia ini kepada Tuhan.'
   
  Tuhan itu sendiri tidak adil dan tidak bertanggung jawab..jadi bagaimana anda 
bisa mengancam?
   
  mau bukti?
   
  Dari Adam s.d ke Muhammad ada berapa Nabi?
  25 an..
   
  berapa rentang waktu turunnya nabi? cuma 6000-7000 tahunan..bahkan kalo dari 
jaman banjir nuh cuma rentang 4000/5000 tahunan!
   
  berapa jumlah manusia saat itu yang dikelola?
  dibawah 1 milyard!
   
  sekarang sudah 1400 tahun..sejak nabi terakhir
   
  ada 6.6 M manusia...tanpa kehadiran 1 nabi pun!
   
  kapan kiamat?
   
  setidaknya 432.000 tahun lagi TIDAK AKAN KIAMAT..
   
  Muslim mengatakan tidak ada NABI lagi selain Muhammad...maka siapa yang 
mengelola 432.000 tahun lagi kehidupan ini?
   
  5000 tahun vs 432.000 tahun?
   
  Pasti ada yang salah dengan kejadian ini..
  diantara kesalahan itu...ternyata dongeng2 itu tercatat di 2 kitab suci...di 
atas
   
  Apa salahnya menjadi Atheis?
   
  kalau tanpa agama dan tuhan iapun bisa menyayangi mahluk hidup dan sesamanya, 
tidak membedakan kaya miskin, tua muda besar kecil?
  kalau ia bisa hidup jujur tidak korupsi, tidak berbohong tidak menipu?
   
  Apa hebatnya beragama dan bertuhan?
   
  2000 tahun ini jumlah manusia mati justru bukan karena sakit dan 
bencana...tapi karena peperangan dan pertikaian AGAMA dan TUHAN!
   
   
  rizal lingga <nyomet...@yahoo.com> wrote:
                    Untuk Hafsah Salim dan Ignatius dan para ateis yang lain.
   
  Ada banyak sebab mengapa orang menjadi ateis, namun biasanya adalah salah 
satu atau kombinasi dari hal-hal sebagai berikut:
1. Seorang mantan Muslim karena kecewa terhadap seorang kyai,atau uztad.Seorang 
mantan Katolik karena kecewa terhadap pastor, seorang Kristen karena kecewa 
terhadap seorang pendeta. Alasan kecewa banyak, bisa karena ajaran2nya, bisa 
jadi karena tingkah perbuatannya.
2. Kecewa karena harapan dan doa yang pernah dinaikkannya kepada Tuhan tidak 
terjadi seperti yahng diharapkannya. Artinya orang ini berkeras agar Tuhan 
menjawab doa seperti maunya (dia mau mendikte Tuhan seperti kehendaknya), dan 
ketika itu tidak terjadi, dia kecewa dan benci kepada Tuhan.
3. Orang ini terpengaruh dengan suatu aliran filsafat yang ateis, dan mengira 
dia mendapat kebebasan mutlak dengan tidak percaya lagi kepada Tuhan. Dia 
membaca kitab suci dengan penafsiran yang ateis, sehingga melihat apa yang di 
kitab suci itu sebagai tidak masuk akal dan karena itu tidak perlu dipercayai 
lagi.
   
  Akibat menjadi Ateis:
Seperti yang dikatakan oleh filsuf Heidegger dan Sartre, mereka melihat hidup 
ini tidak punya arti dan tujuan, penuh kemuakan dan kebencian terhadap agama. 
Sebagai gantinya mereka membebaskan diri untuk melakukan segala hal yang 
tadinya dilarang oleh agama, asal tidak membahayakan dan menganggu orang lain. 
Maka bagi seorang ateis, tidak akan suka ditanya apa arti dan makna hidupnya, 
karena jelas tidak berarti apa-apa selain hanya menjalani hidup, tak ubahnya 
dengan semua jenis makhluk hidup lainnya selain manusia alias binatang.
Orang ateis tidak percaya bahwa didalam hidup ini ada kebahagiaan, baginya 
semuanya hanyalah kemunafikan. Bagi orang-orang ateis teori Evolusi sudah 
merupakan agama bagi mereka, yang sekalipun tidak bisa dibuktikan, namun mereka 
meyakininya dengan kefanatikan yang melebihi orang2 teis dengan agama mereka. 
Bagi mereka teori evolusi adalah merupakan kebenaran pengganti agama.
Orang-orang ateis tidak bisa tersenyum melihat hidup ini, mereka penuh dengan 
pesismisme, kebencian dan kemuakan dengan segala  hal yang berbau agama. Bagi 
mereka orang-orang beragama adalah orang-orang bodoh. Namun mereka didalam 
"kepintarannya" berfaham ateis, tidak akan pernah mengerti dan mengalami 
ketenangan batin dan kejelasan tujuan hidup yang dimiliki oleh orang-orang yang 
percaya kepada Tuhan. Karena hidup mereka kosong, kering, dan tak mempunyai 
makna apapun.
   Mereka menyerang semua orang yang beragama karena mereka sendiri tidak 
memiliki damai didalam hatinya sendiri, mereka penuh  dengan pertentangan 
batin. Dengan sekuat tenaga mereka mencoba memiliki hati nurani tapi sekaligus 
menyangkal Tuhan. Pertentangan batin ini akan terus dibawa mereka sampai mati, 
jika mereka memang mau membawa keyakinan ateisnya sampai mati.    
   
  Bagimu setelah mati hanya ada kuburan dan kebisuan. Namun bagi orang-orang 
yang mati dalam keadaan diperlakukan tidak adil oleh orang2 lain, mereka hanya 
bisa mengharapkan keadilan Tuhan dalam Pengadilan Hari Akhir yang akan 
membalaskan ketidak adilan yang mereka alami kepada orang2 yang telah 
memperlakukan mereka dengan tidak adil.
  Hal ini merupakan kesulitan besar bagi orang ateis untuk dijawab: Bagaimana 
dengan kematian orang-orang yang diperlakukan tidak adil, sekiranya tidak ada 
Tuhan?
  Bagaimana jawab anda, sdr Ignatius?
   
  Satu lagi, sekalipun kalian tidak percaya, kalian juga harus 
mempertanggung-jawabkan segala perkataan dan perbuatan kalian selama hidup di 
dunia ini kepada Tuhan.
  Tidak percaya? Silahkan. Tapi paling tidak anda sudah diperingatkan. Sehingga 
nanti tak ada alasan lagi dihadapan Tuhan bahwa kalian belum diperingatkan.
   
   



                           

       

Kirim email ke