ISRAEL terkenal dg kemajuan teknoloi-nya a.l. mereka berhasil membuat
padang gurun wilayah mereka menjadi hijau dan produktif sekali.
Teknologi canggih laennya juga banyak dipake oleh negara2 Barat dan
negara2 Timur. Negara kecil ini (satu per 40 dari negara2 tetanga
dekatnya) hidup makmur, demokratis (ada anggota Parlemen yg
berkebangsaan Arab dst), mengekspor berbagai produk mereka termasuk
sayur2an dan bunga ke negara2 Eropa.

Sangat piciklah kalo Indonesia yg bisa banyak belajar dari negara kecil
tapi yg sangat dinamis ini dan membeli produk serta menimba teknologi
mereka, memutuskan untuk  memasukkan kepalanya ke dlm pasir spt burung
onta. Kita yg rugi, Israel tidak akan dirugikan oleh protes, boikot
Indonesia. Tanpa disadari bhw 40% dari tenaga kerja Palestina hidup dari
bekerja untuk perkebunan dan pabrik2 Israel akan turut menderita kalo
diPHK-kan krn ada negara2 dungu yg memboikot produk2 Israel.

Gabriela Rantau

--- In zamanku@yahoogroups.com, Abdul Rohim <peduli_kla...@...> wrote:
>
> Pameran Dagang Internasional
> Anggota DPR Protes Keras Kehadiran Israel
>
> Jakarta, 5 Desember 2008 13:34
> Tujuh anggota DPR RI mengajukan protes keras terhadap kehadiran Israel
dalam pameran dagang "International Automation Technology And Materials
Handling" di Kemayoran, Jakarta, pada 3 hingga 6 Desember 2008.
>
> Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS)
Al Muzzammil Yusuf, dalam keterangan melalui SMS di Jakarta, Jumat,
menyebutkan, ketujuh anggota DPR RI yang memprotes tersebut
masing-masing Al Muzzammil Yusuf dan Suripto (FPKS), Abdillah Toha dan
Azlaini Agus (Fraksi PAN), Joeslin Nasution (Fraksi Partai Golkar),
Nursyahbani Katjasungkana (FKB), dan Ahmad Fauzi (Fraksi Partai
Demokrat).
>
> Dalam pernyataannya, mereka meminta pihak Departemen Luar Negeri,
Departemen Perindustrian, dan Departemen Hukum dan HAM (yang membawahi
imigrasi) perlu memberi penjelasan terbuka ke publik dan DPR mengenai
mengapa perusahaan Israel bisa ikut serta dalam pameran dagang tersebut.
>
>
>
> Pemerintah, menurut Al Muzzammil, tidak konsisten dengan amanat
Pembukaan UUD 1945 yang anti-penjajahan dan pada saat yang sama
pemerintah juga tidak konsisten dengan dukungannya pada perjuangan
kemerdekaan Palestina.
>
> Padahal, katanya, Israel adalah simbol arogansi atas masyarakat dunia
yang dibuktikan antara lain bahwa saat ini tak kurang dari 40 anggota
parlemen, termasuk ketua Parlemen Palestina Abd. Aziz Dweik, dan menteri
kabinet Palestina masih dipenjarakan oleh Israel, bantuan kemanusiaan
tidak boleh masuk Israel, perampasan rumah warga masih berlangsung,
terowongan di bawah Masjid Al Aqsha masih dibangun, dan Israel merupakan
pelanggar terbesar resolusi PBB.
>
> "Maka kami mengingatkan pemerintah Indonesia untuk tidak gegabah dalam
membuka hubungan dengan Israel dalam bentuk apapun," kata Al Muzzammil
yang juga anggota Kaukus Palestina DPR RI itu.
>
> Sebab, lanjutnya, hal itu bisa menciderai perasaan umat Islam
Indonesia dan bangsa Indonesia secara umum yang anti penjajahan dan anti
pelanggaran HAM..
>
> Karena itu, ketujuh anggota DPR RI itu meminta pemerintah untuk segera
"mengusir" perusahaan Israel tersebut. [TMA, Ant]
> Â
> http://gatra.com/artikel.php?id=120860
>
>
>
> Â Â  Salam
> Abdul Rohim
> http://groups.google.com/group/peduli-jateng?hl=id
>

Kirim email ke