Golput Telah Langgar Hukum Islam
Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Wacana fatwa haram untuk Golput yang dilontarkan Ketua MPR
Hidayat Nurwahid didukung ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU)
Hasyim Muzadi. Hasyim menilai Golput dengan tujuan untuk menolak
pemilu telah melanggar hukum Islam.

"Kalau Golput untuk meniadakan Pemilu tentu bertentangan secara
syar'i. Pemilu hukumnya kan wajib, karena sebagai sarana untuk
menegakkan kekuasaan," ujar Hasyim kepada wartawan di kantor DPP
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat,
Senin (15/12/2008).

Menurut Hasyim, Golput itu ada 2 jenis. Pertama, Golput dengan tujuan
meniadakan pemilu dan Golput karena malas.

"Kalo Golput karena malas, maka pemilunya yang harus instropeksi,"
terang mantan calon presiden 2004 ini.

Oleh karenanya, Hasyim sepakat jika fatwa haram diberlakukan. Ia
mendukung fatwa haram bagi golput seperti yang diusulkan Hidayat.

"Ya, saya setuju," tandasnya.

Sebelumnya, Hidayat menyerukan agar dibuat fatwa bersama antara MUI,
NU dan Muhammadiyah untuk mengharamkan Golput. Menurutnya, fatwa itu
diperlukan karena saat ini banyak masyarakat yang apatis terhadap
pemilu.

Terhadap usulan ini juga ada pihak yang pro dan kontra. Pihak yang
mendukung berasal dari Komisi pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu,
sedangkan yang menolak datang dari sekjen PDIP Pramono Anung dan Ketua
DPP PAN Sayuti Asyathri.(ape/mad)

Kirim email ke