Refleksi: Apakah calon presiden tidak mengetahui bahwa masalah HAM adalah 
masalah politik kemanusiaan?

http://www.gatra.com/artikel.php?id=121109


Prabowo Hadapi Politisasi Kasus HAM

Jakarta, 16 Desember 2008 08:20
Calon presiden (capres) Prabowo Subiyanto menyatakan siap menghadapi politisasi 
masalah hak asasi manusia (HAM) yang digunakan untuk mengganjal pencalonannya 
di pilpres 2009.

"Jika masalah HAM ini dijadikan alat politik, saya akan menghadapi pula dengan 
politik," katanya saat berbicara dalam sebuah acara gelaran DPP Partai 
Persatuan Pembangunan, di Jakarta, Senin (15/12) malam.

Penegasan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu disampaikan, menjawab 
pertanyaan salah seorang panelis, kriminolog Universitas Indonesia, Rony 
Nitibaskara.

Ditegaskan Prabowo bahwa dirinya sangat menghormati hukum dan HAM dan hal itu 
telah dibuktikan dengan ketundukkannya pada keputusan Panglima TNI yang 
memecatnya dari jabatan militer pada awal reformasi dulu.

Kendati demikian, Prabowo menambahkan, dirinya juga akan menolak setiap pesanan 
asing yang berupaya melakukan intervensi kepada bangsa ini lewat persoalan HAM 
masa lalu. "Saya hormati HAM dan hukum, tapi saya akan menolak mengikuti apapun 
yang dikatakan asing. Saya tidak mau membebek," ujarnya.

Sementara mengenai visinya apabila terpilih sebagai presiden pada 2009, Prabowo 
mengatakan, dirinya merasa gusar dengan kondisi rakyat Indonesia yang terus 
dimiskinkan oleh sistem perekonomian yang sarat dengan praktek korupsi dan 
kolusi.

Prabowo mencontohkan untuk berbisnis perkebunan kelapa sawit, seorang pengusaha 
bisa mengeruk potensi kekayaan negara ini berikut uang-uang rakyat yang ada di 
perbankan dengan mudahnya. "Dengan modal izin prinsip dari Pemda dan pemerintah 
pusat, dia bisa mendapatkan hak guna usaha perkebunan untuk jangka waktu 90 
tahun. Lalu untuk modalnya mereka menjaminkan HGU itu ke bank," katanya.

Jadi, Prabowo menambahkan, belum satu pohon ditanam mereka sudah mendapat 
kucuran uang sedemikian banyak. "Betapa baiknya negara ini. Di sinilah mulai 
terjadi pengkhianatan terhadap bangsa ini. Karenanya jika terus begini, sampai 
kapan pun Indonesia akan terus miskin," katanya.

Terkait dengan kondisi itu, Prabowo menganjurkan adanya perubahan mazhab 
ekonomi Indonesia dari model kapitalisme predator yang telah membawa 
kemelaratan bagi bangsa ini kearah usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.

Menurutnya, negara-negara maju telah meninggalkan rezim kapitalisme pasar bebas 
dan mulai melakukan nasionalisasi terhadap korporasi yang telah menguasai hajat 
hidup orang banyak.

Atas dasar motivasi membenahi ketidakbecusan dalam pengelolaan negara ini lah 
Prabowo merasa perlu mencalonkan diri sebagai capres di 2009. [EL, An

Kirim email ke